
Di kantor kelurahan sukakamu, isak yg sedang dalam rapat merasa kan firasat yg tidak enak.
Namun dia tetap fokus pada pekerjaanya.
"Pak isak apa bapak kurang sehat" Kata ayu sekertaris lurah
"Ah tidak.. Saya cuma sedikit kurang enak badan" Jawab isak
"Mau saya belikan sesuatu mungkin. Seperti minuman penambah stamina atau suplemen sejenisnya" Kata ayu
"Tidak usah.. Saya hanya perlu istirahat, permisi saya mau menghadap dulu pak lurah" Kata isak.
Setelah isak pergi. Ayu langsung di samperi temannya murni.
"Mbak.. Mbak keliatan sekali loh kalau sedang mendekati pak isak" Kata murni
"Memangnya kenapa? Tidak boleh? Atau pak isak udah jadi incaran Mbak mur" Tanya ayu
"Kamu itu orang baru.. Asal kamu tau aja, pak isak itu sudah beristri, baru bulan lalu dia menikah. Istrinya juga cantik.. Jauh kalau di bandingkan dengan kamu, kalah kemana-mana" Kata murni
********
Kemabali ke rumah isak dimana haji dapet di antar si dayat dengan menggunakan motornya menuju rumah isak.
"Ce... Ice... " Teriak haji dapet, kerna pintu depan terbuka. Haji dapet langsung masuk dan memeriksa setiap ruangan di dalam rumah.
"Pak.. Haji.. Sini pak" Teriak dayat dari belakang pekarangan rumah.
Haji dapet pun menuju tempat dayat.
"Ini pak lihat... " Kata dayat menunjukkan jemuran yg berjatuhan.
"Ini seprti mau diangkat tapi tidak jadi, dan lihat ini pak.. Jemuran-jemuran yg berserakan mengarah ke arah kebon singkong nya si kosim, dilihat dari jejaknya spertinya ada yg menyeret sesuatu" Kata dayat
Haji dapet dan dayat pun menyusuri jejak itu sampai ke kebun singkong. Di saja mereka menemukan pakaian yg baru di jemur tersangkut pada batang singkong.
__ADS_1
"Ini baju si ice.. Saya kenal persis, kaos ini saya yg belikan waktu di pameran " Kata haji dapet yg menggengam baju ice
"Apa mungkin ice di culik ji? Ayo kita lapor polisi saja" Kata dayat
Saat haji dapet dan dayat keluar dari kebon singkong sambil memunguti jemuran. Turunlah isak dari mobil nya. Dia kaget mertuanya keluar dari kebon singkong.
"Abah.. Ngapain dari sana" Kata isak sambil mencium tangan haji dapet
"Abah marah... Tapi untuk melampiaskan amarah abah padamu adalah hal yg salah. Ayo antar abah ke kantor polisi" Kata haji dapet
"Kantor polisi? Kenapa bah sebenarnya ada apa" Tanya isak.
"Anak abah di culik... " Kata haji dapet yg menahan emosi.
"Ia benar sak, sepertinya saat ngangkat jemuran si ice ada yg nyulik. Itu jemuran mu pada berserakan sampai kebon singkong nya si kosim" Kata dayat membenarkan
Isak pun ambruk tertunduk sambil memegangi kaki haji dapet.
"Ayo tunggu apa lagi antar abah ke kantor polisi" Kata haji dapet
Isak pun mulai menceritakan semuanya pada haji dapet. Tentang dirinya yg selalu di ganggu kuntilanak yg ingin menikahi dirinya.
Haji dapet pun mencoba mencerna apa yg isak katakan.
"Lalu selanjutnya bagaimana ji? Kira-kira ice di bawa kemana? Apa di bawa ke pohon bambu" Kata dayat
"Yg nyulik si ice kuntilanak bukan wewe gombel"kata Haji dapet.
" Bah.. Sebenarnya saya pernah sekali di bawa kuntilanak itu ke alam lelembut. Dan sebenarnya hanya roh nya saja yg di bawa
Sedangkan fisiknya masih ada di dunia. Karena warga menemukan saya tergeletak di parit. Mungkin tubuh ice di sembunyikan di suatu tempat" Kata isak.
Saat mereka sedang berdiskusi. Ceu Romlah ibu nya si isak datang bersama saudarany bi eha dan suaminya abah jontor.
"Isak.. Mamah datang bersama ua" Kata ceu Romlah
__ADS_1
"Uah sudah dengar dari ibu mu, tenang ua datang untuk membantu mu menemukan istrimu" Kata abah jontor
"Terimakasih ua" Kata isak
"Sebenarnya aku tidak mau berurusan dengan mu.. Namun karena ini menyangkut anak ku, aku akan melepaskan ego ku" Kata haji dapet.
"Jgn begitu haji.. Hahaha... Ponakan ku ini sudah jadi mantu mu, kita ini besan. Apalagi buyut moyang mu ki bejo itu alumni gunung cireme juga. Hahaha... Tidak usah paling anti sama dukun ilmu Hitam" Jawab abah jontor
"Ia ji.. Ini keadaan lagi gawat, sebaiknya kita Damai aja dulu" Kata dayat.
"Nah isak.. Ua mau tanya sama kamu, barangkali ada petunjuk. Di mana pertama kali kuntilanak itu melihatmu" Tanya abah jontor
"Kalau tidak salah ingat. Kunti itu pernah bilang dia pertama kali melihat saya di sumur tua. Kecamatan pada miskin" Jawab isak
"Bearti istri mu di bawa kesana" Jawab abah jontor
Sementara itu di suatu tempat alam lelembut
Ice sedang terbaring menyender pada sebatang pohon. Dia perlahan mulai tersadar namun susah untuk bangun karena kepalanya masih terasa sakit.
Di depan si ice berdiri diajeng yg memegang sebatang kayu dan bersiap menghantam kepala ice dengan benda tumpul tersebut.
Perlahan ice membuka matanya.
"Mmm.. Di mana ini, mm.. Mbak siapa" Kata ice
Diajeng pun menghentikan serangan nya.
"Diajeng... " Jawab kuntilanak itu
"Diajeng?... Mbak saya numpang tidur ya kepala saya terasa berat. Kalau suami saya datang minta tolong angkatin jemuran.. Hoams.. 😴" Kata ice yg kembali tertidur
Diajeng pun membuang kayu tersebut dan meraih wajah ice.
"Kamu itu polos atau bodoh" Kata Diajeng
__ADS_1