SANGKALA [ Diary Pengantar Gugusan Jiwa ]

SANGKALA [ Diary Pengantar Gugusan Jiwa ]
Chapter 05. Tiga Anak Buangan


__ADS_3

Hari itu, selewat senja digulung malam, indera pendengaran Sangkala menangkap sesuatu. Sayup-sayup terbawa angin, terdengar tawa riang anak-anak bermain.


Tawa yang tak sewajarnya.


Dari Nada penuh dengan keriangan itu, menyusup rasa kesepian dan kegelisahan. Ceria yang dipaksakan, kesepian yang disembunyikan.


Dalam catatan buku milik pak guru, tercatatlah kisah pilu mereka. Catatan tentang tiga hantu anak-anak yang dibuang dari rumah tempat mereka besar.


Benar. Mereka adalah kakak-beradik.


Dan yang paling memilukan adakah, mereka dibunuh oleh orang tua mereka sendiri. Kematian mereka bertiga sempat menggemparkan berita kriminal nasional.


Pasalnya, ibu kandung mereka yang notabene seorang wanita berpendidikan tinggi tega menghabisi nyawa dari tiga anak kandungnya, dengan meminumkan racun serangga.


Kasus itu menyisakan tanda tanya besar. Dengan bekal rasa penasaran dan amarah, Sangkala pergi menemui sang pelaku utama.


Ibu dari tiga hantu anak itu


Namun betapa terkejutnya saat Sangkala menemukan apa yang ia cari. Ibu dari ketiga anak itu tengah menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit kejiwaan.


Kewarasannya sirna bersamaan dengan saat pembantaian darah dagingnya sendiri. Intuisi Sangkala berkata lain.


"Pasti ada yang tidak beres" gumam Sangkala


Bagaimana mungkin seorang wanita dengan latar belakang senormal itu bisa menjelma memakai sesosok iblis?


Catatan dalam buku pak guru mengungkap rahasia yang tersembunyi di belakangnya. Pak guru membuka lembar dan menunjuk tulisan noda darah. Kenyataan yang sungguh mengguncang jiwa.


Sangkala membaca catatan demi catatan itu, dan terungkaplah kisah sebenarnya yang tak diketahui oleh manusia.


Setelah menjadi ibu, wanita itu tak diperkenankan oleh suaminya untuk bekerja. Bahkan, sekadar diberi ruang untuk mengaktualisasikan diri pun tidak.


Di saat yang sama, ia terus dituntut untuk bisa menjadi ibu dan istri yang sempurna. Selama sembilan tahun, ia terus menerus hidup di bawah naungan tuntutan itu.

__ADS_1


Wanita itu telah berjuang membunuh ego dan karsanya sebagai manusia normal. Di puncak keterpurukan itu, ia jatuh dalam palung depresi.


Namun, Alih-alih mendapatkan perhatian yang layak, ia justru memperoleh kekerasan. Kesulitannya dalam mengungkapkan isi hatinya ditangkap sebagai kegagalannya dalam menjalankan peran sebagai ibu.


Peristiwa kekerasan ( KDRT ) itu dipertontonkan pada tiga anaknya untuk dijadikan contoh oleh suaminya. Wanita itu didoktrin telah menjadi wanita gagal. Dan doktrin itu lantas menjadi virus di hatinya.


Karena takut membesarkan darah dagingnya dengan kondisi jiwa itu, ia pun mengambil jalan sesat. Meracuni tiga anaknya dengan racun serangga sebagai minuman pengantar tidur mereka.


Dan yang paling memicu amarah Sangkala adalah..


Di saat wanita itu menghabiskan sisa hidupnya dalam ruang ketidakwarasan, sang suami masih hidup bebas berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman yang selayaknya ditanggung.


Tanpa ada sedikitpun penyesalan dan rasa bersalah, ia melanjutkan hidupnya dengan memasang tawa genit menggoda wanita lain.


Ia tak pernah tahu penderitaan arwah tiga anaknya di alam seberang, atau peduli pada mantan istrinya yang sudah tak waras lagi.


Pada malam ini, Sangkala akan menghukumnya..


Tiga hantu anak itu sengaja Sangkala bawa ke tengah likuan jalan perbukitan itu untuk menemui ayahnya. Sangkala akan membuat kerinduan mereka yang dalam terbayarkan.


Malam itu, suara deru mobil melaju kencang di jalan perbukitan yang sunyi. Terdapat sosok laki-laki yang tengah mengendarai sembari memainkan ponselnya.


Alibi rayuan manis keluar dari mulut laki-laki itu, disaut oleh suara wanita dari seberang panggilan telepon.


"Udah dulu ya, sayang.. aku nyetir duluuu~"


"Iih, kok gituu~ kamu udah gak sayang aku lagi, ya?" Suara manja itu mampu membuat sang laki-laki bergairah dan tersipu malu.


"Sayang dong, ahh~ nih, nih! Muaach!" Ucap laki-laki itu seraya memanyunkan bibirnya kedepan.


"Ih, dasar duda gombal! Yaudah, kamu yang tutup telponnya!"


"Nggak mau ah, kamu aja yang tutup"

__ADS_1


"Uuuh, dasar om jelek!"


"Om jelek tapi kamu tetep sayang kaan? Ha ha ha ha!"


Laki-laki itu menyipitkan matanya dengan seksama melihat ke arah depan. Lampu penerangan jalan seketika mati menyisakan kegelapan dan laki-laki itu yang sedang menyetir.


Dengan bermodalkan keberanian, laki-laki itu terus melajukan mobilnya. Hingga netranya melihat tiga sosok anak kecil tanpa bola mata berada di tengah-tengah jalan.


Mobil yang saat itu melaju kencang terpaksa ia banting stirnya. Tanpa tahu arah kemana ia bawa mobil itu. Alih-alih menabrak sebuah pohon untuk berhenti, ia malah menabrak pagar pembatas kayu hingga jatuh ke jurang.


Saat sudah hampir menemui ajalnya, laki-laki itu mengingat rupa dari tiga hantu tadi. Rupa yang sama dengan anak-anaknya yang mati silam.


Manusia mungkin akan mengatakan ini kejam, atau kepuasan membalas dendam. Tapi untuk Sangkala, ini keadilan.


Sebelum menjemput ajalnya, lelaki itu telah terlebih dahulu melihat hasil kekejamannya sendiri. Kini, tiga arwah anak-anak tak berdosa itu telah mendapatkan gambaran kenyataan akan apa yang telah diperbuat oleh ayahnya selama ini.


Bahwa ibu mereka tidak bersalah.


Bahwa mereka bertiga adalah korban paling menyedihkan dari sebuah kedangkalan ego seorang suami yang belum siap menghargai peran pasangannya.


Siapa pun yang berani membuang arwah anak-anak tak berdosa, dia akan berhadapan langsung dengan Sangkala.


...****************...


...Catatan Hari Ke-4...


...Dear, diary......


...Dunia terkadang buta....


...Sudah berapa banyak korban yang jatuh oleh kegagalan manusia dalam melihat gambaran besar sebuah peristiwa? Banyak. Banyak sekali. ...


...Yang seharusnya korban justru disalahkan. Yang sejatinya penjahat justru dibiarkan berkeliaran. Dan seringkali sesuatu mulai dianggap serius ketika sudah jatuh korban jiwa. Namun, ketika itu terjadi, semua sudah terlambat......

__ADS_1


...Aku takkan membiarkannya. Aku tak bisa tinggal diam melihat nyawa-nyawa tak berdosa jatuh oleh tangan jahat manusia yang masih seenaknya menikmati hidup tanpa menyesalan. ...


^^^-Sangkala^^^


__ADS_2