
**Shaci begitu bahagia saat ini,Sama sekali tak pernah terbayangkan olehnya bila sebentar lagi ia akan menyandang status istri Shiwan diusianya yang baru 17 tahun.Ia anggap ini adalah kado yang paling terindah yang ia terima selama hidupnya.
Shaci menghubungi Nadia sahabatnya,Ia ingin mengundang Nadia untuk menjadi saksi pernikahannya nanti.Nadia yang mendengarnya ikut bahagia dan mendo'akan Shaci,tentu saja ia pasti akan datang dihari pernikahannya.
"Kenapa kau dan Shiwan hanya ingin menikah saja tanpa resepsi?"Tanya Silvi.Saat ini Shaci dirumah sedang sibuk mempersiapkan pernikahanya.seperti sekarang yang saat ini ia kerjakan menyiapkan berkas-berkas untuk ia bawa besok ke KUA,diruang tamu.
"Aku sudah bilangkan daripada uangnya dihabiskan untuk biaya pesta,lebih baik untuk masuk kuliah,"sahutnya
"Yaa..makanya jangan nikah dulu..."tambah Silvi lagi
"Nanti saja kita rayakan acara resepsi pernikahan yang mewah di hotel bintang lima"Ucap Shaci santai sambil memandang kakaknya
Silvi yang mendengarnya sumringah,ia begitu semangat"Nah begitu donk,kan keluarga Shiwan sangat kaya,Apalagi Shiwan itu satu-satunya putra tunggal dikeluarganya.pasti kedua orangtua nya ingin mengadakan pesta besar-besaran kan,?"Aku salut juga padamu dek,meski penampilan mu ini biasa- biasa saja,tapi Shiwan segitunya cinta mati sama kamu,tapi tunggu aku curiga jangan-jangan kalian berdua buru -buru menikah karena...?"
"Apaaa sih kak??? hmmm...jangan ngaco deh kalo ngomong itu,ya ga lha...kita berdua itu juga tahu batasan pacaran seperti apa,?"sahut Shaci
__ADS_1
"Ya kali aja dek,kakak kan cuma asal ngomong aja,ga beneran.Secara kalian pacaran itu kan udah lama banget,,jadi bohong banget kan kalo kalian berdua ini ga pernah "ngapa-ngapain".tambah Silvi
Shaci yang menyadari jika perkataan kakaknya itu semakin ngelantur lalu pergi meninggalkan kakaknya.Silvipun tertawa melihat Shaci kesal
"Dasar kakak kalo ngomong ga disaring dulu apa??..masak dia ga percaya sama adeknya sendiri..huhhhhh..."
******
Shiwan menemani mamanya ke butik,untuk memesan gaun pengantin untuk Shaci,sebelumnya sudah disepakati walau tidak menggelar resepsi,tapi mama Shiwan ingin melihat Anaknya berpenampilan istimewah dihari bersejarahnya nanti.
Mama sudah tidak kaget lagi melihatnya,biasa saja.Apalagi pemilik butik itu adalah teman mama.
"permisi,,,"ucap seorang pria paruh baya berpenampilan rapi menghampiri Shiwan yang sedang asik bernyanyi mendengarkan musik di headphonenya.
"Ya,,"sahut Shiwan heran
__ADS_1
pria itu tersenyum lalu memberikan sebuah kartu nama kepadanya.
"Suara Anda sangat merdu,wajah anda sangat tampan dan perfect.."tambahnya lagi
Shiwan yang keheranan lalu menerima kartu nama tersebut.
"terima kasih tuan,"sahutnya tersenyum
"Saya kebetulan sekali sedang mencari aktor untuk film yang akan saya produksi, begitu melihat anda, saya yakin andalah orangnya yang cocok."Ucapnya
Shiwan yang mendengarnya hanya tersenyum.entah sudah yang ke berapa kali ia mendapat tawaran -tawaran seperti itu.Namun hal itu sama sekali tak menarik perhatian nya.
"Tapi maaf sebelumnya,Aku sama sekali tidak tertarik menjadi bintang film,permisi.."ucap Shiwan meninggalkan pria itu yang langsung terdiam mendengar reaksinya.
Shiwan menghampiri mamanya yang sedang melakukan pembayaran di kasir
__ADS_1
"Sudah selesai ma,"Tanya Shiwan lalu membawa tas belanjaan mama yang cukup banyak**