
Eshi Tampa meremas telapak tangannya sejenak, ucapan laki-laki itu cukup membuat dia terkejut.
"Ken, apa tidak ada kandidat lainnya?"
Eshi bertanya cepat kearah sang asisten juga sekretaris kepercayaan nya itu.
"Setelah diseleksi hanya tuan biyon yang paling pantas mendapatkan kesepakatan nya, yang lain cukup meragukan, mereka hanya ingin memanfaatkan nona semata"
Jawab laki-laki yang dipanggil Ken itu.
"Ah iya ada 1 tapi aku tidak begitu yakin laki-laki itu orang baik"
Perempuan di samping Ken bicara cepat.
Secepat kilat Ken melotot ke arah gadis itu, seketika gadis itu menyentuh pelan tengkuknya.
"Lupakan saja, image laki-laki itu...."
Ken buru-buru menyela, namun belum selesai menjelaskan, eshi buru-buru menyela.
"Pertemukan aku dengan nya"
"Tapi nona, image nya soal...."
"Kita lihat setelah ini"
Ken tampak diam, yah siapa yang berani membantah nona nya? gadis ini bisa melakukan apa saja sesuai keinginan nya, bahkan bisa memecat dirinya, eshi ketika marah bisa membuat Ken tidak bisa bernafas dengan baik, padahal setiap kali Ken memberikan wanti-wanti demi keselamatan sang nona.
__ADS_1
Ken ingin berkata, image laki-laki itu soal perempuan begitu buruk, dia jelas tidak merekomendasikan laki-laki itu saat ini, tapi sang penjaga setia nona nya kelepasan bicara soal laki-laki itu.
"Aku lupa"
Gadis itu bicara pelan penuh penyesalan.
********
Pertemuan dengan laki-laki itu cukup tidak menguntungkan, mereka harus menemui laki-laki itu di sebuah rumah tua yang lama tidak di huni, Ken jelas keberatan namun eshi bersikeras untuk menemui laki-laki itu, mencoba mendengarkan penawaran nya dan bernegosiasi.
Perdebatan panjang sempat terjadi, saat kemarahan sang nona membuncah, sebuah lemparan asbak kaca mengenai ujung keningnya, Ken hanya bisa menarik nafasnya pelan, menatap khawatir ke arah gadis itu.
"Apa kamu tidak bisa bicara menggunakan otak mu sebelum menyebutkan nya pada nona eshi, Hilda?"
Ken jelas begitu marah menatap gadis yang ada dihadapan nya itu.
"Maafkan aku"
Dia si ceroboh yang tidak bisa menyimpan rahasia, dan ini benar-benar membuat dirinya terkadang membenci dirinya sendiri.
Ingin sekali Hilda membantu membalut luka laki-laki itu, tapi apalah daya Ken memang begitu membenci sikap ceroboh nya sejak dulu.
"Kau tahu? jika sesuatu yang buruk terjadi, aku pasti kan kali ini benar-benar akan menendang mu keluar dari mansion utama de legrand"
Ken bicara sambil memperingati Hilda, secepat kilat membuang pandangannya dan mencoba mengejar langkah nona nya.
Perjalanan mereka cukup panjang hingga akhirnya Mobil Mereka memasuki area rumah besar dengan model bangunan lama, sejenak Ken mencoba menepikan mobilnya, menatap tidak nyaman ke arah pintu besar, seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan tampak menatap tajam ke arah mereka.
__ADS_1
Bahkan saat dia dan nona eshi nya turun, laki-laki itu terlihat menatap sang nona dengan pandangan yang begitu mengerikan, layaknya monster yang siap menerkam mangsanya.
"Aku fikir sebaik nya nona batalkan saja"
Ucap Ken sambil berusaha untuk menyakinkan sang nona nya, jika firasat buruk nya kali ini seolah-olah semua hal buruk akan terjadi kedepannya.
"Apa kita harus berdebat kembali, Ken?"
Tanya eshi sambil menghentikan langkah kakinya.
"Tidak, nona"
Mereka terus berjalan hingga kehadapan laki-laki itu, lantas secara perlahan Ken menundukkan kepalanya.
"Bisa kami bicara 4 mata? Kamu bisa menunggu sebentar di luar, tuan"
Laki-laki itu bicara cepat sambil menoleh ke arah Ken dan eshi secara bergantian.
"Aku fikir kita bisa bicara langsung bersama didalam, tuan"
Ucap Ken cepat.
"5 menit tidak lebih"
Eshi tiba-tiba mengeluarkan suara nya.
"Tunggulah didepan dalam waktu 5 menit"
__ADS_1
Sejenak Ken menelan Saliva nya, laki-laki itu menghela kasar nafasnya.
"Baik nona"