Satu Cinta Satu Gairah

Satu Cinta Satu Gairah
Episode 12


__ADS_3

"what offer do you want from me" Zoya said with a curious look on her face.


("apa tawaran yang kamu inginkan dariku" kata Zoya dengan raut wajahnya yang penasaran.)


"it's not difficult it's just...." said Devian while taking out a ring and making Zoya feel even more curious.


("tidak sulit hanya saja...." kata Devian sambil mengeluarkan cincin dan membuat Zoya merasa semakin penasaran.)


"the offer is you have to marry me tomorrow night" said Devian while giving her ring to Zoya and Zoya was immediately surprised to hear the offer from Devian.


("tawarannya adalah kamu harus menikah denganku besok malam" kata Devian sambil memberikan cincinnya kepada Zoya dan Zoya pun langsung terkejut mendengar tawaran dari Devian.)


"now choice is yours you want to save your sister by marrying me or you have to see your brother nothing in vain because of your selfishness..." Devian said looking at Zoya and Zoya's heart was broken heard the offer from Devian and Devian immediately left and left Zoya alone.


("sekarang pilihan ada di tanganmu kamu ingin menyelamatkan adikmu dengan menikahi ku atau kamu harus melihat adikmu tiada dengan sia sia karena keegoisanmu..." kata Devian sambil menatap Zoya dan hati Zoya sangat hancur mendengar tawaran dari Devian dan Devian pun langsung pergi dan meninggalkan Zoya sendirian.)


Zoya keeps remembering Devian's words standing like a statue and her eyes are filled with tears and Zoya sits up straight away on the floor slowly with his body that was very limp helpless and while letting out his tears "HIKS....HIKS....HIKS....!"Zoya kept on sobbing because she didn't know what to do and Zoya immediately stood up and went to Brian.


(Zoya terus mengingat perkataan Devian dengan terus berdiri seperti patung dan matanya yang berkaca kaca dan Zoya langsung duduk di lantai secara perlahan dengan tubuhnya yang sangat lemas tidak berdaya dan sambil mengeluarkan air matanya"HIKS....HIKS....HIKS....!" Zoya terus menangis tersedu sedu karena dia tidak tahu harus melakukan apa dan Zoya pun langsung berdiri dan menghampiri Brian.)


"I will do anything to save my sister's life even if I have to sacrifice myself...." Zoya said with tears in her eyes and while stroking Brian's head and Brian shed tears because he heard Zoya's words.


("aku akan melakukan apapun untuk bisa menyelamatkan nyawa adikku meskipun aku harus mengorbankan diriku...."kata Zoya sambil berlinang air mata dan sambil mengusap kepala Brian dan Brian pun mengeluarkan air matanya karena mendengar kata-kata Zoya.)


the next morning Amara immediately woke up from her sleep because the nurse kept waking Amara up and the nurse immediately ordered a male nurse to move Brian to the regular room and Amara was surprised and immediately persuaded the nurse and followed the nurse from behind Amara kept begging the nurse while crying but the nurse didn't respond Amara and Zoya came along with Alya and both of them surprised to see Brian being carried by a male nurse and they immediately stopped the nurse and they immediately stopped.


(keesokan paginya Amara pun langsung terbangun dari tidurnya karena perawatnya terus membangunkan Amara dan perawat langsung menyuruh perawat laki laki agar memindahkan Brian ke ruang biasa dan Amara pun terkejut dan langsung membujuk perawat dan mengikuti perawat dari belakang Amara terus memohon kepada perawat sambil menangis tetapi perawat tidak menanggapi Amara dan Zoya pun datang bersama dengan Alya dan mereka berdua terkejut melihat Brian di bawa oleh perawat laki-laki dan mereka langsung menghentikan perawatnya dan mereka pun langsung berhenti.)


"Where do you want to take my sister?" Zoya said with a panicked face.


("kalian ingin membawa adikku kemana?" kata Zoya dengan wajah panik.)


"Ma'am it's been two weeks today but you still haven't paid off the administration and the hospital has to move the patient to a normal room," said the nurse.


("Bu hari ini sudah dua Minggu tetapi kau masih belum melunasi administrasi dan pihak rumah sakit harus memindahkan pasien ke ruangan biasa" kata perawat.)


"nurse, I beg you to let my brother stay in the ICU and give us time to pay off the administration, I beg you," Alya said, crying.


("perawat aku mohon biarkan kakakku menginap di ruang ICU dan berikan kami waktu kami akan melunasi administrasi aku mohon" kata Alya sambil menangis.)


"nurse listen to me first I will pay off the administration right now but give me an hour of time I will pay right now I promise"Zoya said with full confidence and the nurses immediately considered their decision and they immediately agreed and immediately put Brian back into the ICU room and they were immediately happy.


("perawat dengarkan aku dulu aku akan melunasi administrasi sekarang juga tapi beri aku waktu selama satu jam aku akan membayar sekarang juga aku janji" kata Zoya dengan penuh keyakinan dan para perawat langsung mempertimbangkan keputusan mereka dan mereka pun langsung setuju dan langsung memasukkan Brian kembali ke ruang ICU dan mereka pun langsung senang.)


"but sis how are you going to find such a big loan in one hour?” (Alya)

__ADS_1


("tapi kak bagaimana kau akan mencari pinjaman sebesar itu dalam waktu satu jam?" (Alya).)


"Amara, you accompany your brother Brian because you want to talk to Alya!" (Zoya)..


("Amara kamu temani kakakmu Brian karena kakak ingin bicara dengan Alya!" (Zoya).)


"okay sis!" (Amara).


("baik kak!" (Amara).)


"You still haven't answered my question sis!" (Alya).


("kamu masih belum menjawab pertanyaanku kak!" (Alya).)


"you don't need to worry about that brother will seek help as soon as possible you just focus on accompanying your sister....you understand!" said Zoya while holding Alya and Zoya's cheeks, they immediately went to Devian's shooting location in a hurry while Devian continued to sit on the shooting bench. while waiting for Zoya and drinking Beer and Devian had finished one bottle and Devian kept on drinking and he was getting a little drunk.


("kamu tidak perlu khawatir soal itu kakak akan mencari bantuan secepat mungkin kamu fokus saja menemani kakakmu....kamu mengerti!" kata Zoya sambil memegang kedua pipi Alya dan Zoya pun langsung pergi ke tempat syuting Devian dengan tergesa gesa sementara Devian terus duduk di bangku syutingnya sambil mengunggu Zoya dan minum minuman Bir dan Devian sudah menghabiskan satu botol tersebut dan Devian terus minum dan dia pun jadi sedikit mabuk.)


"Reno are you sure that Zoya will come here and accept my offer" (Devian).


(Reno apakah kamu yakin kalau Zoya akan datang kesini dan menerima tawaranku" (Devian).)


"I'm one hundred percent sure that lady boss will come to you and beg for your help" (Reno).


after hearing Reno's words Devian became more confident and Devian continued to drink and Devian immediately leaned on the shooting couch and while holding the bottle and Devian immediately told Reno to turn off all the lights in the studio and the lights went out after the drink ran out Devian immediately threw away the bottle it by rolling it and the bottle immediately stopped beeping after the bottle stopped beeping made Devian surprised and suddenly Zoya's voice was heard.


(setelah mendengar kata-kata Reno Devian pun semakin percaya diri dan Devian terus minum dan Devian langsung bersandar di sofa syutingnya dan sambil memegang botol dan Devian langsung menyuruh Reno untuk mematikan semua lampu yang ada di studio dan Lampunya pun mati setelah minumannya habis Devian pun langsung membuang botol itu dengan cara menggelindingkannya dan botol itu pun langsung berhenti berbunyi setelah botol itu berhenti berbunyi membuat Devian merasa heran dan tiba tiba terdengar suara Zoya.)


"I accept your offer to marry you!" said Zoya and Brian was immediately surprised and happy and the studio lights immediately turned on Devian and also Zoya and Zoya looked at the drink bottle and also Devian who was very drunk and Devian immediately smiled.


("aku menerima tawaranmu untuk menikah denganmu!" kata Zoya dan Brian langsung terkejut dan bahagia dan lampu studio pun langsung menyala ke arah Devian dan juga Zoya dan Zoya pun menatap botol minuman itu dan juga Devian yang sangat mabuk berat dan Devian pun langsung tersenyum.)


"but before I marry you I want you to keep your promise” (Zoya).


"tapi sebelum aku menikah denganmu aku ingin kamu menepati janjimu" (Zoya).)


"I agree!....Reno didn't you hear what Miss Zoya said hurry up and make the payment right now" (Devian).


("aku setuju!....Reno apakah kamu tidak dengar apa kata Nona Zoya cepat lakukan pembayarannya sekarang juga" (Devian).)


"ok boss! I will talk to the hospital right now” (Reno).


("baik bos! aku akan bicara dengan pihak rumah sakit sekarang juga" (Reno).)


and Reno immediately went to contact the hospital to pay off all the administration and also rent the hospital equipment Brian needed and Zoya kept waiting for news from Alya and also Amara after waiting a few hours suddenly "KRING!....KRING!.....KRING!...."Zoya's phone immediately rings and Zoya picks up the phone.

__ADS_1


(dan Reno pun langsung pergi untuk menghubungi pihak rumah sakit untuk melunasi semua administrasi dan juga menyewa alat alat rumah sakit yang di butuhkan Brian dan Zoya terus menunggu kabar dari Alya dan juga Amara setelah menunggu beberapa jam tiba tiba " KRING!....KRING!.....KRING!...."HP Zoya pun langsung berdering dan Zoya pun langsung mengangkat teleponnya.)


"Hello sis Zoya! My sister is very happy because all the administration has been paid off by good people, hurry up and come here!" (Alya).


("Halo kak Zoya! kakak aku sangat senang karena semua administrasi sudah di lunasi oleh orang baik cepatlah kakak ke sini!" (Alya).)


"ok sis will be there soon but after you finish your work" (Zoya).


("baiklah kakak akan segera ke sana tapi setelah kakak menyelesaikan pekerjaan kakak" (Zoya).)


"OK sis! but you have to be careful....I'll hang up the phone bye sis!" (Alya).


("Baik kak! tapi kakak harus hati hati....aku akan tutup teleponnya Dah kak!" (Alya).)


after Alya finished talking to Zoya Alya went straight to Brian's room meanwhile Zoya hung up her and Zoya's phone and Zoya has no other choice but to marry Devian and Devian looks straight at Zoya.


(setelah Alya selesai bicara dengan Zoya Alya langsung masuk ke ruangan Brian sementara itu Zoya pun menutup teleponnya dan Zoya tidak ada pilihan lain selain menikah dengan Devian dan Devian pun langsung menatap Zoya.)


"I have fulfilled my promise is that enough?” (Devian)


("aku sudah memenuhi janjiku apakah itu sudah cukup?" (Devian).)


"no!...I want one more promise from you" (Zoya).


("tidak!...aku ingin satu janji lagi darimu" (Zoya).)


"What?” (Devian).


("Apa?" (Devian).)


"You mustn't tell this marriage to my brother and sister's and watch your boundaries!" (Zoya).


("kamu tidak boleh memberitahu pernikahan ini kepada adikku dan jaga batasanmu!" (Zoya).)


"I agree!...Reno quickly bring in our special guests!..." (Devian).


("aku setuju!...Reno cepat bawa masuk para tamu spesial kita!..." (Devian).)


"Alright Boss!” (Reno).


("Baik Bos!" (Reno).)


after Reno left to welcome the guests Zoya continued to stand in front of the Devian and the guests immediately came and surprised Zoya that the guests the invitations were all the director's cast and also the crew who had worked with Devian when Zoya slapped Devian four times slap and they too are shocked and immediately talk to each other about Zoya and Devian and suddenly Devian also invites Aditya to witness their wedding and shocks Zoya even more.


(setelah Reno pergi untuk menyambut para tamu Zoya terus berdiri di hadapan Devian dan para tamu pun langsung berdatangan dan membuat Zoya terkejut ternyata tamu undangan itu adalah semua para pemain sutradara dan juga para kru yang sudah bekerja dengan Devian saat Zoya menampar Devian sebanyak empat kali tamparan dan mereka juga terkejut dan langsung saling membicarakan Zoya dan Devian dan tiba tiba Devian juga mengundang Aditya untuk menyaksikan pernikahan mereka dan membuat Zoya semakin terkejut.)

__ADS_1


__ADS_2