
Eshi berusaha menekan perasaan anehnya yang tiba-tiba menghantam, dia fikir mungkin ada yang salah dengan dirinya, bisa jadi efek terlalu banyak mendengarkan audio novel dari kisah-kisah percintaan yang oleh salah satu dubber kesayangan nya.
"Aku cukup Salut, saat tuan bisa menyebutkan nama ku dengan begitu gamblang, seolah-olah tuan begitu kenal siapa diri ku"
Eshi berkata sambil menaikkan ujung bibirnya.
Biyon hanya mengulas senyuman.
"Aku cukup mengenali kamu dengan baik"
Eshi tampak mencibir dalam hati, dia fikir semua laki-laki itu sama saja, kenal tidak kenal akan bicara dengan gaya yang begitu gombal, bahkan berakhir pada kata pura-pura cinta demi pundi-pundi yang ada di kantong nya.
Seolah-olah tahu apa yang difikirkan eshi, laki-laki itu berkata.
"Mari masuk ke inti pembicaraan nya, aku mengajukan sebuah kesepakatan"
"Katakan"
Eshi bicara sambil berusaha meraba meja depan lantas menyentuh cangkir tehnya secara perlahan.
Bola mata biyon mencoba menelusuri gerakan tangan eshi.
"Aku tidak suka pernikahan pura-pura yang terlalu menguntungkan pihak perempuan, ketika kamu menawarkan seseorang untuk menikahi mu dengan imbalan yang begitu mahal, aku juga bersedia menerima nya dengan imbalan yang begitu mahal"
__ADS_1
Eshi mencoba terus mendengarkan, gadis itu menyesap minuman nya beberapa waktu.
"Bukankah Kamu butuh pasangan yang pintar untuk bisa membuat kamu naik ke De legrand company? dengan memilih ku jelas merupakan pilihan yang tepat, akan cukup memberikan banyak keuntungan untuk diri mu ketika semua orang tahu siapa yang akan menjadi suami kamu"
"La Vouge company, ketika kamu membawa nama perusahaan milik ku bukan kah akan sangat memudahkan kamu untuk menguasai seluruh kekayaan De legrand company hanya dalam sekali kedipan?pada saat rapat resmi pemegang perusahaan berlaku akan jelas terlihat siapa yang akan tersingkirkan saat itu di antara kamu dan saudara tiri kamu"
Biyon bicara sambil ikut menyesap cappucino mocca milik nya.
Eshi hanya menaikkan ujung bibirnya.
"Aku cukup heran saat orang sehebat dan sekaya kamu mau menikah dengan ku dan membantu aku naik ke atas, setidaknya pasti ada sistem keuntungan lain yang kamu ingin dapatkan didalam kontrak nya!"
"Bukan kah didalam kehidupan orang-orang seperti kita hanya menerapkan dua prinsip? untung dan rugi? tapi yang jelas aku sedang tidak memikirkan soal keuntungan materi"
"Jika kamu menikahi orang yang menginginkan materi mu, maka bersiap-siaplah dia akan memanfaatkan diri mu, bisa jadi tiba-tiba hari kematian mu menjadi semakin dekat karena rencana tidak terduga dari suami bayaran mu"
"Kamu tahu? realita nya seekor anjing akan menjadi jinak ketika kamu rutin memberinya makan, tapi dia mulai menggigit ketika kamu menjadi kasar dan mulai membuangnya"
Seketika eshi menelan Saliva nya, dia meletakkan gelas nya secara perlahan di atas meja.
"Kesepakatan apa yang kamu inginkan?"
Alih-alih menjawab lebih dulu, biyon berusaha memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Aku bukan type laki-laki yang suka terikat, tapi terkadang desakan datang dari keluarga untuk membuat sebuah ikatan agar mendapatkan sesuatu yang mereka harapkan"
Eshi mencoba kembali meraih cangkir teh nya, mencoba kembali meminum teh nya secara perlahan.
"Jika kamu ingin naik ke De legrand company dengan mudah untuk mendapatkan pengakuan sah nya, maka aku ingin penerus untuk la Vouge company dari rahim mu secara sehat dan sempurna"
Seketika eshi terbatuk-batuk mendengar ucapan biyon.
"Ya?"
Biyon tampak menaikkan ujung bibirnya.
"Tidak ada pernikahan kontrak, tidak ada tempat tinggal terpisah, aku ingin kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang setara"
Lantas biyon berdiri dari tempat duduknya, berjalan mendekati eshi. laki-laki itu tampak berjongkok lantas berbisik disamping eshi.
"Fikirkan lah kembali, itu tidak akan merugikan kesepakatan nya, aku tidak minta sepeserpun dari De legrand company dan kamu bisa mendapatkan seluruh hak la Vouge company dari anak-anak kita"
Eshi masih berusaha menahan batuknya, suara laki-laki benar-benar terdengar tidak asing di balik telinga nya.
"Aku menunggu jawaban nya dalam 2*24 jam di mulai dari sekarang"
Setelah kembali membisikkan kata-kata itu, biyon langsung berdiri tegap dari posisi nya lantas berjalan menjauhi gadis itu secara perlahan.
__ADS_1
Eshi masih berusaha menekan-nekan dada nya, berusaha untuk berhenti dari batuk nya yang tidak mau berhenti sejak tadi.