
Aji pun mambuka puntu kamar sang kakek " krek " suara pintu kamar yang di buka aji
Aji pun sangat kaget dengan mata yang agak ter cengang karna isi kamar sang kakek yg begitu mistis.
Aji melihat sang kakek yang terbaring lemah di atas tempat tidur langsung menghampirinya sembari duduk di samping tempat tidur
"Kakek kenapa" tanya aji sembari memegang tangan kakek-nya
"Kakek tidak apa-apa nak" sahut sang kakek
"Ada pesan yang akan kakek sampaikan nak" lanjut sang kakek
"Pesan apa kek" jawab aji yang penasaran
***
Laksmana yang sudah mengetahui kondisi ayah yang sudah di ambang kematian,ia pun memberi tau sanak saudara yang lain untuk segera kerumah orang tuanya.
Setelah laksmana mengabari seluruh sanak saudara yang lain,tiba-tiba angin berhembus kencang"wusss."tak selang berapa lama,air berjatuhan dari langit,seolah-olah alampun bersedih atas kepergiannya.
"Bertanda apakah ini?" Dalam hati lakmana pun di selimuti pertannyan.
Tak sebeberapa lama lakmana bergumah dalam hati,saudara laksmana datang ke rumah orang tuanya."ada kita disuruh kesini" tannya salah seorang saudara.
"Sudah.ayo kita masuk dulu"ajak laksmana.mereka pun masuk dalam rumah,dan mereka pun duduk di ruang tamu.
"Ayo minum dulu,ini sidah di buatkan teh."ajak dewi sambil menyodorkan teh.
"Wah,makasih tante,enak nih,hujan-hujan minum teh"sahut salah satu anak dari kakak dari laksmana,yang memecahkan keheningan.
"Wah,keponakan tanten udah besar ya"sapaan dewi kepada keponakannya.
"Emangnya sekarang udah kelas berapa?"tanya dewi terhadap anak itu.
"Kelas enam SD tante"jawab ayu sembari terseyum manis kepada tante.
"Tante ke belakang dulu ya,dewi mau ikut apa gak?"tawaran dewi kepada ayu.
"Iya tante,ayu ikut"triak ayu mengikuti langkah dewi.
__ADS_1
***
"Lo kak,arif kok gak ikut?"tanya laksman kepada sang kakak.
"Masih di luar kota." Jawab sang kakak sembarai menghisap rokok yang ada di sela-sela jari.
"Loh belum libur semester ya?"tanya laksmana lagi kepada sang kakak.
"Ntah,katanya tugasnya banyak kok."sahut sang kakak.
"Ooh" jawab laksmana dengan anggukam kepala.
"apa kamu tau dengan keadan ayah?" Tanya laksmana.
"Ayah kenapa?" Jawab samsul kakak laksmana
Suasana menjadi lebih serius.
"Sepertinya ayah akan tiada" jawab laksmana.
"Ayah dimana?" dengan wajah panik samsul bertanya pada adiknya.
***
"Kakek ada sesuatu untukmu"kakek pun memejamkan mata sambil menghela nafas.
"tolong ambil dulu di kotak kayu yang ada di dalam lemari"sambung sang kakek.
Aji pun melangkah mengambil kotak "kreek" suara pintu almari yang di bukanya.
"Ini kek kotaknya" ucap aji yang memberikan kotak kayu pada kakek.
"Buka kotak kayu itu" suruh kakek pada aji.
Tanpa menjawab aji lantas membuka kotak itu,mata aji terprangah saat melihat isi kotak itu yang penuh pusaka.
"Apa ini kek?"tanya aji pada sang kakek
"Itu semua pusaka pengingalan leluhurmu"jelas kakek
__ADS_1
"Ambil salah satu yang kamu suka"lanjut kakek.
Aji kaget dengan ucapan sang kakek, aji menolak permintaan kakek
"Kamu harus mengambil satu pusaka itu karna itu sudah menjadi teradisi leluhur kita yang telah turun temurun sejak dulu"desak kakek.
Dengan berat hati aji mengambil sebuah kalung dari kotak kayu itu.
"Ini kek"jawab aji dengan menggegam sebuah kalung di tangannya.
"Apa kamu yakin mengambil kalung itu?"tanya sang kakek.
"Iyha kek"jawab aji seraya tersenyum kecil
"Sini kalungnya"kakek meninta kalung itu dan memakaikan nya pada aji.
"tok-tok" terdengar suara ketukan pintu kamar kakek
"Masuk" jawab kakek
"Krek" pintu terbuka ternyata paman aji yang mengetuk pintu, aji berdiri dan menghampiri pamanya.
"Eeh paman,silahkan duduk"sapaan aji kepada sang paman.pamannya pun hanya melempar kan seyuman kecil sembari melangkah menghampiri ayahnya.
"Apa bapak sudah menemukan wadah yang tepat?"tanya samsul kepada bapaknya.
"Kurasa sudah"jawab bapak.
"Apa mangsut bapak?"tanya samsul dengan wajah yang amat penasaran.
"Sudah lah,kau pasti akan tau sendiri"jawab bapak.
Aji yang mendengar percakapan kakek dan pamannya itu merasa kebingungan.
Dalam keheningan kakek berkata"sudah lah kalian keluar dulu,kakek mau istirahat"
"Iya kek" jawab aji,sembari mengembalikan kotak kedalam lemari.
Aji dan pamannya pun melangkah keluar dari kamar.
__ADS_1