SANG UNCLE DAMBAAN

SANG UNCLE DAMBAAN
Awal Pertemuan


__ADS_3

Hai hai hai semuanya... Ini adalah karya novel pertama othor, dan mohon doanya ya guyss, mudah-mudahan kalian suka


Selamat menikmati Sayang-sayang othor semuanya 😘😘😘


Awal Pertemuan 🌷🌷🌷🌷🌷


10 tahun yang lalu ..........


Berry Rubika Raharja seorang gadis kecil ceria berumur 11 tahun, memiliki lesung pipi yang menghiasi wajahnya, serta bulu mata lentik dan bola mata coklat yang indah dan tak lupa rambut hitam tebal dan juga kulit putih ia miliki seakan-akan menjadi pelengkap kecantikannya .


Hikkssss...hiksssss...hiksssss... gadis cantik itu menangis dengan tersedu dan teramat pilu, membuat semua orang iba melihatnya.


Bagaimana tidak, Ia harus menyaksikan kedua Orangtuanya yang perlahan-lahan di masukan ke dalam liang lahat yang perlahan-lahan tidak nampak lagi. Betapa hancurnya hati Riri saat ini bagaikan buminya hancur berkeping-keping


Gadis kecil ceria ini sekarang terlihat sangat menyedihkan...


"Ayahh ... Ibuu ... "suara tangisan dan raungan yang membuat orang lain ikut menangis. Gadis cantik yang di kenal riang dan juga baik itu harus kehilangan Orangtuanya di hari yang paling Ia nantikan.


" Riri harus bagaiman Bu... Yah ... riri ga punya siapa-siapa lagi" ucapnya fi sela tangisnya. di pegangnya batu nisan kedua Orangtuanya menangis dengan tersedu

__ADS_1


"Bi harusnya Riri hari ini gak ngerayain ulang tahun, ini semua gara-gara Riri bi gara-gara Riri" ucapnya sambil terisak.


"Engga Non ini bukan gara-gara non Riri, yang sabar non yang ikhlah masih ada Bibi yang akan ngejagain Non"


"Betapa malangnya Non nasib mu, kamu harus kehilangan Tuan dan Nyonya aku harus ngejagain Non Riri " Batin nya sambil ikut menangis melihat anak majikan yang selama ini sudah Ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Riri yang sabar ya sayang " ucap dari beberapa orang yang mengikuti pemakaman tersebut. Iya Tante, Om terimaksih balasnya.


Ia masih terduduk di tanah dan memegang kuburan Orangtuanya dan bi Ratna menemani Riri di sampingnya, di sela-sela tangisnya


Terdengar dari kejauhan deru mobil dan langkah kaki seorang laki-laki muda berumur sekitar 30 tahun yang nampak lebih muda dari Ayahnya. Ia terlihat sangat sempurna dengan hidung mancung, mata elang yang membuat orang terhipnotis dan segan ketika mereka menatapnya, bentuk wajah yang sangat sempurna tidak ada kekurangan sedikitpun di wajahnya


Dia dan bi Ratna menoleh pada asal suara yang membuyarkan tangisnya. Mata merah dan muka yang sudah sembab yang Ia tampilkan tidak mengurangi kecantikan dan juga kelucuan wajahnya. Dia bingung siapakah gerangan laki-laki asing itu, kenapa bisa ada di sini, pikirnya.


O..om siapa ? "Dengan terbata"


"Saya Alvian teman Ayah mu" dengan tangan menyentuh rambut hitam tebal riri"


Yang akan menjadi wali kamu sekarang dengan tatapan yang tak bisa di artikan namun terlihat dingin panggil saya uncel Al ."..uncel Al ulang riri". Apa om yang di maksud Ayah yang mau ngejagain Riri nanti ? " . Tanyanya dengan tatapan polos dan penuh harapan.

__ADS_1


Dia menatap Uncel barunya dan berkata " Riri boleh meluk Uncel sekarang? Dengan gemetar " ia tak tau ada rasa bahagia dan juga haru yang ia rasakan. Al hanya mengangguk dengan melebarkan tangannya yang tandanya boleh. Namun masih dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Ya dia adalah Alvian Regan Ragadaya seorang CEO muda tampan. Mata elang, hidung mancung, rahang yang tegas, alis tebal dan bibir agak tebal namun terlihat sangat seksi, yang membuat ia nampak sempurna. Ia menjadi incaran setiap wanita. Ia adalah pewaris RGD CORP yang menguasai pasaran Asia dan berbagai Negara lainnya. Dengan kecerdasan dan pengamatan yang luar biasa yang milikinya ia mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha sukses terdahulu dan ia mampu melampauinya. RGD CORP yaitu perusahaann yang mencangkup bidang elektronik, retail, dan juga property perusahaan ini perusahaan terbesar ke 5 seduania dan memiliki beberapa cabang di negara jepang, Amerika, australia, Indonesia dan juga Italia


"Akhirnya bibi tenang Non, akan ada yang ngejagain Non nanti selain bibi" batinnya yang ikut menyaksikan kejadian haru dan juga sedih itu


"Tuan" bibi memanggil Al ia ingin memastikan bahwa Al memang laki-laki baik yang akan menjaga majikannya tersebut


"Iya " jawabnya.


"Tuan saya mohon pada tuan tolong sayangi non Riri tuan, karena Non Riri tidak mempunyai siapa-siapa lagi" isaknya sambil memohon


"Ya saya akan menjaga Riri dengan baik" ucapnya menggantung. "Saya Ratna Tuan pengasuh non Riri "


"iya bi Ratna saya akan menjaga Riri dengan baik saya janji itu dan saya akan memperlakukan Riri seperti keponakan saya sendiri" ucapnya tegas dan mendominasi


"Terimakasih Tuan atas kebesaran hati Tuan untuk menjaga non Riri, Saya percayakan non Riri pada Tuan. Karena Saya yakin Tuan orang baik dan juga bertanggung jawab" ucapnya sungguh-sungguh dan menatap sang empu di hadapannya


Al mengangguk sebagai pertanda mengiyakan ucapan wanitah paruh baya di depannya.

__ADS_1


Udah dulu ya sayang-sayang semuanya, jangan lupa like, vote sama komen ya biar othor tambah semangat buat bikin novelnya yeeeyy terimakasih... 😘🌷


__ADS_2