SAGA PANGERAN TERPINGGIRKAN

SAGA PANGERAN TERPINGGIRKAN
Persidangan Ratu Maheswari


__ADS_3

...Chapter 10: Persidangan Ratu Maheswari...


Ratu Maheswari duduk di bangku terdakwa, wajahnya mencerminkan kecemasan dan kekhawatiran yang mendalam. Di hadapannya, berdiri Arjuna, Rahul, Karan, dan Vikram sebagai tim penyelidik yang menemukan bukti-bukti terhadapnya. Ruangan pengadilan dipenuhi dengan para bangsawan, anggota pengadilan, dan penonton yang tertarik dengan kasus ini.


Hakim Agung memberikan isyarat kepada Arjuna untuk memulai persidangan. Arjuna berdiri di depan ruangan, melihat Ratu Maheswari dengan tatapan tajam, dan berkata, "Hakim Agung, bangsawan, dan hadirin sekalian, hari ini kami hadir di depan Anda untuk membawa keadilan atas tindakan jahat yang dilakukan oleh Ratu Maheswari. Kami memiliki bukti-bukti yang kuat yang menunjukkan keterlibatannya dalam pemerasan dan bahkan pembunuhan."


Ratu Maheswari mempertahankan penampilannya yang tenang, namun dalam hatinya ia merasa gemetar. Dia memandang Arjuna dengan tatapan dingin, "Saya tidak bersalah atas tuduhan ini. Saya adalah ratu yang berpikiran jernih dan selalu berusaha untuk kebaikan kerajaan ini."


Arjuna tersenyum sinis, "Kami memiliki bukti-bukti yang akan membuktikan sebaliknya, Ratu Maheswari. Izinkan saya memanggil saksi pertama, seorang pembantu istana yang bekerja di dekat Ratu Maheswari. Dia memiliki informasi yang sangat penting tentang kasus ini."


Seorang pria tua dengan pakaian sederhana dan wajah penuh kerut memasuki ruangan pengadilan. Dia bersumpah untuk memberikan kesaksian yang jujur.


Arjuna mengajukan pertanyaan dengan cermat, "Apakah Anda memiliki informasi tentang keterlibatan Ratu Maheswari dalam tindakan kriminal yang telah kami sebutkan sebelumnya?"

__ADS_1


Pembantu istana itu menelan ludah dan menjawab dengan lirih, "Ya, Tuan. Saya melihat Ratu Maheswari terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pemerasan terhadap anggota kerajaan yang tidak setuju dengan kebijakannya. Saya juga menyaksikan dia terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap salah satu anggota kerajaan yang menentangnya."


Terdengar gemuruh di ruangan pengadilan saat kesaksian itu diucapkan. Semua orang terkejut mendengar pengakuan dari saksi pertama ini.


Arjuna menatap Ratu Maheswari dengan penuh keyakinan, "Tidak hanya itu, kami memiliki dokumen-dokumen yang membuktikan keterlibatan Ratu Maheswari dalam transaksi gelap dan catatan rahasia yang memperkuat tuduhan kami. Semua bukti ini tidak bisa dipungkiri."


Ratu Maheswari merasa semakin terjepit dalam jerat kebenaran yang tak dapat disangkal. Wajahnya pucat dan air mata mengalir di pipinya.


Selanjutnya, tim penyelidik mempresentasikan bukti-bukti yang mereka temukan secara terperinci. Mereka menjelaskan bagaimana mereka melakukan penyelidikan yang teliti, mengungkap transaksi gelap, dan membaca catatan rahasia yang membuktikan keterlibatan Ratu Maheswari.


Setelah semua bukti dan saksi dipresentasikan, giliran Ratu Maheswari memberikan pembelaannya. Dengan suara yang penuh emosi, dia mencoba membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, menyampaikan alasan dan argumen yang berusaha mempertahankan dirinya.


Ratu Maheswari menatap Arjuna dengan tatapan tajam. "Anda berusaha mencoreng nama baik saya, Arjuna. Saya adalah ratu yang dihormati dan dicintai oleh rakyat. Apa bukti yang sebenarnya Anda miliki?"

__ADS_1


Arjuna tersenyum sinis. "Ratu Maheswari, bukti-bukti yang kami miliki sangat kuat dan tidak bisa diabaikan. Kami tidak akan membiarkan kejahatan Anda terus berlanjut."


Rahul, yang selama persidangan diam membantu tim penyelidik, ikut berbicara. "Ratu Maheswari, kebenaran akan terungkap tidak peduli seberapa keras Anda mencoba untuk menyembunyikannya. Kami memiliki saksi dan bukti yang membuktikan keterlibatan Anda dalam tindakan kriminal."


Karan menganggukkan kepala setuju. "Anda mungkin berusaha untuk mempertahankan diri, tetapi tidak ada yang bisa melarikan diri dari keadilan. Rakyat membutuhkan pemimpin yang jujur dan adil, bukan seseorang yang terlibat dalam kejahatan."


Ratu Maheswari mencoba menjaga ketenangan, tetapi kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya. "Saya bersumpah, saya tidak terlibat dalam apa pun yang dituduhkan kepada saya. Ini adalah konspirasi yang dibuat untuk menjatuhkan saya."


Arjuna menatapnya dengan tajam. "Ratu Maheswari, kebenaran akan terungkap pada akhirnya. Persidangan ini akan menentukan nasib Anda."


Vikram yang selama ini mendengarkan dengan seksama, memutuskan untuk ikut berbicara. "Ratu Maheswari, sebagai seorang pemimpin, Anda harus bertanggung jawab atas tindakan Anda. Tidak ada alasan untuk melanggar hukum dan merugikan rakyat."


Ratu Maheswari merasa terpojok. Dia mencoba mempertahankan sikap tegar, tetapi keraguan dan kecemasan mulai merasuki dirinya. Percakapan antara tim penyelidik dan Ratu Maheswari terus berlanjut dengan saling berbalas argumen.

__ADS_1


Di tengah persidangan yang tegang ini, apakah Ratu Maheswari akan mampu membuktikan kebersihannya? Atau apakah tim penyelidik akan berhasil membawa keadilan kepada rakyat? Terus ikuti kelanjutan cerita ini pada chapter berikutnya.


__ADS_2