Sad Or Happy

Sad Or Happy
SMP 8 Part 2


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Brayen masih saja datang ke kelas ku. Tidak punya malu, setiap hari datang mengganggu. Guru-guru pun tahu aku dengan dia lagi dekat. Dekat apa nya? aku tidak merasa. Dia saja yang ke GR-an, terus mengganggu ku. Aku tidak suka dengan nya, dia terlalu keren untuk ku. Arghhhh. kenapa? Ini kenyataan nya kami tidak bisa bersama. Aku lebih suka dengan dunia ku yang seperti ini, Biasa biasa saja. Sedang kan dia? Setiap hari ada yang memberikan hadiah untuk nya. Astaga, apa-apaan ini.


Kami terlalu banyak perbedaan, dan tidak mungkin bisa bersama. Ini pun masih kecil untuk pacar-pacaran. "Jangan ganggu aku Brayen! Minggir" Teriak ku saat dia menghalangi ku untuk pulang sekolah. Tapi percuma saja, dia tidak mendengarkan ku. waktu aku lolos dari nya dan mau keluar kelas, tiba-tiba pintu kelas ditutup, ya ulah siapa lagi kalau bukan temannya. "Bagaimana ini? Apa yang harus aku perbuat?" ucapku dalam hati. "Aku tidak mengganggu mu, aku hanya ingin kamu jadi kekasihku, aku suka kamu pada pandangan pertama." Sontak membuat ku kaget dan mataku terbelalak mendengar nya. Apa ini mimpi?


Aku langsung teriak, minta tolong. Namun tak ada yang mendengar teriakkan ku. Ohh nasib ku yang malang. "Jangan takut, aku tidak akan berbuat aneh-aneh terhadap mu, aku hanya ingin jawaban dari mu. Ya atau Tidak." tentu saja aku ingin menjawab tidak. "Kalau aku bilang tidak, bagaimana?" tanya ku padanya. "Kamu ngga bisa keluar dari sini, kamu mau meloncat? Atau aku yang meloncat?". Tiba-tiba dia membuka jendela dan duduk disana. " Apa yang sedang kamu lakukan? Jangan duduk disitu".

__ADS_1


Dengan senyum jahat nya. Dia hampir melepaskan tangan nya dan mau terjun dari jendela. Aku langsung menarik tangan nya. Adegan itu pun terjadi, dia menimpa ku dan tanpa sengaja bibir kami bersentuhan. Kami langsung bertatapan cukup lama, hingga aku merasa badan ku sakit di timpa oleh nya. Lalu aku menyuruh untuk bangun, suasana pun menjadi canggung. Tak ada kata, hingga hp ku berdering, entah kenapa tumben saja ibu ku menelpon. Untuk menyuruh ku segera pulang. Aku pun langsung bersiap-siap untuk pulang, dengan menghiraukan dia yang sedang berdiri masih bengong. Brayen memanggil ku, tapi aku tidak menanggapi nya. Iya aku malu karena kejadian tadi. Aku tidak ingin melihat nya. Brayen lalu memegang tangan ku. "Kamu tidak bisa keluar, sampai kamu menjawab pertanyaan ku tadi." muka kesal nya sudah terlihat. Aku tidak mau memandangnya. Tidak mau. Kalau aku bilang tidak, dia akan nekat seperti tadi. Tapi kalau aku bilang iya, apa jadi nya? Seluruh sekolah pasti akan heboh. 😣


Dasar Brayen, kenapa harus aku?. Masih banyak yang mau dengan kamu, kenapa aku? .


"beri aku waktu untuk berpikir" pinta ku padanya.

__ADS_1


"Tidak bisa, aku sudah menunggu terlalu lama, cepat beritahu saja" kata nya sudah mulai kesal. "baiklah, aku terima, tapi ada syarat. tidak ada yang boleh tau hubungan kita ini, kamu tahu kan, banyak yang menyukai mu. Dan kalau mereka tahu kamu pacaran dengan ku, aku yang akan jadi incaran mereka." Akhirnya aku bisa mengucapkan kata panjang kali lebar. "Baiklah aku tidak akan memberitahu pada teman-teman bahwa kamu sekarang jadi pacar ku, tapi apa boleh aku antar kamu pulang? Karena aku, kamu ditinggalkan teman mu. Tenang saja aku tidak akan berbuat apa-apa, Mereka juga tidak akan tahu, kamu tenang saja." dengan senyuman khas nya, membuat ku terhipnotis, arghh manis nyaaa. 😍


Pada hari ini kami resmi pacaran.


#Rabu, 15 Maret 2030

__ADS_1


__ADS_2