
👇Lanjutan dari episode 4 👇
Tepat pukul 6:00 Waktu Indonesia Barat Matahari mulai menampakan sinarnya, Yusuf pun mulai bergegas untuk mandi dan bersiap untuk beli perlengkapan keperluan di pondok pesantren yang di tepatnya di yogyakarta,
Yusuf melihat jam yg ada ditangan-nya yg menunjukan pukul 07:00, ia menyalakan dan memanaskan motor bebek ayah-nya, setelah itu ia memacu kendaraanya menuju supermaket terdekat di desanya, jarak dari rumah ke supermaket butuh sekitar 15 menit perjalan. Yusuf membeli bekal ke pondok pesanten yaitu Se-set peralatan mandi, peralatan nyuci dan beberapa makanan kecil untuk dijadikan camilan di perjalanan ke yogyakarta.
Setelah berbelanja, ia memacukan kendaraan untuk pulang ke rumah, setelah samapai di rumah ia mendapati ayah-nya tak ada di rumah, lalu ia bertanys kepada ibu-nya yg sedang menonton TV di ruang tengah.
"Ayah di mana bu? " -tanya Yusuf dengan sambil menenteng barang belanjaan ke dalam kamar.
"Ayah barusan pergi pesen tiket ke agen bus, tadi Ayah mau nitip rokok, eh maah kamu ngacir duluan" -jawab ibu.
"Lah ga bilang dari tadi" -ucap Yusuf sambil masuk ke kamar-nya dan beberapa detik kemudian langsung keluar dari kamar-nya.
"Ngomong-ngomong ayah pake Motor siapa? Kan motornya tadi lagi di pake sama saya?" -tanya Yusuf kembali.
__ADS_1
Ibu-nya menatap Yusuf dan berkata
"Pake sepeda tadi, juga kata-nya mau olahraga sekalian" -jawab ibu sambil menonton TV lagi.
"Kamu besok di pondok pesantren jangan sering bikin ulah pas waktu SMP, dan juga jangan bikin banya ulah, sekolah yg rajin biar bisa banggain nusa bangsa, kalo kamu biki ulah disana, kasian pakde kamu, entar ngerepoti pakdemu" -ucap ibu-nya menasehat anak sematawayang-nya itu.
Dengan wajah cemberut dan memutar bola mata-nya, yusuf hanya mengiyakan ucapan ibu-nya.
"Iya iya bu" -kata Yusuf sambil berdiri lalu masuk ke dalam kamar-nya.
Sedangkan ibu hanya menatap yusuf yg sedang masuk kedalam kamar-nya itu lalu menatap acara kesukaan ibu-nya itu.
Hari menjelang sore Yusufpun mempersiapkan semua bekal peralatan yg akan di bawa ke Yogyakarta mulai dari kaos, baju koko, sarung, peci dan seperangkat alat mandi pun tak ada satupun yang kentinggalan. Ia memasukan barang-barang tersebut ke kopernya.
Setelah itu yusuf pergi ke ruang Keluarga, disana ada ayah dan ibu sedang akik bercakap-cakap entah bahas masalah apa. Tiba tiba ayah-nya bertanya kepada Yusuf.
__ADS_1
"Suf barang-barang kamu udah di masukin ke koper belom" -tanya Ayah-nya
"Sudah yah. Tinggal siap berangkat aja😒"-jawab Yusuf dengan ogah-ogaha.
Sebenarnya Yusuf dengan berat hati untuk mondom pesantren di yogyakarta apalah daya keputusan ayah tak bisa ia ganggu gugat lagi.
"Besok bangun yg cepet, kita sesudah sholat subuh berangkat ke Yogyakarta" -ucap ayah.
"Hmmmm" -Yusuf membalas dengan singkat dan sembari mamainkan ponsel nya.
Ayah mengerti apa yg di ucapkan yusuf. Ia paham betul anaknya dengan terpaksa untuk mematuhi keputusanya.
Yusuf berdiri dan berjalan memasuki kamarnya tampa basa-basi atau tak mengeluarkan sepatah katapun lalu ia tidur dengan berat hati bahwa hari ini ia tidur di kamar-nya yg paling nyaman itu
👉Lanjutannya di episode 6 guys👈
__ADS_1
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~
Terima kasih