
...Chapter 9: Intrik di Balik Tahta...
Arjuna dan tim penyelidiknya terkejut ketika mereka menemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan Ratu Maheswari, ibu tiri Arjuna, dalam konspirasi jahat yang sedang mereka selidiki. Bukti-bukti tersebut mengungkapkan bahwa Ratu Maheswari adalah otak di balik rencana jahat yang mengancam keamanan kerajaan Abadiloka.
Dalam upaya mereka untuk mengumpulkan bukti yang lebih kuat, tim penyelidik terus menyusuri lorong-lorong istana yang gelap dan rahasia. Mereka memeriksa berbagai ruangan dan tempat tersembunyi, berharap menemukan petunjuk yang mengungkapkan kebenaran.
Rahul: "Kita perlu mencari bukti yang tak terbantahkan. Semua yang kita temukan harus bisa mematahkan pertahanan Ratu Maheswari."
Karan: "Setuju. Mari kita periksa ruang kerja Ratu dan ruang pribadinya. Mungkin ada dokumen-dokumen tersembunyi atau catatan yang membuktikan keterlibatannya."
Vikram: "Kita juga perlu memeriksa ruang rapat dan arsip kerajaan. Mungkin ada bukti yang disembunyikan di sana."
Dengan hati-hati, mereka menyisir setiap sudut istana, mencari tanda-tanda kegiatan gelap Ratu Maheswari. Mereka membuka laci-laci, memeriksa buku-buku catatan, dan menggeledah setiap lemari dan rak yang ada. Mereka berusaha menyusun puzzle yang rumit, menghubungkan bukti-bukti yang tersebar di sekitar mereka.
Di ruang kerja Ratu Maheswari, Arjuna menemukan sebuah dokumen yang menarik perhatiannya. Dokumen itu mengungkapkan transaksi gelap dan pemerasan yang dilakukan oleh Ratu Maheswari. Ada catatan yang menunjukkan bahwa orang-orang telah dijebak dan diperas oleh Ratu, dan mereka yang menolak untuk patuh dihadapkan pada konsekuensi yang serius.
__ADS_1
Arjuna: "Lihat apa yang saya temukan. Dokumen ini membuktikan bahwa Ratu Maheswari terlibat dalam praktik kejahatan yang sangat jahat. Dia telah memanfaatkan kekuasaannya untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji."
Rahul: "Ini bukti yang sangat penting. Kita harus membawanya sebagai bukti dalam menghadapinya."
Selain itu, tim penyelidik menemukan sebuah ruangan tersembunyi di bawah istana. Ruangan itu penuh dengan arsip rahasia dan dokumen-dokumen yang melibatkan Ratu Maheswari dalam berbagai skema jahat. Mereka menemukan catatan yang mencatat rencana jahat yang dilakukan atas perintah Ratu Maheswari, termasuk pembunuhan dan penipuan yang merugikan rakyat.
Karan: "Ini sangat mengungkapkan. Catatan ini menunjukkan betapa gelapnya rencana Ratu Maheswari. Kita harus menghadapinya dengan semua bukti yang kita temukan."
Vikram: "Saya setuju. Kami harus menyusun semua bukti ini dengan hati-hati dan membawanya ke hadapan Raja Parakrama. Kita harus menghentikan kejahatan Ratu Maheswari dan mengembalikan kedamaian di kerajaan ini."
Dalam ketegangan dan kekhawatiran yang meliputi mereka, Arjuna, Rahul, Karan, dan Vikram memasuki ruang takhta di istana. Raja Parakrama, yang duduk dengan penuh kewibawaan di atas tahta, terlihat tegang dan serius. Arjuna merasa detak jantungnya semakin cepat saat mereka menghadapi Raja Parakrama dan para penasihatnya. Namun, mereka tetap tegar, siap mengungkapkan semua bukti yang mereka temukan.
Saat mereka tiba di ruang takhta, mereka melihat Raja Parakrama duduk dengan penuh kewibawaan di atas tahta, dikelilingi oleh para penasihatnya. Wajahnya tampak serius, mencerminkan kekhawatiran yang mendalam.
Arjuna: "Saudara-saudara, kami telah menemukan bukti yang mengungkapkan konspirasi jahat yang melibatkan Ratu Maheswari. Dia telah terlibat dalam berbagai kegiatan gelap, termasuk pemerasan dan bahkan pembunuhan."
__ADS_1
Raja Parakrama menatap mereka dengan tatapan tajam, mengisyaratkan agar mereka melanjutkan.
Rahul: "Kami menemukan dokumen-dokumen yang membuktikan keterlibatannya. Ada catatan transaksi gelap, rencana jahat, dan bukti pengkhianatan terhadap kerajaan."
Karan: "Kami juga menemukan ruangan tersembunyi di bawah istana yang penuh dengan arsip-arsip rahasia yang melibatkan Ratu Maheswari dalam berbagai kejahatan."
Vikram: "Raja Parakrama, kami telah membawa semua bukti ini ke hadapan Anda. Kami berharap bahwa Anda akan bertindak adil dan mengambil tindakan yang tepat terhadap Ratu Maheswari."
Raja Parakrama diam sejenak, merenungkan kata-kata mereka. Wajahnya tampak berubah antara kebingungan dan kekecewaan. Akhirnya, dia angkat bicara.
Raja Parakrama: "Aku tidak pernah menduga bahwa Ratu Maheswari akan terlibat dalam konspirasi semacam ini. Aku sangat kecewa. Kalian telah membawa bukti yang tak terbantahkan, dan aku tidak bisa mengabaikannya."
Arjuna: "Raja Parakrama, kami hanya ingin keadilan dilakukan dan kebenaran terungkap. Kerajaan ini membutuhkan pemimpin yang jujur dan berpegang pada nilai-nilai kebaikan."
Raja Parakrama: "Kalian benar. Tindakan yang harus diambil tidak akan mudah, tetapi sebagai seorang raja, aku bertanggung jawab atas keamanan dan kebahagiaan rakyatku. Aku akan mengadakan sidang pengadilan yang adil untuk Ratu Maheswari dan memberikan hukuman yang setimpal jika terbukti bersalah."
__ADS_1
...Dengan pernyataan itu, tim penyelidik merasa lega. Mereka berharap bahwa kebenaran yang mereka bawa akan membawa perubahan dan keadilan yang diperlukan di kerajaan Abadiloka....