
Perkenalkan nama ku Kamelia Arfina, bebas kalian mau panggil apa, aku adalah seorang gadis yang buruk. tak ada yang terlihat menarik dari ku. SD enam tahun adalah masa kelam dimana aku dibuli, mungkin karena ayahku bekerja dimana aku bersekolah. ya bisa dibilang jadi tukang suruh. aku tidak malu, karena bagi ku ayah adalah yang terbaik. apapun pekerjaan nya aku sangat mendukung. tapi aku malu karena aku bodoh. dulu setiap saat ulangan harian sudah diberikan selalu diminta untuk orang tua tanda tangani, disaat itulah aku akan dimarahi oleh mereka. tidak boleh nonton tv dimalam hari, harus belajar. waktu kelas lima aku berani berbohong, kertas ulangan harian tidak kuberikan pada orang tua, tapi aku tahan dan aku yang tanda tangani itu. Guru tahu kalau aku berbohong dan aku diminta untuk membawa orang tua kesekolah. alasan ku adalah orang tua ku selalu sibuk, mereka tidak pedulikan aku. mereka hanya peduli pada kedua saudara ku. mereka memarahi ku karena aku bilang seperti itu pada ibu guru. aku selalu menentang kedua orang tua ku. membangkang. kalau mereka memarahi ku, aku selalu menjawab, dan waktu itu kaka ku menegur ku untuk tidak menjawab kalau mereka sedang marah. aku membalas "ini mulut fungsi nya untuk ngomong bukan untuk diam." berlalu sejak kejadian itu aku meresapi nya. dan mengikuti kata kaka ku. tapi dalam hati selalu menjawab.
kenapa aku ikuti saran dari kaka ku, karena aku jadi topik anak pembangkang di lingkungan rumah. ya mama ku curhat pada tetangga.
__ADS_1
waktu berjalan aku sudah kelas enam, aku berubah menjadi lebih rajin untuk belajar dan tidak main-main lagi karena mau ujian. yang dipikirkan tidak lulus ujian. pikiran nya seperti karena dikelas kami hanya delapan orang, jadi kami tidak ada 10 besar. kami adalah alumni kedua SD yang jumlahnya sedikit. inilah kenapa aku cepat masuk sekolah karena belum ada murid dan karena aku sering ikut orang tua ke sekolah, kalau dirumah aku sendirian tidak ada teman, jadi aku diajak. alasan inilah yang kenapa otak ku belum masuk, karena dipaksa belum siap.
nasi sudah jadi bubur, harus lalui ini. les 3 hari setelah pulang sekolah ditambah hari sabtu les lagi. hari hari hanya dihabiskan untuk belajar. tugas banyak udah nda kaget lagi beda dengan sekolah lain, yang jarang ada tugas, kalau ada pun nda banyak. belajar dan terus belajar, untung saja semua telah disediakan oleh orang tua. hanya saja aku masih merasa kurang diperhatikan. itupun seadanya, aku terlalu berharap lebih. ya wajar saja aju meminta lebih, lah kata orang anak bungsu itu selalu dimanja, disayangi? mana nggak tuh untuk ku. ini tidak adil hanya karena aku tidak sepintar mereka. yang tidak pernah juara kelas. aku belajar keras agar bisa dilihat. untuk kali ini tidak apa-apa untuk tidak juara karena aku memang tidak mampu. tapi suatu saat aku pasti akan wujudkan itu.
__ADS_1
note: disini aku jatuh cinta. What? masih SD udah main cinta-cinta an? Gilaaaaaaaaa
dan kalian tahu siapa orang itu, dia adalah orang yang membuli ku. kenapa bisa seperti itu? entah lah aku pun bingung sampai sekarang aku masih memikirkan nya.
__ADS_1