Santri Gaul!

Santri Gaul!
Episode 02 : Survei 02


__ADS_3

~Lanjutan dari episode 1~


"Emang jam segini warung masih buka bu" -tanya Yusup.


"Baru aja jam 8 malem. Warungnya bu Ikoh masih buka, udah buruan kamu berangkat sup. Ibu ke dapur dulu" -jawab ibu yg segera melangkahkan kaki menuju dapur dan meneruskan kegiatan membuat Bolunya.


Yusup pun berjalan meunuju depan rumahnya lalu ia mengeluarkan motor bebek ayahnya, warung bu Ikoh sebenarnya lumayan dekat dari rumah Yusuf tapi entah kenapa dia lebih suka naik motor ketimbang jalan kaki.


"Mau kemana sup" -tanya ayah


"Mau ke warung bu Ikoh, mau beli belajaan yg disuruh ibu" -jawab Yusuf sambil menyalakan motor bebek ayahnya.


"Yah aku berangkat dulu ke warung,


Assalamu'alaikum," -pamit Yusup sambil menjalankan motor ayahnya.


"Iya. hati-hati sup, wangalaikumsalam." -jawab ayahnya sambil menyeruput kopi hitamnya.


Di temani bintang dan cahayanya rembulan yusuf melajukan motor bebek ayahnya sambil meniimati udara malam dan dinginginya malam, di sepinggir jalan banyak pohon-pohon saling bergoyang goyang menikmati suasana pedesaan yg masih asri.


Tak lama kemudian yusuf sampai di warung bu ikoh, ia mematikan motor bebek ayahnya, dan berjalan masuk kedalam warung.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bu, bu ikoh.. saya mau tumbas." -ucap Yusuf (read b.jawa: beli).


"Wa'alaikumsalam. Ohh den yusuf. Ajeng tumbas nopo nggeh"


(Wa'alaikumsalam. Oh nak yusuf, mau beli apa)-jawab bu ikoh dengan santun sambil berjalan menuju warung.


Kebetulan warung dan ruman bu ikoh itu satu tempat yg dibatesi dengan tembok saja.


"Niki loh bu, kulo ajeng bade tumbas tepung, telur, pengembang, lan gula bu" (ini loh bu, saya mau beli tepung, telur, pengembang, dan gula bu) -ucap Yusuf.


"Nggeh, sekedap nggeh den" (ya, esbentar ya den) -jawab Bu Ikoh sambil memasukan barang pesenan Yusup.


Beberapa menit kemudian bu Ikoh selesai membungkus kan pesanan Yusuf dan memasukan ke keranjang yg dibawa Yusuf tadi.


"Ngomong-ngomong den Yusuf mau meneruskan sekolah dimana" -tanya Bu Ikoh. Yg kebetulan anaknya bu Ikoh satu kelas sama Yusuf.


Yusuf menarik nafas dalam-dalam dan berbicara.


"Kata bapak suruh meneruskan sekolah di yogyakarta sambil mondok pesantren" -jawab Yusuf dengan lesunya.


"Bagus sup, sekolah sambil mondok, ilmu dunia dapet ilmu akherat dapet, kalau anak saya mau meneruskan SMK deket-deket sini sup" -ucap Bu Ikoh.

__ADS_1


"Yahh begitulah bu" -jawab Yusuf dengan pasrah.


"Pinten bu?" (Berapa bu) -tanya Yusuf sambil merogoh uang yg ada di sakunya dan menyodorkan uang ke Bu Ikoh.


"Tujuh puluh lima ribu den" -jawab bu Ikoh sambil menerima uang tersebut.


"Sekedap den, ibu ambil kembalian di dalem" -(read. B. Jawa: sebentar) -ucap Bu Ikoh sambil berjalan ke dalam untuk mengambil uang yg akan di jadikan kebalian uang belanjan oleh Yusuf.


Beberapa detik kemudian wanita paruh baya tersebut muncul sembari membawa uang yg ada di genggamnya.


"Niki den" (ini den) -bu ikoh sambil menyodorkan uang dua puluh ribuan dan uang lima ribuan ke Yusuf.


"Matur sewun bu" -(terima kasih bu) -ucap yusuf sembari berjalan menuju motor bebeknya.


"Nggeh sami-sami" -jawab bu ikoh.


Yusup pun menyalakan motornya dan lekas kembali ke rumah dengan barang belanjaan yg iya cantelkan pada stang motornya.


👉Lanjutannya di episode 3 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2