![SANGKALA [ Diary Pengantar Gugusan Jiwa ]](https://asset.asean.biz.id/sangkala---diary-pengantar-gugusan-jiwa--.webp)
Persekutuan manusia dengan dunia gaib sudah dimulai sejak lama sekali di dalam maupun luar negeri. Bahkan bisa dikatakan, sudah ada sejak kali pertama peradaban manusia terbentuk.
Seiring berkembangnya kebudayaan, perkongsian itu semakin lekat. Namun, ada sesuatu yang amat berharga untuk membayar perkongsian itu.
Itu adalah hati nurani.
Sangkala berjalan sembari menerka-nerka tentang seorang wanita yang bernama Sulastri. Hingga ada sesuatu yang menghentikan langkahnya. Gundukan tanah yang berada di sisi tenggara bangunan sekolah itu amat menyita perhatian Sangkala.
Dalam gundukan itu, hawa ilmu hitam amat kuat menguar. Berbeda dengan semua penampakan arwah gentayangan yang ada, tempat itu sangatlah manusiawi.
Gundukan itu adalah sebuah makam.
Makam yang seolah tak direstui oleh bumi. Sangkala pun menemui pak guru untuk menanyakan tentang gundukan tanah yang telah hancur tertimpa reruntuhan itu. Betapa terkejutnya Sangkala saat membaca kisah tentang gundukan itu di buku catatan milik pak guru.
Ternyata masa silam makam itu masih berkaitan dengan misteri Sulastri.
Sangkala memijit pelipisnya yang tak sakit itu, ingatannya tentang iblis wanita raksasa itu masih terbayang di kepalanya.
Dengan cepat Sangkala menggelengkan kepalanya untuk mengusir ingatan mengerikan itu. Ia mulai membuka lembar kisah tentang gundukan tanah yang menyita perhatiannya.
Cerita tentang biduan dangdut keliling yang tersohor akan daya pikatnya pada penonton laki - laki di era tahun sembilan puluhan.
__ADS_1
Wanita itu bukan semata tersohor karena kecantikan dan suara merdunya, tapi juga karena goyangannya.
Namun, siapa yang sangka, di balik daya pikatnya yang mematikan itu tertanam puluhan susuk nyaris di sekujur tubuhnya.
Dahinya, pipinya, bibirnya, buah dadanya, pinggangnya, bahkan bokongnya. Semua titik yang dapat membuat birahi laki - laki meninggi kala melihatnya.
Perkongsiannya dengan ilmu hitam telah membawa namanya melambung tinggi, dan ia pun hidup dengan bergelimang harta.
Akan tetapi, di saat pesona sang biduan memberikan keuntungan bagi hidupnya sendiri, petaka buruk dari kecantikannya merimbas pada orang lain. Ia telah membuat banyak lelaki tergila - gila hingga menceraikan istri - istrinya.
Namun, ada harga yang harus dibayar untuk kemewahan itu semua. Yaitu, ia tidak akan pernah bisa menikah, apalagi mempunyai keturunan. Hidupnya mungkin berjaya di atas panggung, tapi merana dalam kesendirian.
Setiap kali ia mencoba menikah dengan seseorang, laki-laki itu pasti akan mati dengan cara mengenaskan. Seperti tertabrak, tergilas, tercekik, tubuhnya hancur, dan semacamnya. Nyawa melayang semata untuk menebus sebuah pesona.
Berulang - ulang peristiwa itu menimpa sang wanita biduan. Hati nuraninya pun remuk.
Hancur berantakan.
Wanita itu pun memutuskan untuk melepas semua susuknya pada dukun yang dahulu menanamkan susuk itu ke dalam tubuhnya. Namun sayangnya dukun itu sudah wafat. Dan penerusnya tak bisa menyanggupi permintaan wanita itu.
Pengkongsian wanita itu dengan ilmu hitam tak kan bisa lepas sampai kapan pun. Hingga di penutup senja masa hidupnya, ia mati oleh rasa sepi, sunyi, dan kesendirian.
__ADS_1
Sendirian tanpa pendamping.
Dan yang lebih buruk dari itu, jasadnya tak di terima oleh langit dan bumi. Semesta yang suci enggan menerima kekotoran semacam itu.
Sekali saja ia berkongsi dengan dunia hitam, selamanya ia akan terikat pada dunia hitam itu.
Selamanya.
...****************...
...Catatan Hari Ke-11 ...
...Dear, diary......
...Untuk kesekian kalinya, penelusuran kembali dipertemukan dengan ilmu hitam dan efeknya pada kehidupan. Jalan kegelapan yang sepatutnya tak ditempuh jika manusia menghendaki kehidupan yang damai. ...
...Misteri masih terbentang. Musuh yang kuat siap menantang....
...Saatnya aku meningkatkan kekuatan......
^^^-Sangkala^^^
__ADS_1