
"Shaciiii....!!!!
teriakan keras suara cowok yang memanggilnya.suara yang sangat dikenal shaci iapun menghentikan langhkahnya.dan menoleh kearah belakang tubuhnya,sambil tersenyum
"cepatlah...kau telat lagi dan lagi,!ujar shaci
sambil membelai manja rambut pacarnya itu,Shiwan membalas
"maaf ya yank,aku tadi bangunnya kesiangan"
"hmmm...alesan aja,bilang aja malem kamu abis begadang nonton bola"ujar shaci yang sangat tahu watak dan kebiaasaan pacarnya itu.
shiwan hanya mengusap-ngusap kepalanya sambil nyengir membenarkan perkataan pacarnya.
"dah akh yukk cepet masuk ntar kita bisa dihukum lhoo."ajak shiwan sambil memegang tangan shaci,dan berjalan masuk ke sekolah
"ya kamu aja yang dihukum,aku mah engga kan aku bukan siswa disekolah ini lagi.."kamu kayaknya belum ikhlas ya keluar dari sekolah ini.seneng banget sih dihukum sama pak tedy"ledek shaci
shiwan hanya tersenyum.kemudian berkata
"ya tentu aja aku seneng kalo dihukum sama pak tedy,kan dihukum nya bareng sama kamu yank, jadi kita bisa pacaran deh,,,"hehehe..
"ikhh...apaan sih kamu yank,lebayy tau"
kemudian shaci dan shiwan menuju ke kantor sekolah SMA mereka.untuk tanda tangan dan cap 3 jari untuk ijazah kelulusan.
Pak Ali kepala sekolah mereka pun mengucapkan selamat.
"selamat ya shiwan,Shaci"
"terima kasih pak."balas mereka berbarengan
"oiya bapak sampai lupa mau bilang sama kalian berdua kalau nanti nikah jangan lupa ya undang bapak"ucap
pak Ali menggoda mereka berdua.
Shaci dan Shiwan memang dulu sangat terkenal di SMA mereka sebagai couple goals,apalagi mereka berdua sudah berpacaran sejak dibangku SMP.
shiwan dan Shaci yang mendengarnya hanya tertawa.kecil
"akh bapak nih bisa aja.."masih jauh lah pak ke arah sana,kami mau kuliah dulu..."jawab Shaci tersenyum malu,apalagi diruangan itu bukan hanya mereka bertiga saja yang ada,tapi para gueu yang lain nya.
tiba tiba pak Mul guru Bahasa Indonesia mereka ikut mengobrol
__ADS_1
"kelamaan,,kalian berduakan udah 6tahun pacaran,mending cepet2 dihalalin...."pak Mul tertawa...
Rupanya Bu Endang guru Fisika mereka ikut berbicara dan merasa keberatan.
"hushhh....enak aja,engga ibu ga setuju sama pak Mul,bener kata Shaci mereka harus kuliah dulu.."
Shaci dan Shiwan pun saling berpandangan mereka jadi merasa tak nyaman ketika para guru guru mereka malah membahas soal nikah kepada mereka,alih-alih bertanya akan kuliah dimana.Segera saja Mereka berdua pun pamit meninggalkan ruangan tersebut.
Shaci menunggu di depan gerbang sekolah,Shiwan berjalan menuju tempat parkir motornya.kemudian Shaci duduk di belakang Shiwan.Dan meninggalkan sekolah.
disepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam.Shaci merasa Shiwan telah melupakan sesuatu.entah mengapa kesal pada Shiwan.Ia pun berguman dalam hati
"hmmm...sepertinya SHiwan lupa kalau hari ini ulang tahunku".kenapa dia diam saja?cuek ngga biasanya?atau..??? jangan-jangan Shiwan selingkuh dibelakang aku???
"ya ampuuunn..."guman Shaci sembari memukul-mukul dahinya.
"Shaci..Shaci kamu kenapa jadi ngelintur kayak gitu sih pikiran nya"pikirnya tersadar.
Shiwan bukan pria yang mudah suka sama Cewek.Tapi dia cowok tipe yang setia dengan satu pasangan saja.kalau dipikir- pikir sebenarnya Shiwan terlalu sempurna untuk Shaci.Shiwan memiliki visual seperti layaknya sang idol yang sekarang- sekarang ini sangat digandrungi.wajahnya tampan berpostur tinggi dan berkulit putih...apalagi ditambah senyuman nya yang manis..tak heran bila di sekolah Shiwan sangat diidolakan,dulu saat hari valentine pun Shiwan banyak menerima hadiah dari cewek cewek disekolahnya maupun dari luar sekolahnya.Meskipun mereka tahu jika Shiwan sudah punya pacar.
Saat itu Shaci merasa beruntung karena menjadi wanita satu-satunya yang ada di hati shiwan.Entah apa yang dilihat Shiwan darinya.
Menurut Shaci dia hanya gadis yang berpenampilan biasa biasa saja.
"yank,kamu laper ga?"tiba tiba ucapan Shiwan mengaburkan lamunan nya.
"kamu ngelamun ya????hayooo..???lagi ngelamunin apa ???ledek Shiwan
"ngga.. tuh,orang lagi nahan haus tau....panas banget y yank..tumben banget hari ini hot....!sahut nya.
"makanya aku mau ngajak kamu makan yuk...ditempat biasa"ajak shiwan.Shacipun mengiyakan .
Kemudian mereka berdua telah sampai di kafe favorit.dimana kafe itu adalah saksi bisu kisah cinta Shaci dan Shiwan.
"yank kamu duluan masuk aja y,aku mau ke toilet dulu y,udah ga tahan nih daritadi nahan pipis,"ucap Shiwan..
"iya...kamu nih yank kebiasaan banget sih nahan nahan pipis itu ga bagus tau ..." balas Shaci setengah menasehati..
"hehe..ya sayang maaf ya lupa abis udah kebiasaan sih..."
Setelah itu mereka duduk dan segera memesan menu favorit chicken karage dan ice cream cokelat.Mereka berdua sangat menikmati makanannya.Shiwan memandangi wajah pacarnya yang asyik menikmati es krim coklat kesukaanya.Tiba tiba saja ia teringat kata kata pak Mul
"Apa sebaiknya lulus SMA aku nikah saja y...aku ga mau nanti pas dikampus Shaci ditaksir orang..."pikirnya sebegitunya Shiwan ngebucin pada Shaci.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun panda ku sayang.....!
shiwan pun lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.Dan memperlihatkan pada Shaci
Shaci sangat terkejut sekaligus senang melihat sebuah kotak kecil ditangan Shiwan yang berisikan sepasang cincin...Shaci terharu dan wajahnya pun berubah sumringah..tak disangka ternyata diam diam Shiwan sudah menyiapkan kado ulang tahun nya.Tapi kali ini berbeda tidak seperti tahun-tahun yang lalu.
"gimana sayang kamu suka ga ??? tanya shiwan senang
Shaci mengangguk,dan lagi lagi dia sangat bahagia sungguh ulang tahun kali ini buatnya sangat berbeda dari biasanya.
"sukaaa..suka pake banget malah yank."kamu tuh penuh kejutan ya yank...aku pikir kamu lupa ulang tahun aku...makasih ya yank"ujarnya lagi sambil melihat sepasang cincin yang berukir inisial huruf depan nama mereka.
"ya aampuun sayank sampai segitunya kamu punya pikiran kayak gitu ya nggak lah...masa ulangtahun pacarnya sendiri dilupain...."ujar shiwan sambil mencium kening shaci dengan lembut..
shaci yang mendapatkan perlakuan manis dari Shiwan pun lagi lagi hanya tersenyum...
"Aku mau ngomong serius sama kamu yank..."ucalp shiwan
shaci yang sejak tadi hanya memandangi cincin pemberian shiwan pun menyahut
"ngomong serius apa yank..??ngomong aja
shiwan pun bersikap serius lalu memegangi kedua bahu Shaci yang kini dihadapan nya..Shiwan menatap penuh arti..
"Aku memikirkan ucapan nya pak Mul,kita sudah pacaran 6 tahun,kalo pacaran lagi sampai kuliah kayaknya malah semakin kelamaan kan yank..ga bagus malah takut nanti kita malah bubaran,apalagi kita kan tau dunia SMA ama dunia kampus beda.juga aku takut nanti kalau ternyata kita ga kuliah dikampus yang sama,AKU takut kamu nanti lirik cowok yang lebih ganteng dari aku....trus kamu minta putus sama aku yank...."
Shaci yg mendengarnya pun kaget bisa bisanya Shiwan bilang seperti itu
"ya ampuun sayanggg..kok kamu punya pikiran jauh ke arah sana sih ya ngga lha...mana mungkin ada cowok yang......"shaci tak meneruskan ucapannya.
"Makanya yank,aku udah putuskan untuk segera nikahin kamu ...mau halalin hubungan kita,biar orang tua kita juga tenang dan ga was was kalo kita gy berduaan...."
Shaci benar benar dibuat kaget bercampur memuji keberanian Shiwan yang mengajaknya menikah.Secara menurutnya Shiwan barulah berusia 17 tahun,Sama seperti dirinya.dan lagipula pikiran juga belum matang. .
"sayang,,kamu lagi ga nge-prank aku kan???kamu cuma bercanda kan??? tanya Shaci dengan wajah yang serius..
"ya ga lha sayank....masak aku bercanda sih,kan kamu udah tau aku kyak gimana,Saat aku bercanda,SAat lagi serius....Aku mau kamu jadi teman hidup aku selamanya,sampai kakek nenek..."
Shaci terharu mendengar semua yang dikatakan Shiwan.bahkan dia sampai menangis..tersentuh dengan kesungguhan pacarnya.Sebenarnya tak masalah bila Shaci menikah muda,hanya saja ia memikirkan bagaimana reaksi keluarganya bila ia mengutarakan keinginan nya..
"bagaimana yank,kamu mau kan??toh jaman sekarang kan enak setelah nikah kamu bisa lanjutin kuliah,aku ga bakal ngatur -ngatur kamu..walau sudah jadi istri aku nanti..."
Shaci terdiam..
__ADS_1
"beri aku waktu ya yank...aku ga bisa jawab sekarang juga kita harus minta persetujuan sama orang tua kita masing masing"
"hmmmm....Shiwan menghela nafas panjang...agak sedikit kecewa dengan jawaban pacarnya itu.tapi ia akan bersabar toh baginya Shaci adalah jodohnya ....