SAMUDERA

SAMUDERA
SINDIKAT 1


__ADS_3

Di bagian Resepsionis Star hotel terlihat seorang laki - laki dewasa dan anak SMA sedang mengenakan seragam sekolah, sepertinya mereka sedang booking kamar.


Selamat sore pak ada yang bisa saya bantu kata Dion bagian Resepsionis.


Booking 1 kamar untuk 2 malam mas...


Baik pak tunggu sebentar, bisa saya pinjam KTP nya pak..


Laki - laki itu menyerahkan KTP nya....


Antoni .... batin Dion, sedikit curiga dengan gelagat nya


Baik pak silahkan ini kunci kamarnya, kalau bapak mau bisa diantar sama petugas kamar, kata dion menawarkan


Gak usah mas, biar kami sendiri


Baik pak, selamat menikmati kamar dan layanan hotel kami dan terima kasih sudah menginap di Star Hotel.... kata Dion sambil menangkupkan kedua tangannya di dada nya.


dua orang tersebut berjalan dan sangat jelas terlihat kalau gadis yang diajak tadi sedikit bingung dan seolah enggan diajak ....tapi terlihat bahwa laki - laki tersebut menarik tangan angan gadis tersebut dengan kasar.


Di dalam lift.....


Bang Antoni ..... Sinta mau dibawa kemana bang..... kata gadis yang bernama Sinta bertanya sambil menunjukkan raut muka ketakutan.


Sudah jangan banyak tanya, kamu ikut Abang saja gak usah protes.....ingat tubuhmu sudah Abang beli dari ayah mu....


Bang jangan bang...Sinta mau pulang bang, kata Sinta memegang tangan Antoni dengan memohon...


Ha...ha.... mau pulang katamu ayahmu saja sudah menjual kamu dan perlu kamu tahu hargamu itu mahal jadi jangan mengecewakan abang...

__ADS_1


Diam dan menurut.....kata Antoni membentak Sinta.


Masuk..... !!!


Sinta sambil takut akhirnya masuk kedalam kamar yang sudah di booking tadi.


Dimeja Resepsionis hotel Dion menelpon seseorang....


Halo...selamat sore pak , melapor ada sedikit keganjilan yang terjadi dengan tamu dikamar 109 lantai 3 pak...


Hal apa yang mencurigakan .... kata orang yang ditelp Dion...


Dia datang dengan seorang gadis yang masih mengenakan pakaian seragam sekolah ( SMA ) dan sepertinya gadis tersebut ketakutan pak....


Baik, kamu minta security mengawasi kamar tersebut dan kamu siapkan rekaman CCTV saya akan meluncur ke lokasi, tunggu Saay datang.


Baik pak Mike, terima kasih


Didalam kamar hotel 109 🏨


Buka baju kamu..... kata Antoni dengan nafas yang sudah tidak bisa dikontrol karena melihat Sinta yang memiliki tubuh yang sintal sekalipun masih terbalut seragam.


Gak mau bang....kata Sints sambil mundur ketakutan.


Kamu buka sendiri tau aku yang membuka...


Jangan bang...ampun bang.... kata Sinta yang terus memohon dan menangis ....


Tapi semua itu tak dihiraukan oleh Antoni justru tangisan dan permohonan sinta membuat adrenalin antoni terpancing sehingga dia semakin mendekat ....dengan tatapan yang haus menginginkan gadis didepannya.

__ADS_1


Bang ....jangan bang..... sambil memegang tangan Antoni yang akan menarik baju atasan Sinta...


Srek.....srek.....


( suara baju ditarik dan sobek )


Akh..... teriak Sinta sambil menutupi kedua asetnya dengan tangan nya dan berlari menghindar....tetapi kalah cepat Antoni menarik pinggang Sinta dan memeluknya erat sambil menjilati leher Sinta dengan gairah.


Ha...ha.... kamu tidak akan bisa lolos, setelah aku cicipi tubuhmu....siap - siap lah malam ini akan ada yang memakai tubuh mu dan dibayar dengan bayaran yang tinggi.


ha...ha....


Sinta meronta dan menyikut dada Antoni sehingga dia bisa lepas dari Antoni, lalu Sinta lari dan mengangkat vas bunga yang ada di meja pojok kamar dan melemparkan nya ke arah Antoni.


Tapi Antoni dengan santai dan mudah menghindari lemparan Sinta.


Dan langkah Antoni makin mendekati Sinta, sambil terkekeh.....menunjukkan muka devil nya dana seringai nya kepada Sinta.


Sinta makin gemetar dan air mata tidak berhenti mengalir dipipi mulusnya... dan dia berteriak minta tolong....


Antoni menarik tangan Sinta dengan kasar dan menggendong tubuh sinta seperti menggendong karung beras diatas bahu nya.


Sinta terus memberontak tapi jelas tenaga nya tidak sekuat tenaga Antoni yang memiliki tubuh atletis.


Antoni membanting tubuh Sinta diatas tempat tidur dan Sinta bergerak mundur tapi tubuhnya terpojok di atas tempat tidur tanpa bisa memberontak lagi.


Antoni dengan cepat menarik kedua kaki Sinta...ampun bang teriaknya... jangan bang...


Hi...ngeri sekali ya gaes.....

__ADS_1


👉👉👉


__ADS_2