
Ya nama saya Muhammad Yusuf biasa dipanggil cungkring karena tubuhnya tinggi gering namun memiliki bakat yg banyak tersembunyi, ia berasal kota di jawa tengah, di kota tersebut ia terkenal dengan ke badunganya dan sulit di kendaliakan, umur 16 tahun lulusan SMP negri dari salah satu kota di jawa tengah kini Yusuf atau Cungkring telah lulus dari Sekolah Menangah Pertama, dan ia akan meneruskan SMA-nya di salah satu kota terkenal dengan kota pelajar,
Yaa. kota itu adalah Yogyakarta yg di kenal dengan gudegnya, awalnya ia menolak untu mesantren dan sekolah disana. tapi apalah daya karna desakan dan keinginan orang tuanya.
Pada malam yang indah ditemani bintang
-bintang yang berkilauan seakan-akan mengajak kita
"Nak sini kedepan, bapak mau bicara" -suruh Bapak.
Cungkirng atau nama aslinya Yusuf sembar tadi bermain game yg ada di ponsel dan tidur-tiduran mau tak mau, ia harus menuruti kemauan bapaknya.
"Yo wes lah AFK ae" -batin Cungkring
(ya sudah, AfK aja).
"iya pak" -jawab Yusuf
Dengan berat hati yusuf berjalan menuju ke ruang tamu yg ada di bagian depan rumahnya.
__ADS_1
"sini duduk" -tawar Ayah sambil mengacungkan kursi di depanya.
Yusuf pun duduk persis di depan Ayahnya.
Dengan meyeruput sedikit kopi, Ayahnya memulai pembicaraan tersebut.
"kamu kan udah lulus, ayah mau kasih saran kamu sekolah dan mondok pesantren di yogyakarta mau?" -Tawar Ayah.
Yusup membulatkan matanya karna tawaran Ayahnya sedikit mengejutkan.
"laahhh, wegah pak, jauh, mager dan juga gak ada temen" -tolak Yusuf dengan mentah-mentah.(read:wegah\=gak mau)
"kan deket ama pakdemu, masalah gak ada temen, besok kalau sudah disana pasti kamu mendapatkan banyak teman" -jawab Ayah.
"Besok rabu kau ikut ayah sama ibu ke yogyakarta ke rumah pakde kamu" - ucap ayah sembari mensruput kopi yg ada di cangkir lalu menyalakan rokok dan menghisap rokok tersebut.
Tampa berkata apapun Yusup berjalan meninggalkan ayahnya lalu ia masuk ke kamarnya.
Dengan penuh kekecewaanya ia merebahkan tubuhnya itu, sambil melanjutkan game yg tadi ia tinggalkan.
Belum lama ia rebahan di tempat tidurnya, tiba-tiba ibunya memanggil.
__ADS_1
"sup Yusup, sini ibu minta bantuan." -panggil ibu yg lagi berkutat di dapur rumah
"yahh, afk lagi afk lagi😡," -grutu Yusup.
"sup yusupp, sini ke dapurr" -panggil ibu lagi.
"IYA IYAAA. AKU JALANNN" -kata Yusup yg sedikit meninggikan suaranya dan melempar hpnya ke kasur.
Dengan berat hati Yusuf bangun dari ranjang tidurnya yg empuk itu, dan berjalan dengan beratnya ke dapur di bagian belakang rumah.
"Sup beliin ibu, tepung, telur, pengembang, dan gula" -uruh ibu sambil ngocok telur yg akan dibuat bolu.
"ibu mau bikin apa sih, repot amat." -tanya Yusup.
"ibu mau bikin roti untuk di bawa ke rumah pakde mu itu" -jawab ibu sambil berjalan menuju kamar untuk mengambil uang untuk membeli bahan-bahan tersebut.
Yusup membuntuti langkah ibunya ke kamar, dan langsung bertanya.
"lah itu kan masih ada bu,ngapain coba beli lagi" -tanya yusup.
"bahan bahan di dapur itu masih kurang jadi ibu suruh kamu bahan-bahanya" jawab ibu sambil menyodorkan uang 100 rb ke arah Yusup.
__ADS_1
👉Lanjutannya di episode 2 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~