
pertemuan Ayla dan ayan
.
.
.
.
.
.
di percepat guys ke hari terakhir ujian.
pagi yang hangat matahari mulai menyinari bumi dengan sinarnya yang hangat.
nata: huaaaaaaa, nata menguap.
nata terbangun dari mimpi indahnya, ia membuka matanya dengan perlahan ia mengumpulkan nyawanya secara perlahan.
nata: huh, ini hari ujian terakhir menuju SMA hmm, sebentar lagi aku akan masuk SMA bersama Ayla, ucap nata sembari memutar bola matanya menatap kamarnya yang penuh dengan barang-barangnya sekaligus fotonya dan ayla.
nata: mengapa rasanya aku akan merindukan tempat dan suasana ini, ucap nata yang terus menatap seisi kamarnya.
nata: hais, sudahlah sebaiknya aku segera mandi, ucap nata yang beranjak tempat tidurnya menuju kamar mandi
sementara Ayla
kini Ayla sedang menyisir rambutnya sembari menatap hantu mesum melalui kacanya, ia merasa akan merindukan hantu mesum tapi kenapa!… seketika lamunan Ayla absur ketika ibunya memanggilnya
ibu: aylaaaaa...... kamu mau ke sekolah jam berapa ini udah mau siang......, teriak ibu Ayla yang meng absurkan lamunan Ayla.
Ayla: iya Bu iya, ucap Ayla.
Ayla: hei hantu mesum. ucap Ayla sembari menatap hantu mesum dengan tatapan sedih. entah kenapa rasanya Ayla akan kehilangan hantu mesum! sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku, ucap Ayla
hantu mesum: ada apa Ayla. ucap hantu mesum menatap Ayla.
Ayla: apa kau akan pergi, ucap Ayla menatap lekat hantu mesum.
hantu mesum: tidak, jawabnya singkat.
__ADS_1
Ayla: owh, ucap Ayla singkat pergi meninggalkan hantu mesum.
hantu mesum: dasar Ayla selalu saja aneh, ucap hantu mesum yang menatap kepergian Ayla. entah mengapa jastis merasa ada yang aneh dengan dirinya ia merasa tidak ingin jauh dari Ayla.
Ayla pun pergi ke dapur untuk bertemu dengan ibunya.
Ayla: ibu... ucap Ayla sembari memeluk ibunya dengan erat.
ibu Ayla: hmm, jawab ibu Ayla.
Ayla: hmm, kenapa aku merasa aku akan merindukan kalian berdua, ucap Ayla. ibu Ayla yang mendengar itu sudah mengetahui mengapa Ayla akan merasakan itu. itu karna sebentar lagi Ayla akan di ambil oleh ayan
ibu: sudahlah, itu mungkin hanyalah perasaanmu saja,ucap ibu Ayla yang melepaskan pelukan Ayla menatap Ayla lekat. ibu Ayla memegang ke dua pipi Ayla dengan lembut.
ibu: Ayla berjanjilah kau tak akan membenci ibu, ucap ibu Ayla mengusap ke dua pipi Ayla dengan lembut.
Ayla: kenapa, kenapa aku harus berjanji tidak akan membenci ibu!, ucap Ayla memegang tangan sang ibu yang memegang pipinya.
ibu: tidak, berjanjilah saja. ucap ibu Ayla memegang tangan Ayla.
Ayla: ahhh, baiklah, ucap Ayla tersenyum.
Ayla: ibu aku berangkat sekolah dulu pay pay, assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu. salam Ayla melambaikan tangannya kepada ibunya.
di tempat lain
Leo: sudah tuan semuanya sudah ku kerjakan tapi, kenapa dua orang bukannya yang akan sekolah di Korea hanyalah satu orang yaitu nona Ayla!, kenapa jadi dua orang!. ucap anak buah ayan.
ayan: ini bukan urusanmu, kerjakan saja apa yang ku suruh. ucap ayan menegaskan ucapannya.
Leo: baik tuan, ucap leo pergi menjalankan perintah ayan yang tak lain tuannya sendiri.
ayan: Ayla nazwa sebentar lagi kita akan bertemu, aku sudah tak sabar lagi melihat wajahmu yang cantik itu secara langsung, ucap ayan yang menatap foto ayla.
sementara Ayla
Ayla yang sekarang ini sedang berjalan menuju sekolah seperti biasa akan bertemu nata.
nata: Hay may indigo, ucap nata menyenggol Ayla.
Ayla: juga tuyul, ucap Ayla mengejek nata.
nata: hu'uh, masa iya imut-imut kek gini di samain Ama tuyul sih, ucap nata jengkel kepada nata.
Ayla yang mendengar itupun tertawa terbahak-bahak. Ayla menatap lekat wajah nata. dalam perjalanan kesekolah nata dan Ayla saling bergandengan seperti seorang adik kakak yang akan berpisah.
__ADS_1
sesampainya kesekolah Ayla dan nata melihat semua orang mengelilingi kantor sekolah. Ayla dan nata yang penasaran pun bertanya kepada Lara.
nata: Ra ada apaan sih kok rame banget dah di kantor! ucap nata bertanya.
lara: itu katanya sih ada dua siswi di sekolah kita yang dapat beasiswasekolah ke korea, ucap lara memberitahu.
Ayla: owh, ucap Ayla singkat.
dan tiba-tiba semua siswa-siswi di kaget kan dengan kedatangan mobil mewah kesekolah mereka. di dalam mobil itu keluar lelaki tampan, tinggi, hidung yang mancung, dagu yang runcing, dan berkulit putih yang tak lain adalah ayan.
ayan memutar kedua bola matanya untuk mencari seorang wanita yang tak lain adalah ayla, ia yang melihat Ayla kini sedang berdiri bersama nata pun menghampirinya.
ayan: Hay nama gua ayan, ucap ayan menjulurkan tangannya ke ayla. Ayla yang saat itu di tatap oleh semua teman-temannya pun tak menggubris ayan. ia malah pergi meninggalkan ayan bersama dengan nata.
ayan: yah, Ayla nazwa dan nata kalian berdua mendapatkan beasiswa sekolah ke Korea Selatan. ucap ayan dengan tegas. Ayla yang mendengar itupun tidak mempedulikannya ia malah pergi menuju kelasnya.
semua murid-murid yang melihat itupun sangat kaget bagaimanapun juga ia adalah seorang konglomerat yang sangat terkenal yang di tolak mentah-mentah oleh seorang indigo.
ayan yang tak di gubris Ayla bukannya marah ia malah semakin ingin secepatnya memiliki Ayla. ayan mengambil handphone nya dari dalam kantungnya untuk menelpon seseorang.
ayan: halo, ucap ayan menelpon seseorang.
ibu Ayla: iya ada apa lagi kau meneleponku. ucap ibu Ayla membentak ayan.
ayan: sabar dong ibu mertuaku tersayang, aku hanya ingin kau menyuruh anak kesayangan mu ah!.. bukan maksudku calon ibu dari anak-anakku untuk menerima tawaran beasiswa di Korea Selatan.
ibu: itu tidak mungkin aku tidak mau berpisah dengan Ayla, lagi pun Ayla tidak akan mau berpisah dengan nata. ucap ibu Ayla tegas.
ayan: yah, ibu mertuaku tersayang apa kau tidak takut aku akan memberi tau Ayla sebuah rahasia besar yang kau miliki dan satu lagi Ayla dan nata tidak akan berpisah. ucap ayan mengancam ibu Ayla.
ibu: ayan kau dan ayahmu memanglah iblis, iblis, iblis, iblis yang tidak mempunyai hati. ucap ibu Ayla mengutuk ayan.
ayan: yah, bagaimana dengan kau seorang ibu yang tega menjadikan anaknya sebagai tumbal dan kalaw tak ada ayah Ayla mungkin saat ini Ayla sudah menjadi seorang budak. ucap ayan.
ibu: sudah-sudah cukup cukup jangan katakan itu lagi hiks hiks, aku sangat menyesal telah menjadikan Ayla sebagai bahan taruhan. ucap ibu Ayla histeris menangis.
ayan: jadi lakukan apa yang ku suruh yah ibu mertuaku yang tersayang, kutunggu kabar baiknya. ucap ayan menutup teleponnya
__ADS_1
Tut Tut tut