SAGA PANGERAN TERPINGGIRKAN

SAGA PANGERAN TERPINGGIRKAN
Pangeran Terpinggirkan


__ADS_3

...Chapter 1: Pangeran Terpinggirkan...


Dalam malam yang sunyi di Kerajaan Abadiloka, angin lembut berdesir mengisi udara. Di dalam istana megah, di balik pintu-pintu yang kokoh, tersembunyi konflik politik yang merongrong fondasi kerajaan itu. Namun, di tengah kegelapan politik yang penuh intrik, terdapat kisah tragis yang mengikat nasib Pangeran Arjuna, seorang pria yang terlahir dari hubungan terlarang antara Raja Parakrama dan seorang selir bernama Dewi Saraswati.


Pangeran Arjuna, seorang anak haram yang tumbuh dalam kesendirian yang menekan, menjadi sosok yang penuh semangat. Ia diabaikan oleh seluruh anggota kerajaan dan diacuhkan sebagai pangeran yang tidak sah.


Suatu malam yang dingin, saat Arjuna berjalan di taman istana, ia tak sengaja mendengar dua punggawa kerajaan, Surya dan Mahendra, berbisik-bisik dengan suara pelan. Penasaran, Arjuna bergerak mendekati mereka dengan hati-hati.


Mengintip dari balik semak-semak, Arjuna mendengarkan pembicaraan mereka yang penuh dengan intrik.


Surya: "Mahendra, apakah kita akan membiarkan Pangeran Arjuna terus hidup dalam ketidakjelasan? Ia bukanlah pangeran yang sah dan bisa menjadi ancaman bagi garis keturunan Raja Parakrama!"

__ADS_1


Mahendra: "Ya, kita tidak bisa membiarkan dirinya atau ibunya menjadi ancaman bagi kekuasaan kita. Kita perlu menemukan cara menghilangkannya dari kehidupan kerajaan ini, tetapi tanpa menimbulkan kecurigaan."


Arjuna merasakan rasa marah dan ketidakadilan memuncak di dadanya. Ia tak bisa membiarkan mereka merencanakan kejahatan terhadap dirinya dan ibunya.


Arjuna: "Apa yang kalian bicarakan di sini? Apakah kalian berencana mencelakai aku dan ibuku?"


Surya dan Mahendra terkejut dengan kemunculan Arjuna, tetapi mereka segera berusaha mengendalikan situasi.


Surya: "Pangeran Arjuna, kami hanya membicarakan hal-hal kecil yang tidak ada hubungannya denganmu."


Wajah Surya dan Mahendra terlihat tegang, namun mereka mencoba menjaga ketenangan.

__ADS_1


Mahendra: "Pangeran, kami hanya menjalankan perintah Raja Parakrama demi kepentingan kerajaan. Kami harus mengutamakan stabilitas dan keteguhan."


Arjuna menatap mereka dengan mata penuh keberanian dan ketegasan.


Arjuna: "Aku tidak akan membiarkan kalian merusak keluargaku. Aku akan mengungkapkan kebenaran ini kepada ayahku dan seluruh kerajaan. Kalian tidak bisa terus menyembunyikan kejahatan kalian."


Dengan langkah tegap, Arjuna meninggalkan kedua punggawa tersebut dengan tekad yang bulat untuk melawan konspirasi dan korupsi yang merajalela di istana.


Arjuna merasa beban besar di pundaknya. Ia tahu bahwa perjalanan yang akan dihadapinya tidak akan mudah, tetapi dia tidak akan mundur. Ia harus menghadapi tantangan-tantangan yang mengancam keluarganya dan kebenaran yang tersembunyi di balik dinding-dinding istana.


Arjuna menyusuri lorong-lorong gelap di istana, mencari bukti-bukti dan mencoba mengumpulkan sekutu yang dapat membantunya melawan kejahatan yang merajalela. Dalam pencariannya, Arjuna menemukan seorang pengawal istana, Radha, yang juga merasa terpinggirkan dalam kerajaan ini. Keduanya saling berbagi kisah pahit mereka dan bersumpah untuk bekerja sama melawan kekuasaan yang korup.

__ADS_1


Dalam bab-bab selanjutnya, Arjuna dan Radha akan menjalani petualangan yang menegangkan. Mereka akan menghadapi musuh yang licik, menjelajahi ruang-ruang tersembunyi di istana, dan menghadapi pertempuran sengit demi mencapai keadilan. Arjuna akan mengungkap intrik-intrik politik yang melilit kerajaan, menghadapi rintangan yang terus menerus menghampirinya, dan merangkul takdirnya sebagai seorang pangeran yang terpinggirkan.


Bersiaplah untuk memasuki dunia yang penuh kekuasaan, intrik, dan pertempuran moral di dalam Kerajaan Abadiloka. Melalui perjuangan Pangeran Arjuna, pembaca akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang mendalam tentang keadilan, pengorbanan, dan keberanian dalam menghadapi ketidakadilan.


__ADS_2