Sastra

Sastra
sastra. 01


__ADS_3

seorang wanita tengah menunggu di depan pintu ruang UGD, ia menunggu sang kakak yang tengah berjuang untuk melahirkan anaknya, selama sebelas jam para dokter tak kunjung keluar dari ruang UGD, wanita itu semakin khawatir dengan nyawa kakak dan keponakannya itu, sang wanita berjalan mondar mandir dengan perasaan khawatir, tangannya saling memegang dan bergetar, ia mulai berkeringat dingin dan memiliki perasaan yang tak karuan. selama sebelas jam ia selalu mengeluarkan ekspresi yang khawatir, bingung, linglung, dan terlihat aneh. sedangkan di dalam ruangan UGD, sedang ada dokter yang khawatir karena sang ibu mengalami pendarahan parah, sedangkan sang anak tak kunjung menangis setelah usai dilahirkan oleh sang ibu. sang dokter mencari segala cara agar sang ibu dan anak itu kembali ke dalam zona nyaman dan tak lagi kritis.

__ADS_1


setelah dua belas jam tegang, wanita yang menunggu di depan UGD itu terduduk dengan pose berlutut dan mengeluarkan semua air matanya setelah mendengar suara tangisan sang bayi, ia bahagia setelah dua belas jam menunggu di depan ruang UGD. saat sang dokter keluar ia hanya membawa sang bayi, "pak, bagaimana keadaan kakak saya?" gadis itu bertanya kepada sang dokter yang sedang menggendong bayi, "kakak saya sehat kan pak? kakak saya baik baik saja kan pak?" gadis itu mulai bertanya dengan keadaan yang bingung dan masih terus saja menangis.

__ADS_1


"maaf kan saya" ucap dokter itu sembari menangis dengan bayi yang ia gendong, sang wanita terduduk lemas di lantai dan menangis sekencang kencangnya, di rumah sakit itu hanya terdengar tangis dari sang wanita yang sedari tadi menunggu di luar ruangan UGD, wanita itu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang UGD, dimana tempat kakaknya di operasi tadi, saat sang wanita melihat sang kakak tergeletak tak bernyawa di atas ranjang ruang UGD, ia tak henti henti menangis, dirinya tak percaya sang kakak akan meninggalkannya secepat ini. "kakak!! kakak!! liat deh anak kakak udah lahir!!! kakak jangan bercanda sama adik!! adik takut!!! adik gak bisa ngejaga bayi!! anak kakak harus adik taruh mana? adik takut adik bakal ngelukain anak kakak!! jadi kakak harus bangun yah!! kakak harus bisa ngurus anak kakak!!" ucap wanita itu sembari memegang wajah sang kakak yang sudah sedingin es batu.

__ADS_1


sang wanita kembali berjalan di tengah tengah hujan, masih dalam tubuh dan wajah yang berlumuran darah.

__ADS_1


__ADS_2