Sahabat Temanku Jadi Kekasihku

Sahabat Temanku Jadi Kekasihku
Awal yang di harapkan


__ADS_3

setelah satu minggu berlalu


tampak Thomas memarkirkan kendaraan ya di parkiran cafe tempat Jesi bekerja, kali ini Thomas tidak datang sendiri namun dengan beberapa teman yang juga sama-sama tampan.


saat Thomas dan beberapa temannya masuk dan duduk di salah satu bangku yang menurut mereka nyaman datanglah Jesi membawakan buku menu kepada mereka.


"permisi," ucap Jesi, sambil menyodorkan buku Menu dan bertanya, Maaf ini buku menunya silahkan di pilih dan di pesan.


kemudian Thomas serta teman-temannya tersenyum dan Thomas menjawab," iya Jes Terimakasih, tolong kami pesen minuman dulu ya, karena kami masih nunggu teman-teman kita yang masih belum datang.


Jesi pun tersenyum dan mengangguk, menjawab oke bentar ya saya siapkan dulu.


sejenak Thomas terbengong melihat senyuman Jesi, tapi tak berlangsung lama karena Jesi oun pergi ke arah dapur untuk minuman yang di pesen oleh Thomas dan teman-temanya.


setelah kepergian Jesi salah satu temanya Thomas pun mengeluarkan suara, " cewek tadi cantik banget ya, apa lagi kalau lihat dia tersenyum, umhh meleleh aku, coba jadi cowoknya pasti tidak akan aku biarkan dia lecet ataupun kerja, biar tidak ada yang melihat senyumnya itu. "


kemudian Thomas pun melotot melihat kearah temanya yang bersuara itu dan berkata," coba aja kalau kau berani deketin dia, kalian tak ajak kesini tu untuk aku pameri kalau dia itu calon cewek aku".


sontak teman-teman Thomas pun terbahak mendengar perkataan Thomas. dan salah satu teman lainya bicara, eh tom di mana-mana namanya pamer itu dah jadi miliknya ini dekat aja nggak, eh bilang calon cewe. eh tom kalau menurut aku sih kalau memang kamu suka pepet terus, tu cewek pasti banyak yang naksir secara kan terlihat nyata cantik, lembut, dan senyumnya tu tom.


Thomas pun menendang kaki temanya tersebut sambil berkata" diam kamu jangan banyak omong"Thomas berkata seperti itu karena melihat Jesi yang datang membawa minuman pesenan mereka.


dengan senyum ramahnya Jesi meletakkan minuman mereka, dan berkata, " silahkan ". setelah meletakkan minuman tersebut jesi pun meninggalkan meja mereka karena ada banyak pelanggan.


Setelah jesi melayani beberapa pelanggan yang datang akhirnya jesi punya waktu untuk sedikit bersantai dan dia pun teringat dengan pesanya mila, kalau Thomas datang ke cafe dengan siapapun dia meminta untuk di kasih kabar, dan Jesi pun akhirnya merogoh sakunya dan mengetik sebuah pesan singkat yang dikirimkan ke mila


Jesi ; Mil


mila ; iya


Jesi ; lagi dmn?

__ADS_1


Mila ; di jalan mau pulng, knp?


Jesi ; eh barusan Thomas datang kesini sama temanya


Mila ; beneran!!!


Jesi ; ya dah klu gak prcaya.


mila ; hehehe, canda kali, trus dia datang ma teman cewek pa cowok.


Jesi ; dia datang sama 2 teman cowok


mila ; Ganteng-ganten gak?? 😁😁😁😁


jesi ; ya cowok tu semua ganteng kali, gak da yang cantik😁😁😁


mila ; dasar gak peka!!


Mila ; okelah yang rajin, biar nanti dapat banyak bonus dari bos.


Jesi, ; πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ‘


Tak lama setelah saling berbalas pesan mila pun sampai di cafe, setelah dia tahu kalau Thomas da di cafe dia mampir ke cafe tersebut karena jarak rumah dan cafe abangnya tidak jauh.


dari pintu masuk Cafe terlihat mila berjalan sambil mencari dimana tempat Thomas dan teman-temannya duduk, karena mila tidak juga menemukan akhirnya mila pun berjalan ke dapur untuk mencari Jesi yang kebetulan giliran waktu istirahat di bekang.


saat mila sampai ke tempat para karyawan beristirahat banyak yang menyapa mila, karena memang sumua karyawan cafe sudah mengenal mila dengan baik. mila pun balik menyapa mereka dengan ramah. dan bertanya kepada salah satu karyawan, " Jesi mana?, " dan karyawan yang di tanya I pun menunjukkan ke arah jesi yang lagi Sholat, mila pun mengangguk karena tidak mau berisik dan mengganggu para karyawan yang sedang sholat.


Setelah Jesi Sholat, dia melihat Mila nampak menunggunya, jesi pun mendekati mila dan berkata," ngapain kamu kesini mang kamu gak nyamperin Thomas kok malah nyamperin aku, mila pun menjawa, " ih PD amat jadi orang, q kesini mau tanya mereka duduk dimanaπŸ“β“


sambil cengegesan Jesi memberikan isyarat kepada mila mengenai letak tempat duduk Thomas dan teman-temanya. dan mila pun mengerti.

__ADS_1


saat bersamaan mila berdiri nampak dua teman Thomas ada yang datang lagi, kemudian salah satu dari merekapun akhirnya ada yang datang ke meja resepsionis untuk memesan makanan.


Jesi pun menawarkan pada mila, kamu mau anterin makan pesenan mereka tidak,? nampak mila pun berfikir" dan bilang boleh tapi nganterinya sama kamu, biar aku ada alasan bantuin kamu bawa" , dan jesi pun menyetujui.


kemudian Jesi mengajak mila untuk berjalan ke arah resepsionis menyakan pesenan dari meja Thomas, kmudian mereka pun ke arah meja pesanan setelah pesenan temanya Thomas selesai, jesi pun mengajak mila untuk mengantarkan pesanan Thomas dan teman-teman ya.


setelah sampai di mejanya Thomas dan teman-temanya, nampak Thomas terkejut karena yang mengantarkan pesenan mereka adalah jesi bersama mila, kemudian saat dekat dengan meja yang di tuju,mila pun buka suara, permisi, sambil cengengesan mila berkata, gini ya nongkrongnya gak bilang-bilang, untung tadi aku lagi ngunjungin Jesi jadi bisa lihat kalian disini, eh kalian disini bahas tugas yyang kmren bukan sih.


salah satu teman Thomas pun menjawab, gak kok mil, kita ada pembahasan lain makanya gak bilang sama kalian tadi di kampus, Thomas pun menggangguk membenarkan temanya.


dan jesi pun Akhirnya buka suara, silahkan dinikmati ya, saya tinggal dulu, dan jesi pun melirik ke arah mila, dan berkata kamu mau disini atau ikut aku mil, kamudian temanya Thomas pun ada yang menyikut ke arah Thomas. dan Thomas pun bertanya ke arah mila dan Jesi, kalian gabung aja disini sama kita, lagian pembahasan kita dah kelar kok jadi kalian bisa gabung sama kita,


dan Jesi pun berkata, maaf ya saya gak bisa ada pekerjaan lain dan harus melayani pelanggan juga, kamu ja ya mil yang gabung sama mereka, dan kila pun menjawab, bolehlah tapi nanti kalau kamu lagi santai baiik sini ya Jes. dan Jesi pun menyetujui.


.


.


.


delapan bulan berlalu Jesi bekerja dan mengumpulkan uang untuk mewujudkan keinginan ya, dan siang itu pada saat jam istirahat Jesi di panggil oleh bang Yudha.


Jes kamu di panggil pak bos di minta datang ke ruanganya, Ucap salah satu rekan kerja Jesi, dan Jesi pun mengangguk dan berfikir, (Ada apa ya tumben bang Yudha meminta aku ke ruang kerja). Jesi pun menjawab temanya," Oke Siap" sambil berjalan ke arah ruang bos nya. setelah sampai Jesi pun mengetuk pintu,. Tok, tok, tok, Assalamu'alaikum pak Bos, tampak Yudha melihat Jesi mengetuk dan mengucap salam, yudha pun menjawab, Waalaikumsalam, masuk Jes. sini ada yang perlu saya sampaikan ke kamu, Jesi pun semakin penasaran dan bertanya, mang ada apa Bang kayak serius banget, Yudha pun tersenyum dan menjawab, dah santai aja ayo duduk.


kemudian Jesi duduk di depan meja kerja Yudha, kmudian Yudha mulai berkata, gini Jes sesuai dengan janji saya waktu kamu datang kesini, saya akan kasih kamu kesempatan untuk melanjutkan sekolah kamu ke jenjang yang lebih tinggi, maka ini saya informasikan bahwa, ujian penerimaan mahasiswa baru sudah di buka tinggal kamu mau kuliah dimana, ini saya kasih kamu info dan silahkan di pikirkan baik-baik. saya akan tetep kasih kesempatan kamu kuliah sambil kerja disini.


Jesi pun sangat senang mendengar info yang di sampaikan Yudha, dan tanpa sadar ada buliran bening yang mengembun di ujung kelopak Jesi, yang tampak terharu sekaligus bahagia


melihat hal itu Yudha pun tersenyum dan berkata, Jes kesempatan tidak datang kedua kali mantapkanlah keputusan kamu, karena ini awal dari perjuangan kamu yang selama ini kamu harapkan kan, ya sudah ini berkas-berkas yang harus kamu pelajari dan siapkan diri kamu untuk mengikuti ujian tersebut, saya kasih kamu izin 3 hari pulanglah temui orang tua kamu, mintalah restu kepada mereka. jangan ragu untuk memulai.


Dan Jesi pun menggangguk dan menerima berkas informasi dan beberapa buku yang di siapkan Yudha untuk Jesi belajar. dan Jesi pun dengan penuh haru, berkata, Terimakasih Bang, untuk semuanya saya yakin bang dengan pilihan saya untuk memulai. dan ini adalah awal yang saya harapkan bang. sambil meneteskan air mata bahagia serta mengucapkan, Terimakasih bang,. saya pamit keluar besok pagi saya akan pulang untuk meminta restu Ayah sama Ibu.

__ADS_1


dan Yudha pun mengangguk pertanda menyetujui Jesi pamit untuk pulang besok.


__ADS_2