Sastra

Sastra
sastra. 12


__ADS_3

Berhari hari berlalu, hubungan antara Kinanti dengan kalandra juga membaik, keduanya seperti pasangan yang baru saja menikah, keduanya terlihat cocok dan romantis, di lusa depan renjun dan Lyon memutuskan untuk menikah, agar si kecil viko tak di buli karena tak memiliki ayah, sedangkan nono sudah bersekolah di sekolah yang baik dan elit(tempat anak anak konglomerat). Hari sabtu Lyon menghampiri kastil dan melihat semua asrama sudah tak terurus dan terbengkalai bagaikan rumah hantu yang memiliki banyak ruangan, Lyon memasuki rumah utama di kastil dan melihat Kinanti yang sedang bosan sembari mengganti saluran televisi yang ia lihat, Lyon yang melihat Kinanti bosan dan seperti tak semangat hidup, Lyon mengajak Kinanti pergi ke mall, namun Kinanti menolaknya karena perut Kinanti sedang sakit akibat dampak dari jatah bulanan yang selalu di dapatkan oleh setiap perempuan.Karena mood Kinanti yang buruk, Lyon menemani Kinanti atas izin renjun selama semalam, Kinanti hanya duduk di sofa, makan camilan, makan nasi, ke kamar mandi, dan juga tidur, semua kegiatan Kinanti juga membuat Lyon yang melihat nya ikut malas dan terasa sangat berat untuk beraktifitas, tiba tiba Lyon muntah muntah saat makan durian, sebenarnya keduanya muntah karena bau durian yang sangat menyengat, Kinanti sangat tidak menyukai bau durian yang terlalu menusuk, sedangkan Lyon bisa menahan diri nya untuk mencium aroma durian, namun Lyon terus menerus muntah muntah, sedangkan Kinanti langsung pingsan di tempat. Lyon yang masih mual dan melihat Kinanti pingsan panik dan terus menerus mencoba membangunkan Kinanti dengan cara menghampiri Kinanti lalu kembali ke kamar mandi untuk memuntahkan apapun yang ada di mulutnya. Lyon menelepon kalandra dan renjun secara bersamaan, kedua lelaki itu kaget dan panik, saat tiba di kastil, kalandra sangat tidak menyukai aromanya, seluruh area kastil berbau durian yang sangat menyengat. Renjun mengajak kalandra untuk dengan segera menolong kedua perempuan yang ada di dalam kastil, saat tiba di dalam Lyon sudah tak bisa menahan dirinya dan terjatuh, sedangkan Kinanti belum juga bangun dari pingsannya. Kedua pria itu menggendong satu satu gadis yang berada di dalam kastil dan membawa keduanya ke rumah sakit. Saat di rumah sakit renjun langsung membawa Lyon untuk memeriksa keadaan Lyon, namun kabar baik yang sangat mengharukan membuat renjun bersyukur, Lyon sedang hamil anak keduanya, usia kandungan lyon baru beberapa hari dan masih rentan untuk terluka. Sedangkan kalandra panik melihat para suster yang makin panik melihat Kinanti pingsan dan membawa Kinanti ke ruang UGD, kalandra semakin gugup setelah sang dokter keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Pak bagaimana keadaannya?" Tanya kalandra

__ADS_1


"Pasien sudah baik baik saja, tapi dia alergi dengan durian, kelak jangan sampai pasien menghirup maupun mengonsumsi buah durian" Balas sang dokter.

__ADS_1


Kinanti merasa bosan saat berada di kamar rumah sakit, sehingga ia kadang bermain dengan para suster maupun dokter yang sedang memeriksanya.

__ADS_1


Seminggu berlalu, renjun dan Lyon sudah menikah, keduanya sedang mempersiapkan barang barang untuk anak kedua mereka, sedangkan Kinanti menunggu kalandra selama beberapa hari. Di rumah kalandra, atlanna mengenalkan kalandra dengan sorang gadis bernama ayana, kalandra tidak menyukai ayana sedikitpun bahkan kalandra tidak ingin melihat ayana berada di rumahnya karena sang anak keduanya tak menerima ayana, terpaksa ayana dijodohkan dengan anak ketiga atlanna yaitu sagara, sagara tak berani menolak ibunya yang menjodohkannya dengan ayana, karena ayana adalah teman kecil sekaligus cinta masa kecil sagara, pernikahan ayana dan sagara dilaksanakan bulan depan, namun atlanna malah merasa bingung karena rajash belum menikah namun sudah memiliki anak, atlanna bertanya kepada rajash apakah anak itu memang benar benar anak dari rajash dan seorang wanita yang ditunggu rajash.

__ADS_1


__ADS_2