Sang Penyintas Dan Sistem

Sang Penyintas Dan Sistem
Bab 14 :Menghamburkan Uang!


__ADS_3

Tanpa emosi meninggalkan aula utama, Edward yang berada dalam kemarahan mendaki gudung di balakang klan.Duduk di puncak gunung, Edward dengan tenang menyaksikan gunung terjal yang jauh terselubung kabut. Di sana, di dalam kabut, ada Binatang Sihir kuat yang terkenal dari Jia Empire.


"Hehe, Linda Graham… Gadis kecil itu benar-benar percaya diri, dia tidak tahu siapa sebenarnya yang dia hadapi. Andai kekuatanku tidak tersedot habis di ruang dimensi, jika hanya Faksi Bulan Suci. Itu seperti semut di hadapanku!.".Dengan bahu yang melambai ke atas dan ke bawah, suara lelaki muda yang lembut dan keras itu bergema di atas puncak gunung, memenuhi udara dengan kemarahan.


Sambil menghela nafas, Edward mencoba untuk menengkan pikiranya. Tenang, dia masih punya sistem.


Hanya menghabiskan banyak uang dan dia akan memiliki sejumlah poin yang akan membuatnya tubuh kuat dalam waktu singkat.


Berfikir sampai di sini, Edward mencari sistem."Sistem, apa kau di sana?."


Ding!


[Sistem siap melayani Tuan.]


Suara sistem terdengar di kepala Edward.


Edward mengangguk lalu mengajukan pertanyaan."Sistem, aku ingin tahu. Metode apa yang bisa membuatku menembus Elit Petarung dalam waktu singkat?."


Hening!, setelah beberapa saat suara sistem terdengar.


Ding!


[Untuk bisa menerobos penghalang dari Tahap Sempurna ke Elit Petarung, Tuan membutuhkan Pil Tingkat 4 dan Pil Tingkat 3.]


Edward mengerutkan kening sebelum dia kembali bertanya."Pil apa itu?."


[Pil Siklon Spirit kelas tinggi dan Pil Lin Dan kelas menengah, Pil Siklon Spirit kelas tinggi akan secara otomatis merubah spirit di dalam tubuh tuan menjadi spirit murni dan tuan akan menyentuh penghalang Elit Petarung, sementara Pil Lin Dan kelas menengah akan mendorong spirit tuan untuk menembus penghalang.]


"Humm.."Mendengar penjelasan sistem, Edward merenung beberapa menit. Setelah sadar, dia berkata."Berapa harga Pil Siklon Spirit kelas tinggi dan Pil Lin Dan kelas menengah?."


Ding!


[Pil Siklon Spirit kelas tinggi 50 Poin Sistem dan Pil Lin Dan kelas menengah 30 Poin Sistem.]


Mendengar angka yang mahal, Edward hanya bisa tersenyum pahit. Tanpa sadar dia kembali teringat tawaran Linda yang akan memberinya 3 botol Pil Siklon Spirit.

__ADS_1


Edward segera menggelengkan kepalanya, itu tidak mungkin. Dia akan membuat gadis itu menyesal.


Edward secara acak melambaikan tanganya dan jubah hitam longgar muncul dari cincin penyimpananya.


Setelah hati-hati menutupi dirinya dengan jubah hitam, Edward segera melangkahkan kakinya menuruni gunung.


-


Javes City hidup sesuai dengan namanya sebagai salah satu kota besar di Jia Empire karena banyaknya orang yang tinggal di dalamnya. Meskipun matahari sedang turun, di jalanan panjang dan gang sempit masih ada ratusan bahkan ribuan orang yang berjalan, bahkan akan ada satu atau dua balapan aneh.


Mungkin itu karena Edward ada di sana dan entahlah, ini juga pertama kalinya dia keluar di siang hari.


Mengikuti ingatan pemilik tubuh sebenarnya, Edward mulai memasuki setiap tokoh dan memborong semua barang di sana tanpa penyisahkan satu-pun. Setiap kali Edward keluar dari toko, dia akan di antar oleh pemilik toko dengan wajah riang gembira.


Toko farmasi, toko alat perang dan toko-toko kecil lainya Edward masuki satu per satu dan keluar setelah membeli semua barang di toko itu.


Menelusuri jalan yang panjang, Edward akhirnya memasuki sebuah pasar terbesar di kota Javes. Situasi ramai dan suara-suara dari para pedagang yang menawarkan barang daganganya menggema di setiap sudur pasar.


Di kota Javes City ada beberapa pasar berukuran sedang dan semuanya dikendalikan oleh salah satu dari tiga klan. Pasar tempat Edward berada saat ini di bawah kendali klan Collin.


Meskipun berada di bawah kendali klan Collin, Klan Collin sebenarnya hanya menjaga ketertiban dan keamanan di pasar. Dan untuk kompensasi, baik itu tentara bayaran atau pedagang yang mendirikan kios, mereka harus membayar pajak kepada klan, ini adalah aturan Daratan Spirit untuk waktu yang lama dan jarang ada yang mencoba melawannya.


Segera setelah memasuki pasar, Edward dengan cepat membeli setiap barang yang di lihatnya tanpa berfikir. Untuk beberapa saat tidak ada yang menghiraukan Edward yang membeli barang dalam jumlah banyak tanpa berfikir, namun untuk waktu yang lama. Edward segera menjadi pusat perhatian.


Mereka bertanya-tanya, siapa orang kaya misterius ini?


Mereka sudah memperhatikan Edward, jika bisa di hitung. Edward mungkin sudah memborong 10 atau bahkan 30 toko yang ada di dalam pasar, dan barang-barang yang di belinya adalah hal acak atau bahkan sesuatu yang tidak berharga.


Edward sendiri tidak memperdulikan pemikiran orang-orang, dia terus menghambur-hamburkan uangnya. Bahkan beberapa pembeli menatap Edward dengan marah karena membeli sesuatu yang pembeli itu butuhkan.


Saat ini, Edward memasuki toko farmasi yang menjual bahan-bahan obat.


Pemilik toko tampak bersemangat, dia sudah melihat Edward memborong banyak barang di setiap toko dan ini adalah giliranya.


Edward menatap pemilik toko yang bersemangat denga sikap acuh tak acuh lalu berkata."Hitung harga semua barang di tokomu dan aku akan segera membayarnya."

__ADS_1


"Tentu."Mata pemilik toko berbinar, dia dengan cepat mengangguk lalu menghitung semua barang jualanya dengan hati-hati.


Edward berdiri tenang dengan tatapan menyapu toko, lalu Edward berhenti. Pandanganya jatuh pada sebuah pedang panjang tipis yang berkarat. Terlihat bahwa pedang itu telah tinggal dalam waktu yang lama dan tidak terawat.


Namun meski penampilanya tampak buruk, Edward merasakan sesuatu yang familiar dari pedang itu.


"Tuan, saya sudah selesai menghitungnya!."Suara pemilik toko mengalihkan perhatian Edward.


Dengan anggukkan, Edward betanya."Berapa?."


"12,000 ribu koin emas."Pemilik toko tersenyum.


Edward melambaikan tanganya, cincin ruang di jarinya berkedip dan 12,000 ribu koin emas muncul di atas meja.


"Terimakasih!."Pemilik toko berterimakasih lalu memasukkan semua koin emas itu ke dalam cincin penyimpananya.


"Bagaimana dengan itu?."Edward menunjuk pedang berkarat yang tergantung di dinding.


Pemilik itu mengikuti arah telunjuk Edward, ketika melihat pedang berkarat, pemilik itu mengerutkan kening dan bertanya dengan bingung."Apa tuan menginginkan pedang itu? tapi itu memiliki kualitas yang buruk dan juga sebagian dari bilahnya telah di tutupi karat. Itu benar-benar tidak layak untuk di gunakan."


"Berapa?."


"Ehh."Pemilik toko tampak bingung.


"Berapa kau akan menjualnya?."Edward mengulangi pertanyaanya.


Pemilik toko ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya berkata."Aku sebenarnya tidak ingin menjualnya karena itu adalah barang sampah, namun karena tuan memaksa. Aku akan memberikanya kepadamu 5 koin emas saja."


Edward tidak mengatakan hal yang tidak perlu lagi, setelah membayar. Edward memasukkan semua barang yang di belinya termasuk pedang berkarat di dalam cincin, setelah itu Edward melangkah keluar dari toko.


Menatap punggung Edward yang menjauh, pemilik toko gumam."Orang ini, apa dia punya dendam terhadap uang?."


-


-

__ADS_1


-


Bersambung.....


__ADS_2