Sang Penyintas Dan Sistem

Sang Penyintas Dan Sistem
Bab 57 : Menekan Garis Darah Naga!


__ADS_3

Di pegunungan di belakang klan Collin, ada gua tersembunyi di bawah tebing. Gua ini sekitar satu meter lebar dan telah secara khusus dipilih oleh Edward sebagai tempat latihannya. Di sisi lain tebing itu ada awan berkabut, sementara di bawah kabut ada Pegunungan Binatang Sihir, penuh dengan banyak binatang buas. Di bawah tebing ada tebing yang sangat dalam sehingga Kamu tidak bisa melihat ke kedalamannya. Satu-satunya jalan masuk ke gua adalah jalan setapak sempit yang sudah di tutup oleh Edward menggunakan dahan dan batu. Jadi Edward sangat yakin bahwa jika dia memilih tempat ini untuk menekan garis darah naga, dia tidak akan terganggu oleh siapa pun.


Perlahan-lahan bernapas, Edward mengeluarkan botol giok. Memiringkan botol, pil hijau kebiruan digulirkan keluar.


Menatap Pil Cooler yang mengkilap dan halus, senyum kecil terbentuk di wajah Edward. Dia sekali lagi menghirup aroma yang akan meringankan hati seseorang. Menjilati bibirnya, Edward tanpa sadar memasukkan pil ke mulutnya.


Saat Pill Cooler memasuki mulutnya, sensasi dingin dapat dirasakan dari mulutnya. Sepersekian detik kemudian, esensi energi dingin yang kuat mulai berpindah dari mulutnya ke tubuhnya, memunculkan sentakan keras dari tubuh Edward.


Dengan wajah yang tenang, Edward menggunakan kedua tangan untuk dengan cepat membentuk segel tangan untuk menyerap Spirit. Nafasnya dengan mantap mereda ketika Spirit di dalam tubuhnya merespon pikirannya dan mulai dengan cepat menetralisir esensi yang kuat dan murni dari pil untuk memperbaikinya dengan cepat.


Di dalam gua kecil itu, udara yang semula tenang tiba-tiba menghangat saat garis biru terang berkumpul dari udara dan melonjak terus menerus ke tubuh Edward.


Menggigit bibirnya kesakitan, kedua energi bertabrakan di dalam tubuhnya dan menyebabkan gelombang rasa sakit memancar dari saluran di seluruh tubuhnya. Untungnya, saluran Edward jauh lebih kuat daripada orang biasa dan dengan demikian meskipun itu menyakitkan, itu tidak akan menyebabkan kerusakan yang terlalu besar padanya.


Di tubuhnya, Spirit dikelilingi esensi energi biru murni yang mengeluarkan hawa panas, dengan cepat menekanya. Energi biru terus berubah menjadi bentuk kepala naga dan dengan Spirit bercampur energi dingin dari pil, Edward dengan sekuat tenaga melawan energi biru tersebut.


Meskipun esensi murni dari pil itu terus menekan energi panas dari garis darah naga, esensi garis darah naga terus tumbuh menjadi kuat. Setiap kali energi biru berhasil di tekan, kumpulan energi biru yang baru dan lebih besar akan membesut ke depan.


Dengan kedua energi yang terus bertabrakan di dalam tubuhnya, Edward tanpa sadar menyerap sedikit demi sedikit energi biru itu untuk di ubah ke dalam bentuk spirit secara bertahap mengisi sebagian besar saluran tubuhnya.


Seperti sebelumnya, proses penggabungan dua energi kekerasan terus berlanjut. Ketika esensi pil mulai berkurang, Edward yang mabuk karena hawa panas dari garis darah naga mencoba sekuat tenaga untuk menekanya.


Pertarungan kedua energi menyebabkan saluran meridian Edward berkedut ketika sudut mulut Edward terbelah sebagai respons terhadap gelombang rasa sakit yang hebat.

__ADS_1


"Aku akan menekanmu sialan!!."Edward berteriak seperti guntur ketika dia menggertakkan giginya.


Mengambil napas dalam-dalam dari udara dingin,Segel tangan Edward tiba-tiba berubah dalam sekejap. Menyentuh ibu jari dan jari tengahnya di tempat yang sama, sepuluh jari di tangannya membentuk segel tangan yang aneh.


Edward telah berjuang selama berjam-jam dan karena itu ketika dia menggunakannya sekali lagi, itu mengalir seperti air, halus dan tidak terpengaruh.


Setelah perubahan di segel tangan, Spirit yang melonjak dalam tubuh Edward tiba-tiba membanjir ke bawah di bawah kekuatan mengisap liar dan ganas dari perut.


Ketika semua Spirit telah berkumpul ke daerah perut, garis energi biru mulai berubah menjadi warna putih susu.


Hawa panas perlahan-lahan mereda namun masih menyisakkan energi kekerasan.


"Masih belum cukup, ini masih belum cukup!."Teriakan Edward terdengar sekali lagi.


Dengan menggertakkan gigi-gigi peraknya, Edward meraung keras.


Meskipun perlawanan itu sama sekali tidak lemah, tetapi dengan spirit dan juga bantuan dari emergi murni pil. Energi biru mirip dengan belalang sembah yang mencoba untuk memblokir mobil, hanya sedikit melawan sebelum dengan enggan menarik kembali.


Ketika energi biru ditekan dengan keras ke dalam lautan spiritual, itu berubah menjadi seukuran telapak tanga. Itu membeku dan berhenti bergerak.


"Lagi!” Teriak Edward.


Mengertakkan giginya, Edward menutup matanya. Persepsi spiritual di sekitar energi biru tiba-tiba memuncak dalam kekuatan besar sebelum menekan tanpa ampun!

__ADS_1


"Bang!."


Suara teredam cahaya pelan terdengar di dalam tubuh Edward ……


Setelah ini, kekutan dari energi biru akhirnya hilang, meninggalkan Edward terkuras.


Sebuah napas berat lolos saat Edward jatuh tanpa daya ke tanah, dadanya naik dan turun dengan cepat karena kelelahan.


Saat ia berbaring di lantai dingin gua, Edward tiba-tiba merasan energi berlimpah yang lebih kuat dari sebelumnya. Senyum melayang di bibirnya, semakin lebar dan lebar sampai akhirnya menjadi tawa kecil, tawa hangat, tawa melolong ……


Edward berhasil menekan garis darah naga, meski itu masih bisa muncul di kemudian hari. Tapi untuk saat ini, itu akan tetap tenang di lautan spiritualnya.


Selain itu, yang mengejutkan adalah. Energi biru yang Edward serap sebelumnya ternyata mengandung energi spirit yang besar sehingg berhasil membawa Edward pada terobosan.


Pada titik ini Edward berfikir, jika dia menyerap energi biru itu untuk di ubah menjadi spirit. Apa dia akan mengalami peningkatan besar?


Edward dengan lemah menggelengkan kepalanya, garis darah naga itu terlalu kuat. Edward beruntung bisa menekanya, bagaimana mungkin dia akan menyempurnakanya.


Mencoba menggigit dari apa yang bisa dia kunyah adalah sesuatu yang berlebihan dan akan berdampak buruk pada perkembanganya.


-


-

__ADS_1


-


Bersambung...


__ADS_2