Sang Penjaga

Sang Penjaga
kepergian sang kakek


__ADS_3

Tujuh hari setelah kematian sang kakek aji dan kedua orang tuanya kembali kekota,hari hari aji mulai berjalan normal seperti hari-hari yang lalu.


Tak terasa besok aji sudah sekolah lagi.aji pun mulai menyiap keperluan sekolah,setelah selesai,aji merasa letih,ia bergumah di dalam hati"badan kok capek banget,mandi kok kayaknya bisa nyegerin tubuh"


Aji bergegas mengambil handuk, dengan langkah santai ia langsung menuju kamar mandi, tiba-tiba terlihat seklebat bayangan yang mengagetkan aji "apa itu" sahut aji setelah melihat bayangan itu "ah mungkit itu cuma imajinasiku saja" timpal aji sembari melanjutkan langkahnya.


Pada saat aji asik mandi sambil bernyanyi,ia meras sedang di awasi oleh seseorang,padahal aji sedang mandi sendirian,aji yang sudah merasa ketakutan,ia bergegas menyudahi mandinya dengan cepat.setelah menyahut handuk dari gantungan aji langsung berlari ke kamarnya.


Sehabis ganti pakaian,aji bergegas mencari kedua orang tuanya"yah,bun.....kalian dimana?"triak aji memcari memanggil kedua


orang tua nya.


"disini" teriak ayah


aji berjalah menuju arah suara dengan langakah santai sembari membebahi dasi yang ia paka


"sini sarapan dulu ji" ajak dwi yang meyodorkan nasi ke aji


aji langsung duduk dan mengambil nasi yang diberikan dwi


"gimana ji? bukunya udah di siapkan?" tanya ayah pada aji yang tengah lahap menyantap sarapannya


"sudah yah" jawab aji yang tengah menelan makananya


"ya udah ayah,menyiapkan mobik dulu ya." sahut ayah


ayah langsung berjalan keluar rumah untuk menyiapkan mobil


tak selang beberapa lama terdengar suara deruman mesin mobil "brem brem brem"

__ADS_1


"sarapannya udah selesai ji" teriak ayah dari luar,


"udah siang lho cepet berangkat" tambah ayah


"iyha bentar yah" teriak aji yang tengah tergesa gesa menghampiru ayah nya


"ayo yah aji uadah sipa" seru aji pada ayahnya.


aji langsung duduk di samping ayahnya yg sudah menunggu di dalam mobil.


di tengah perjalanan aji mulai merasakan ada yang di jangkal di dalam mobilnya aji merasa ada yang aneh di bangku belakang mobil, tapi aji tidak menghiraukan hal itu.


tak terasa aji dan ayahnya sudah sampai di depan gerbang sekolah.


aji langsung turun dari mobil


"sekolah yang bener" timpal ayah nya,


ayah aji langsung memacu mobil menuju kantor ia bekerja.


sesampainya di sekolah,aji pun langsung pergi ke halaman sekolah untuk bersiap mengikuti apel.


Dari kejauhan aji melihat bayu yang sedang berjalah


"Bay" teriak aju yang memangil bayu


"Eh aji,ada apa ji" bayu berjalan menuju arah aji


"Gimana kabarnya,baik kan?tanya aji pada bayu

__ADS_1


"Baik ji,kabarmu gimana baik kan?bayu balik bertanya


"Baik juga bay"balas aji


"Gimana liburannya ji,seru ga ji" bayu bertanya lagi pada aji


"Kurang menyenangkan bay,kakek gue meningal,ya jadi gue harus kesana" jawab aji yang menundukan kepala mengenang kepergian kakeknya


"Turut berduka cita ya ji"ucap bayu yang menenangkan aji.


"Iya bay"jawab aji dengan agak lemah.


"Ngomong-ngomong,lo sekelas lagi sama gua kan" bayu kembali membuka percakapan


"Iyha nih bay" jawab aji.


***


Apel pun sudah dimulai,para murid sudah berbaris rapi dan diam untuk mendengarkan pidato kepala sekolah yang sudah ada di depan para murid.


 


"Para murid yang saya banggakan dan saya cintai,pada hari ini kita kembali memulai aktifitas belajar mengajar, pada tahun ajaran baru ini kita mendapat 150 siswa baru.


Di tengah tengah pidatoh kepala sekolah aji bergumah dalam hatinya "siswa baru hanya 150 siswa tapi kenapa terlihat lebih banyak siswa baru" aji merasa bingung dengan keadan ini.


Tak terasa apel sudah selesai para siswa mulai memasuki kelasnya masing masing


Untuk siswa baru masih di halam mengikuti ospek yang di adakan osis.

__ADS_1


__ADS_2