
SKIP
POV Zahra
Hari ini adalah haru dimana zahra akan pulang ke rumahnya.Karna kesehatan zahra yang sudah pulih dan juga Dokter sudah memperbolehkan ia pulang dan istirahat di rumah.sedangkan keadaannnya Reyhan masih belum ada kemajuan.
"Alhamdulilah akhirnya Zahra sudah boleh pulang ya Allah!"ucapku semangat 45.
"Memangnya mau ikut lomba 17 Agustusan ra"tanya Author.
"gak papa kali thor...Zahra juga udah gk betah diem di Rumah Sakit terlalu lama entar banyak yang kangen"ucapku pd.
"GR banget sih lu raa...emang siapa yang kangen sama lu?palingan tu yy yang kangen sama lu itu cuma kayu ama batu....haha😂"ucap Author sambil ketawa ngakak😂.
"Author luknut lu...gw bilangin sama cowok lu ****** lu"ucapku.
"Emangnya lu tau cowok gw siapa"tanya Author.
"Kagak sih...emang cowok lu siapa thor?"tanyaku.
"kepo lu nyet...dah lah capek gw ngomong sama lu kagak bakalan kelar-kelar"ucap Author.
"emang gw juga gk cape apa"Ucapku.
"Diem gk lu kalo enggak gw apus lu dari tokoh utama"ucap Author.
"Author mah licik bisa nya ngancem doank"ucapku.
"Bodo amat"ucap Author.
(abaikan saja percakapan diatas)
"Semangat banget kayaknya yang mau pulang?"tanya bang Rizky.
"gak papa kali bang!Lagian zahra juga udah lama disini bosen tau...juga Zahra gk suka bau obat!"ucapku kepada bang Rizky.
"owh iya bang abi sama umi mana kok gk keliatan dari tadi?"tanyaku kepada bang Rizky sambil membereskan baju-bajunya yang ada di rumah sakit.
"abi sama umi tadi mau ngurus administrasi nya dulu!kalau udah selesai pasti juga kesini!"ucap bang Rizky sambil membantu Zahra membereskan barang-barangnya.
Beberapa menit kemudian...
__ADS_1
"Assalamualaikum"ucap abi dan umi secara bersamaan.
"Walaikumsalam"ucapku dan bang Rizky bersamaan lalu menyalimi kedua tangan abis dan umi.
"Sudah selesai beres-beresnya"tanya umi sambil melihat kearah ku dan bang Rizky.
"alhamdulillah sudah selesai umi"ucapku
"kalau begitu sebelum kita pulang ke rumah kita pamit dulu sama om Adinata dan tante Devina dulu"ucap abi aku dan bang Rizky pun menganggukan bkepala tanda setuju
"tapi Rizky mau naruh ini dulu ya..di dalam bagasi mobil baru nantik Rizky ke ruangannya Reyhan.
"yasudah tapi jangan lama-lama ya"ucap abi sambil berlalu keluar dan diikuti oleh umi dan Zahra.
"iya bi"ucap bang rizky.
POV AUTHOR
Di ruangan Reyhan
"Assalamualaikum"ucap keluarga Al malik,tentu saja abi,umi dan zahra.
"sudah mau pulang ya zahra?"tanya dady Adinata.
"Alhamdulilah sudah om"ucap Zahra tersenyum lalu menyalimi om Adinata dan tante Devina.
"Bagaimana keadaanya Reyhan sekarang Di ( singkatan panggilan dari abi Ibrahim untuk dady Adinata)"tanya abi Ibrahim kepada dady adinata .
"ya begitulah masih sama...belum ada kemajuan sama sekali"ucap dady adinata sambil menghela nafas panjang.
Abi Ibrahim pun menepuk pelan bahu dady Adinata dan bekata"sabarlah yang bisa kita lakukan saat ini dan berdoa memohon kesembuhan untuk Reyhan!"ucap abi Ibrahim.
"kau benar him (itu panggilan abi ibrahim ya gaes...dari dady Adinata)
mungkin ini teguran dari Allah untuk Reyhan supaya ia segera bertaubat dan meninggalkan pergaulan bebas nya!"ucap dady Adinata sambil melihat kearah Reyhan yang sedang tetidur di atas brankar(maaf kalau salah tulisannya).
Zahra yang mendengar perbincangan abinya dan dady Adinata pun merasa, bersalah karna dirinyalah yang membuat Reyhan menjadi seperti itu.
umi dari tadi memeluk momy Devina untuk menennangkannya.
"Maafkan Zahra om...mungkin kalau Zahra hati-hati saat menyebrang, Reyhan gk mungkin kayak gini"ucap Zahra sambil melihat kebawah untuk menahan air matanya yang ingin jatuh tapi apa lah daya air matanya jatuh begitu saja dan ia pun menyekanya air matanya yang jatuh.
__ADS_1
"ini bukan kesalahan mu nak...ini sudah takdir dari Allah...jadi kaku jangan terus merasa bersalah seperti ini!"ucap dady Adinata sambil menghela pelan punggung Zahra untuk menenangkan nya.
"om,tante apakah Zahra masih boleh menjenguk Reyhan?"tanya Zahra pelan sambil menunduk.
"tentu saja...kenapa tidak.kita juga malahan senang kalau kau ingin menjenguk Reyhan,iyakan mom"ucap dady Adinata sambil melihat kearah momy Devina.
"iya sayang...malahan tante seneng banget malahan kok kalau kamu mau menjenguk Reyhan jadi"ucap momy.Zahra yang mendengar itu pul langsung memeluk momy Devina.
"makasih om tante"ucap Zahra yang masih berada di pelukan momy.
Abi Ibrahim,dady Adinata,umi fatimah dan bang Rizky yang baru saja datang puj tersenyum melihat Zahra dan momy Devina.Kalau kalian nanya dimana keberadaan adeknya Reyhan yaitu Reva,dia tidak bisa ke rumah sakit karna ada tugas kerja kelompok oleh gurunya makanya dia tidak berada di rmh sakit.
"Yasudah kalau begitu kita pamit pulang,inget sabar dan teruslah berdoa untuk kesembuhannya Reyhan"ucap abi Ibrahim mengingatkan dady Adinata.
"Assalamualaikum"ucap kami bersamaan.
"Walaikum salam"balas dady Adinata dan momy Devina bersamaan sambil tersenyum.
Keluarga Al malik pun pergi meninggalkan ruangan Reyhan.
"dad menurut momy Zahra kayaknya cocok banget deh kalau sama Reyhan udah baik,sabar,pengertian,cantik dan rajin sholat lagi"ujar momy Devina sambil mengingat Zahra.
"menurut abi pun sama kalau misalnya dia menikah sama Reyhan mungkin Reyhan bisa berubah"ucap abi sambil tersenyum dan memeluk momy Devina.
Momy Devina pun berjalan menuju Reyhan yang sedang terbaring.
"Rey momy m momy mu seperti ini terus...momy juga udah nemuin jodoh yang cocok untuk kamu dia baik rey kau pasti tau orangnya karna kau lah dia bisa selamat...momy mohon rey bangun dan cepat lah sembuh apakah kau menyukai dunia mu sendiri sampai lupa dengan kami"ucap momy menangis sambil memegang erat lengan Reyhan.
POV Zahra
Dikediaman Al malik
"ASSALAMUALAIKUM WAHAI PENGHUNI RUMAH...ZAHRA YANG CANTIK,BAIK HATI,PINTAR DAN RAJIN BERIBADAH...PULANG DENGAN KEADAAN SELAMAT SERTA MEMBAWA KELUARGA TERCINYA!"teriak Zahra yang menggema di kediaman Al malik.
Abi,umi,bang Rizky dan para Maid yang bekerja di dan pun hanya bisa menutup telinganya di karnarkan suara Zahra.Walaupun Zahra adalah santriwati yang di sebut kalem,lemah lembut dan gak pernah berbuat masalah tapi berbalik saat dia sudah berada di rumah dia akan berjiwa bar-bar manja dan sering buat ulah seperti balapan liar...ya kalian tau lah Zahra adalah Queen Racing yang vakum selama 2 tahun makanya gk ada yang tau bahwa Queen Racing adalah seorang santiwati.Walaupun Zahra adalah Queen Racing dia selaly memakai kerudung dan di tutupi oleh helm dan masker...makanya kalau dia sedang berada di arena dia tidak pernah membuka helmnya.
"astaghfirullah hal'adzim zahra...ini di rumah bukan hutan jangan teriak-teriak kau itu juga seorang gadis"ucap umi sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya yang satu ini...sering dia bertanya pada dirinya bahwa Zahra itu seorang perempuan atau laki-laki.
Happy reading semua😉
mohon maaf jika ada kesalahan dalan mengetik nya😊
__ADS_1