
Di sebuah taman bermain
"Bi Ratna ko Ayah sama Ibu lama banget ya .. padahal semunya udah nunggu rengek Riri pada pengasuhnya tak sabar ..."
"Sabar no mungkin Nyonya dan Tuan belum nemu apa yang di cari kali hiburnya ... " Sambil mengusap pundak Riri
Pesta Ulang tahun Riri cukup ramai karena memang telah di hadiri oleh teman-teman sekolah Riri yang ikut serta memeriahkan pesta tersebut
"Riri....." Teriak Dinda dan Dini sahabat Riri samb cengengesan
Riri pun menoleh dan menghampiri Dinda dan Dini
"Makasih ya udah mau dateng ke pesta Riri ucapnya sambil memegang tangan kedua sahabatnya"
"Iya Ri sama-sama" ucapnya bebarengan
"Wah Ri kamu cantik banget sih, gaun kamu juga bagus" ucap Dini sahabat Riri sambil menyentuh gaun Riri
"Iyah nih, nanti pas Dinda ulang tahun gaunnya juga bakal bagus kaya kamu Ri" sambil menepak dadanya
Riri baru ingin mangap menjawab ucapan Dinda dan Dini tapi tiba-tiba ......
"Alahhh cantikan juga aku liat baju aku aja lebih bagus dari pada Riri" ucap iri salah satu teman kelas Riri
"Apaan sih Jel kamu itu selalu aja ga mau kalah sama Riri padahal Riri lebih cantik dari pada kamu" ucap Dinda sambil menarik kelopak matanya kebawah sebelah
Ia adalah Jelita teman sekelas Riri, ya walaupun memang cantik tapi lebih cantik Riri. Jelita selalu iri dengan Riri karena Riri lebih pintar dan cantik di banding dia.
"Ihhh Dinda mata kamu mau keluar...." Brigidik ngeri
"Kamu ga bisa lihat ya Din coba belotot liat aku, cantikan aku ke mana-mana kali ..."ucap Jelita menambahkan sambil melipat tangan
Riri sama Dini hanya diam menyaksikan Sahabat dan teman kelasnya berseteru. Karena memang dua orang itu selalu begitu setiap ketemu pasti bertengkar
"Ya namanya juga anak-anak ya guys maklum"
Bi ratna hanya terkekeh kecil melihat tingkah lucu anak-anak di depannya
Dering Handphone Riri mengalihkan perhatian Riri pada sekelilingnya. Ia berjalan mengambil Handphone tersebut dan mengangkat No telepon yang tidak Ia kenal
"Halo..."Jawabnya sambil meletakan hpnya di telinga
"iya saya Riri tante ...." Kemudian Riri menjerit dan menangis sampai terjatuh
Bagaimana tidak bagai di sambar petir, Ia mendapatkan kabar mengejutkan. Seakan dunianya runtuh hatinya hancur dan berkeping .. orangtua yang Ia sayangi mengalami kecelakaan dan sekarang kritis di rumah sakit ....
"Ayahhhh ... Ibuuu" tangis Riri...
"Bibi......"
tatapnya pada sang pengasuh sekaligus pembantunya.
" Ayahh sama ibu bi..." Ucapnya menggantung karena Riri merasa sesak sekali dadanya
__ADS_1
"Kenapa Non" tanya bi Ratna yang kaget
"Ayah sama Ibu kecelakaan tadi bi" sambil menangis ia tidak bisa membendung air matanya
"Apaaaa...." pengasuhnya pun ikut menangis dan memeluk anak majikan nya tersebut yang sudah di anggap sebagai anaknya sendiri .....
"Sabar Non sabar" Ayo sekarang kita kerumah sakit
"Riri " ucap sahabatnya ikut memeluk Riri sambil menangis di pelukan Riri
Teman-teman Riri ikut menyaksikan tangisan Riri. Begitu pun dengan Jelita yaa walaupun kadang dia iri tapi dia ga tega liat Riri menangis seperti itu
"Ayo bi.." dia berdiri dengan tidak ada tenaga sama sekali ia di papah oleh bi Ratna
"Maaf adek-adek acaranya di batalkan" ucap bi Ratna karna Riri tidak bisa di ajak bicara
Bi Ratna dan Riri langsung pergi kerumah sakit tanpa melanjutkan pestanya..
Di salah satu Rumah sakit milik Al suara monitor menggema di salah satu ruangan yang berisikan pasangan suami istri yaitu Roni dan Dwi Orangtua Riri
"Ayahh...Ibu...." tangis Riri pecah begitu sampai di luar ruangan Orangtuanya,
Namun ....
"Tiiiiiitttttttt........" Suara monitor yang menandakan bahwa detak jantung sudah berhenti
Baru juga Riri membuka pintu dan ingin menghampiri Orangtuanya, Ibunya telah meninggal dunia
"Engga Bu engga jangan tinggalin Riri kasian Bu Ayah sama Riri .....Ibuu bangun bu bangun" tangan mungil nya menggoyangkan badan Ibunya
"Hiikkkk.....hikkssss....hiksssss bangun bu bangun"
"Non sabar non" di peluknya Riri yang menangis
Kami turut berduka Cita ucap salah satu dokter rumah sakit tersebut dan menutup wajah Dwi dengan kain, dan langsung meninggalkan ruangan tersebut
"Sebentar sus jangan bawa ibu Riri dulu.." melihat ibunya yang akan di dorong keluar riri menghentikannya
"Baik lah kami beri waktu 10 menit ya nanti kami kembali lagi adik kecil" ucap susuter dengan tatapan iba .....
"Ibuuuuu..."
"Ri....ri.." suara lemah namun masih terdengar balutan perban di kepala, kaki dan tangan memperlihatkan betapa parahnya kecelekaan tersebut
Asik dengan isakannya Riri pun menoleh
"Ayahh......"
"Ayah udah bangun...hikkssss.....hiksssss...."
Tanyanya pada sayang ayah ....
"Nak" panggil lembut ayah Riri pada putrinya
__ADS_1
"Sa...yang...jaga diri kamu baik-baik ya, mungkin Ayah udah ga lama lagi sayang disini" ucapnya dengan suara lemahnya
"Engga Yah, Ayah jangan ngomong gitu Riri mau ikut aja sama Ayah sama Ibu hiiksss....hikssss ....hiksss...."
"Eng...ga sa...yang perjalanan kamu masih panjang Nak, kamu harus hidup bahagia ke..lak sayang" sambil menyeka air mata Riri
"Ayah bakal sembuh yah pokonya ayah bakal sembuh hikkksssss...."
" Ibu udah nunggu Ayah nak mungkin sampai disini kami harus menjaga kamu Nak..tapi ingat na Kami berdua akan selalu ada di setiap langkah kamu Nak, Ayah dan Ibu bangga punya anak kaya Kamu" tersenyum ke arah Riri
"Nak...., akan ada pengganti ayah yang akan melindungi kamu sekarang, besok dan nanti di masa depan, kamu harus ikut dengan orang itu ya sayang" air matanya ikut terjatuh
"Om Al nanti akan datang menjemputmu Nak"
"Om Al..?" Tanyanya di sela tangisnya
"hikssss hikssss maafin Ayah sama Ibu sayang kita udah ga bisa lagi jaga kamu Nak
Ayah dan Ibu sayang kamu" tambahnya
"Bi..."
"Iya tuan saya "
"Tolong jaga juga putriku bi temani dia karna bibi sudah sangat dekat dengan Riri"
"Iya tuan tanpa tuan memintapun Saya akan menjaganya tuan sampai kapanpun" sambil menangis
"Ahhhkkkkkkkkk ahhhhhkkkkk Riri maafin Ayah Nak " ayah Riri memegang kepalanya yang berdenyut dann
Tiiiiiiiiiiitttttt.............suara monitor kembali menandakan nyawa seseorang telah tiada
"Ayahhhh.... Bangun Yahh hikkksssss Ayahhh......" Tangis Riri sejadi-jadinya
"Tuaaannn" bibi pun menangis
"Ayaaaahhhhhhh.....Ibu........Riri ingin ikut Ayahh sama Ibuu" gadis kecil yang lemah menangis di hadapan jenazah kedua orangtuanya.
"Non sudah Non"...bibi menenangkan dan memeluk Riri
"Bi engga bi Riri mau ikutt Ayah sama Ibu, harusnya Riri tadi pergi sama mereka bi bukan sama bibi. Riri ingin ikut mereka bi."
"Ayah... Ibu..... bagaimana Riri nanti Yahhhhh" melihat kedua kedua jenazah Orangtuanya
Sungguh malang nasib anak itu ucap dokter muda yang tak lain adalah Angga teman Alvian yang kebetulan masuk saat di panggil
"Saya turut berduka cita" dan mengusap pucuk kepala Riri ucapnya kemudian pamit..
Yang sabar ya Ri kamu bisa kamu bisa Ri othor jadi mewek nih
Sampai disini dulu ya sayang-sayang othor semuanya .
jangan lupa like, vote sama komen ya biar othor tambah semangat ye terimakasih... 😘🌷
__ADS_1