
"jangan bilang kalo dinda calon tunangan aku?" kata dani terkejut
"ya iya lah dinda,masa kamu mau tunangan sama bang dandi kaka nya dinda ?"tanya mama indah
"y ya bb bukan gitu jugaa mah"kata dani terbata
"iyah gimana?"tanya mama
"iyah maksud aku tuh calon tunangan yang kata mama aku di jodohin sama aku itu dinda?"tanya danj masih tidak percaya
"iyah guee "kata dinda yang sedari tadi diam
"din ko gak bilang dari kemarin sih kalo lo calon tunangan gue?"tanya dani
"ya kan sengaja pengen ngerjain dulu"kata dinda cengengesan
"ah mama kenapa gak bilang sih dari kemarin, aku kan jadi malu"kata dani yang mengingat kalau kemarin kabur
"salah siapa kabur"jawab papa baim cuek
"iyah kan aku gak tau siapa orang nya"kata dani
"udah udah gak usah debat sekarang mending makan dulu aja "ucap mommy tiara
mereka pun makan malam dalam keheningan.sesekali dani dan dinda saling pandang.selesai makan mereka pun berkumpul di ruang keluarga
"jadi gimana dan kamu masih gak mau?"tanya papa baim menggoda anaknya
"ya mau lah pah masa nolak sih"jawab dani keceplosan,seketika semua tertawa mendengar jawaban dani
"kemarin kemarin aja uring uringan di kamar,eh sekarang malah kek gini" ucap mama dani
"mah apaan sih udah ah malu " ucap dani seketika membuat mereka tertawa
__ADS_1
"hehe iya maaf"kata mama indah
"emmm jadi kapan tunangan nya?"kata dandi abang nya dinda
"emm sebenernya gak ada acara pertunangan sih"kata daddy zen
"terus apaan dong dad?"tanya dandi lagi
"dinda sama dani bakalan langsung nikah setelah mereka 17 taun"bukan zen yang menjawab tapi baim papa mya dani
sontak saja dani,dandi,dan dinda kaget karna mereka tidak tau tentang hal itu
"gak salah pah? berarti kurang lebih 4 bulan lagi dong?"kata dani
"iya dad aku kan masih pengen sekolah" kata dinda ikut protes
"kalian kami nikahkah karna kami takut akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan jadi kami ambil keputusan ini" jelas baim tegas
"terus sekolah aku sama dinda gimana pah?"tanya dani
"ok deh aku setuju kalo itu yang terbaik"kata dani
"aku juga deh kalo emang itu yang terbaik"kata dinda
"nah bagus deh kalau kalian setuju" kata mama indah
"mah pah aku mau nikah juga kaya bang dani"ucap dina tiba tiba
"loh sayang kamu masih kecil nanti aja kalo kamu udah besar kamu bisa nikah" kata mama indah
"tapi aku mau sama bang dandi kan bang dandi ganteng" ucap polos dina seketika membuat semua orang tertawa
"kamu ini ya gemesin banget sih"ucap dinda
__ADS_1
"om tante aku bawa dinda keluar sebentar yah" izin dani
"ouh iyah bawa aja,jangan lupa balikin lagi yah soalnya gak ada lagi cuma 1" kata daddy zen cengengesan
"iyah om, ayo din" kata dani dan mereka pun menuju taman depan komplek
sepanjang perjalanan dani terus menggenggam tangan dinda,senyum tidak pernah luntur di bibirnya,rasa nya dani sangat bahagia saat tahu bahwa calon istri nya adalah orang yang dicintai nya
sesampai nya di taman mereka duduk bersebelahan
"ngapain sih ngajak kesini?"tanya dinda
"aku kan mau ngobrol sama calon istri ku ini"kata dani sambil mengelus rambut dinda
seketika dinda tertegun karna ucapan dani yang menyebut kata 'aku' dan 'calon istri',wajah nya merah merona
"apaan sih lo"ucap dinda malu
"ih seriusan aku mau mulai sekarang kita biasain pake 'aku kamu' oke? kata dani
"emm iyah deh"jawab dinda tersenyum
mereka pun mengobrol dan bercanda di taman,ingin rasa nya mereka menghentikan waktu agar bisa berduaan lebih lama namun tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam mereka pun pulang
"dah aku masuk dulu yah"kata dinda
"iyah good night sayang" kata dani
"good night to" ucap dinda langsung ngacir karna malu dengan ucapan dani
dani yang melihat tingkah dinda yang malu malu jadi tersenyum.dani pun masuk ke rumah ternyata orang tua nya masih di ruang keluarga
"mah pah aku kamar dulu ya cape nihh" ucap dani
__ADS_1
"iyah"