
Setelah keluar dari rumah dagang primer, Edward langsung pulang di klan lalu masuk ke dalam kamarnya. Mengunci pintu, Edward menghembuskan nafas kasar.
Dia berdoa agar Rumah Dagang Primer bisa cepat mendapatkan bahan-bahan yang dia butuhkan untuk membuat Pil Cooler, jika tidak. Edward akan menjadi orang lumpuh yang tidak berguna.
Berfikir sampai di sini, Edward tiba-tiba teringkat dengan hadiah sistem yang memberinya keterampilan penempa.
Edward melambaikan tanganya dan pedang panjang berkarat muncul di tanganya.
Melihat pedang itu, wajah Edward tiba-tiba memiliki ekspresi terkejut.
Di pedang, dia melihat lapisan kabut putih yang menutupi bilahnya, dan itu semacam jaring yang memunculkan cela-cela ruang yang memungkinkan bagi Edward untuk melihat warna asli dari pedang.
Itu sebenarnya berwarna merah terang yang memberikan perasaan dingin dan menusuk, membuat siapapun menggigil karenanya.
Seakan di dorong oleh suatu pemikiran di kepalanya, Edward tanpa sadar membelai bilah pedang dan telapak tanganya secara misterius bersinar.
Ketika tangan Edward menyentuh bilah pedang, suara "tis-tis" seperti api yang di siram oleh air, mengeluarkan uap panas.
Kabut putih yang menutupi pedang dengan anehnya menghilang di mana tangan Edward di letakkan.
Mengelus bilah pedang dari bawah ke atas, cahaya merah samar bersinar, suhu di dalam kamar dengan cepat turun. Benda-benda di sekitar sepertinya telah menjadi beku karena penurunan suhu yang tiba-tiba. Namun itu tampaknya tidak berpengaruh bagi Edward.
Ketika kabut putih telah sepenuhnya menghilang, dia dapat melihat wujud sebenarnya dari pedang berkarat itu.
Alis Edward melompat karena terkejut bercampur kegembiraan, pedang itu, yang Edward beli secara acak ternyata memiliki tampilan yang sangat menarik.
Seluruh bilahnya berwarna merah terang yang memberikan kesan dingin dan tajam, gagangnya berbentuk kepala naga yang mengaung menantang langit.
"Ck,ckc..Benar-benar pedang yang cantik!."Melihat tampilan pedang merah terang di tanganya, Edward mengeluarkan pujian dengan tatapan kagum di matanya.
"Hei, siapa yang membangunkanku?."Saat Edward mengagumi benda di tanganya, suara lansia tiba-tiba terdengar.
Edward mengerutkan keningnya, dia menyapu pandanganya ke sekeliling dan tidak menemukan siapapun di sekitarnya.
"Bocah, jadi kau yang membangunkanku!."Kali ini, suara itu terdengar tidak senang karena sepertinya istirahatnya telah terganggu.
Edward semakin bingung, dia benar-benar tidak tahu darimana suara itu berasal, dan membangunkan. Siapa yang membangunkanmu?
"Nak, berhenti mencari! Aku di tanganmu."Mengetahui bahwa Edward belum mengetahui posisinya, suara itu dengan malas memberitahukan keberadaanya.
"Uahhh!!."Edward yang terkejut tanpa sadar meraung sementara dia melepaskan pedang di tanganya seolah-olah itu akan menggigitnya.
__ADS_1
"Pedang itu...Pedang itu berbicara!."Edward menunjuk pedang di lantai seolah-olah dia baru saja melihat hantu.
"Bocah, beraninya kau membuangku! Percaya atau tidak. Aku akan memotong-motong tubuhmu!."Di lempar dengan kasar ke lantai secara tiba-tiba membuat dia tidak senang dan meraung dalam kemarahan.
Ding!
[Harta kelas dewa :Pedang Pembela Semesta! Harta kelas ini telah membentuk kesadaranya sendiri dan tampaknya, Pedang Pembela Semesta ini telah lama membentuk kesadaran, itu terbukti bagaimana dia bersikap seperti orang tua.]
Suara sistem terdengar di kepala Edward, dia mengangguk dan melemparkan pandanganya ke arah pedang di lantai dan berkata."Apa maksudmu? Aku tidak membangunkanmu dan kau tiba-tiba bersuara, itu mengejutkanku!."
"Ck, bocah. Kau bisa menipu orang lain dengan kata-katamu tapi..."Mendengar ucapan Edward, suara dalam pedang itu berdecak dan beniat untuk memerahi lagi namun tiba-tiba ucapanya berhenti dan di ganti dengan erangan terkejut."..Hahhh, garis darah naga, bocah. Apa kamu keturunan orang itu?."
"Keturunan? Apa maksudmu?."Edward mengerutkan kening dan tidak mengerti dengan pertanyaan Pedang Pembela Semesta yang tiba-tiba.
"Aihhh, sudahlah. Sekarang katakan! Bagaimana kau membangunkanku?."Melihat kebingungan Edward, Pedang Pembela Semesta tidak menjelaskan lebih banyak lagi dan langsung masuk pada itinya.
"Aku tidak membangunkanmu! Aku hanya menghilangkan kabut putih yang menutupi bilah pedang yang membuat itu tampak berkarat!."Mendengar pertanyaan Pedang Pembela Semesta, Edward dengan cepat menyangkal tuduhan itu.
"Kau menghilangkan kabut putih niciring?....Jadi kamu seorang penempa?..."Suara tua dari pedang pembela semesta bergetar saat dia berseru dengan keterkejutan.
"Kabut putih niciring?."Edward mengerutkan kening lebih dalam, apa yang di katakan pedang pembela semesta adalah sesuatu yang baru baginya.
Ding!
Setelah di jelaskan oleh sistem, Edward akhirnya tahu. Ini menjelaskan mengapa harta tingkat tinggi seperti Pedang Pembela Semesta terlihat seperti benda rongsokan yang berkarat.
Menganggukkan kepalanya, Edward berkata."Ya, aku adalah seorang penempa!.."
"Hahahaha...Aku benar-benar beruntung memukan seorang penempa, akhirnya Niciring sialan itu tidak akan bisa lagi berbuat apa-apa kepadaku!."Tawa lansia Pedang Pembela Semesta menggema di dalam kamar itu, seolah-olah dia baru saja menemukan pelindung yang tepat.
"Hei, apa yang kamu katakan? Aku tidak ada niat memelihara kamu ok!."Mendengar tawa melengking dari Pedang Pembela Semesta pembuat Edward tidak bisa membatu tetapi menggelengkan kepalanya.
Tawa gembira yang di penuhi suka cita seketika berhenti, beberapa detik kemudian nada rendah bercampur kebingunan keluar."Apa maksudmu?..Kenapa kamu tidak ingin menyimpanku?.."
"Apa? Apa?..Semua yang aku katakan sangat jelas, aku tidak ingin menyimpanmu yang sudah kehilangan energi spirit. Aku tidak menyukai rongsokkan."Bibir Edward melengkung membentuk senyum mengejek.
"Dasar bocah busuk, meski niciring telah melahap sebagian besar spirit-ku. Tapi aku masih harta dewa, jika aku di beri waktu, Aku bisa menjadi berguna untukmu!.."Marah karena di sebut rongsokkan, pedang pembela semesta memerahi dengan suara keras.
"Aku tidak percaya, kecuali kamu menunjukkan kemampuanmu dan aku akan menilai apakah itu layak!."Edward tersenyum licik seperti rubah tua.
"Menghela nafas...Aku tidak bisa menunjukkan kepadamu, di lihat dari sudut manapun. Aku ini adalah pedang dan tidak bisa bergerak sendiri, jika kamu bocah ingin melihat kemampuanku. Kamu bisa mencoba aku dalam pertempuran, meski aku tidak sekuat dulu ketika bertarung bersama orang itu. Tapi kamu dapat yakin bahwa aku lebih baik dari pedang manapun!."Suara pedang pembela semesta di penuhi kesombongan dan arogansi ketika dia berusaha meyakinkan Edward.
__ADS_1
Edward meletakkan tanganya di dagunya, membuat ekpresi berfikir. Setelah jeda singkat, dia mengangguk."Baik, untuk saat ini. Kamu akan menjadi temanku. Namun jika kamu tidak berguna."Edward menunjukan wajah mengancam dan berkata dengan nada tegas."Aku akan membuangmu untuk menjadi makanan Niciring!.."
"Hahaha, boca kecil. Ketika saatnya tiba, kamu akan menyadari kemampuanku!."Pedang pembela semesta menghela nafas lega saat dia berkata dengan percaya diri.
Edward mengangguk, dia kemudian mengeluarkan kain hitam polos dan membungkus bilah pedang pembela semesta agar marah merah-nya tidak menarik banyak perhatian ketika berada di keramaian.
Tidak perduli apapun, tampilan pedang pembela semesta memang sangat menarik.
"Tunggu dulu bocah, untuk membuktikan niatku. Aku akan memberimu sesuatu!."Saat Edward membungkus bilah pedang pembela semesta, suara lansia menghentikanya dari kegiatanya.
"Oh, apa itu?."Mendengar bahwa pedang pembela semesta akan memberikanya sesuatu, Edward sedikit tertarik di dalam hatinya. Namun dia mempertahankan ekspresi tenang. Meski Edward tidak tahu apakah pedang cerewet ini bisa melihat wajahnya, namun Edward tidak ingin menunjukan banyak minatnya.
"Hehe, pemilik aku sebelumnya menyembunyikan dua teknik pertempuran tingkat tinggi di tubuhku!."Suara lansia pedang pembela semesta terdengar sombong.
"Tingkat apa itu?."
"Teknik rendah kelas dewa dan teknik tinggi kelas ilahi!."
Teknk rendah kelas dewa?
Edward menghirup nafas dalam-dalam, bahkan dengan ketenanganya. Dia tidak bisa membatu tetapi terkejut, namun ekspresinya seketika berubah canggung saat mendengar perkataan pedang pembela semesta selanjutnya.
"Salah satu teknik pertempuran itu di beri nama :Dragon Kick!."
"Uhuk.."Mengeluarkan batuk untuk menutupi perasaan canggungnya, Edward bertanya."Bagaimana dengan teknik tingkat rendah kelas dewa?."
"Teknik tingkat rendah kelas dewa ini di beri nama...Tunggu dulu! Ada yang salah, di mana teknik kelas ilahi tinggi itu?."Ketika pedang pembela semesta akan memberitahukan nama teknik kelas dewa itu, suaranya tiba-tiba berhenti dan berubah menjadi keterkejutan saat dia menyadari sesuatu.
Setelah hening, suara meraung menggema di dalam kamar itu."Dasar bocah busuk, kau mencuri teknik Dragon Kick. Kau benar-benar tidak bermoral!!!!!."
"Hei, aku tidak mencuri. Ok, aku menemukan!."
"Itu sama saja berengesk!."
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1