Sang Iblis Dan Gadis Malaikat "Pencarian 1000 Tahun Ke Dunia Manusia"

Sang Iblis Dan Gadis Malaikat "Pencarian 1000 Tahun Ke Dunia Manusia"
Seseorang yang akan menjemput nya


__ADS_3

Saat eshi berjalan masuk kedalam rumah itu, seketika pintu rumah itu tertutup dengan sempurna sedang kan Ken menatap khawatir ke arah dalam, cukup cemas melepaskan sang nona seorang diri, tapi apalah daya dia tahu betul bagaimana sifat keras Nona nya, tidak ada yang bisa mengalahkan dan meluluh kan perasaan sang nona, sekalinya dia berkata A maka jangan pernah bermimpi untuk menjadi B.


Seketika saat langkah kaki eshi menapak satu persatu pada lantai rumah tersebut, ruangan itu berubah drastis menjadi begitu suram.


Meskipun buta,eshi masih bisa tahu dimana tempat terang dan Dimana tempat yang gelap.



"Apa kita harus masuk sejauh mungkin? aku fikir kita bisa membicarakan semua nya disini"


Ucap eshi kemudian mencoba untuk membuat jarak, menghentikan langkah kakinya dan memegang erat tongkat nya,tangan gadis itu seolah siap untuk bergerak menekan tombol di samping tongkat miliknya.


Tidak tahu kenapa tiba-tiba rasa cemas menyerang dirinya.


"Jangan khawatir nona, kamu tahu? tidak baik bicara sambil berdiri didepan pintu"


Laki-laki itu bicara sambil menatap tajam ke arah eshi.


Seketika ruangan berubah kembali menjadi normal.


Eshi bisa merasa suasana menjadi terang kembali.


Gadis itu berusaha untuk melangkah kembali.


Tapi saat dia melangkah kembali lagi-lagi ruangan berubah secara perlahan.



Menjadi seperti satu hutan kelam yang menumbuhkan pohon dengan akar-akar raksasanya.


Laki-laki disampingnya tiba-tiba mulai ikut berubah, bola matanya menjadi begitu mengerikan.



Eshi bisa merasakan hawa berbeda disana sekarang, Seketika eshi mengerutkan keningnya, dia kembali menghentikan langkahnya Secara perlahan.

__ADS_1


"Siapa kamu yang sebenarnya?"


Laki-laki itu menyeringai.


"Selamat datang kembali nona Freya"


Suara laki-laki itu terdengar begitu mengerikan dan sosoknya seketika menjadi membesar secara perlahan.


Mendengar ucapan laki-laki itu sontak Eshi membeku.


"Ya?"


******


Biyon tampak fokus dengan pekerjaan nya sejak tadi, beberapa kali gadis di hadapannya itu yang sering orang-orang di kantor itu bilang adalah asisten sekaligus sekretaris nya hampir seperti pasangan yang luar biasa terus mondar-mandir membawakan apa yang di inginkan laki-laki itu tapi tetap saja salah.


"Aku fikir ada yang salah dengan kamu hari ini"


Oceh gadis kesal sambil meletakkan nampan kecil berisi makanan di atas meja sofa.


Biyon tidak begitu peduli ocehan gadis itu,dia tetap fokus menghadap laptop nya dan terus menggerakkan jemarinya disana.


"Apa aku harus menghisap darah seseorang untuk hidup seperti drakula, kirei?"


Tanya laki-laki itu tanpa memberikan senyuman.


"Kamu bukan seorang drakula, jangan bercanda"


Gadis yang dipanggil kirei menghempas kan kasar tubuhnya ke atas kursi sofa.


"Kau tidak menghitung berapa kali aku mondar-mandir mencari makanan untuk kamu? aku fikir yang kamu butuhkan bukan makan saat ini, tapi refleksi otak agar menjadi sedikit tenang, Eshi membuat diri mu menjadi kacau"


Oceh kirei kemudian.


Sejenak biyon menghentikan gerakan tangannya, dia menoleh ke arah gadis itu.

__ADS_1


"Dia tidak menghubungi mu atau untie Helen?"


Kirei menggeleng pelan.


"Ternyata di kehidupan kali ini dia terlahir begitu keras kepala"


"Sekretaris nya bilang dia sedang menemui laki-laki lain di hutan sisi Utara Prancis"


Omel kirei sambil memejamkan bola matanya.


"Ya?"


Biyon jelas terkejut.


"Kamu bilang apa?"


Saat biyon menanyakan itu, tiba-tiba ruangan mereka bergetar dengan hebat.


Seketika kirei membuka bola matanya, dia dan biyon tampak saling menoleh antara satu dengan yang lain nya.


"Taran mengirim orang untuk mengambilnya"


Ucap kirei lantas langsung berdiri dari duduknya.


"Oh shi..t"


Biyon mengumpat, secepat kilat laki-laki itu menghilang begitu saja dari hadapan kirei seperti angin.


*******


Kemarilaharilah"


Laki-laki dihadapan Eshi bicara cepat, mengulurkan tangannya agar di raih oleh eshi.


__ADS_1


Sejenak Eshi diam tidak bergeming, suara laki-laki itu jelas mendominasi, terdengar begitu mengerikan di balik telinga nya saat ini.


__ADS_2