Saya

Saya
1. semua hari Sama, sama sama membosankan


__ADS_3

belajar di kelas akhir kebahagiaan tersendiri bagiku sekolah bukanlah tempat yang menyenangkan bagiku , mungkin kebanyakan anak remaja akan merindukan suasana sekolah apalagi masa-masa SMA. Tapi aku berani bertaruh sampai kapanpun aku takkan merindukan itu , apapun itu tak terkecuali temanku juga ahh teman aku tak terlalu tertarik dengan kata itu percaya atau tidak aku tidak memiliki teman dekat, bukan berarti aku dikucilkan atau dibully dikelas. Semua teman sekelas ku tak ada satu pun yang tau tentang hidupku, aku begitu tertutup dan begitu dingin dan itu membuat mereka merasa canggung dan kaku . Tidak mempunyai teman bukan masalah besar bagiku tidak berpengaruh di hidupku. Yang paling membuatku muak di sekolah ini yaitu rasa 'kasihan dan simpati' Dan hanya satu orang yang begitu dalam kelasku dan ia selau berhasil membuat suasana hatiku menjadi kesal dan orang itu berperan penting dalam cerita ini tunggu saja.


walaupun begitu aku selalu bangga dengan diriku tak banyak seseorang bisa sepertiku, selalu sendiri tapi tak pernah merasa kesepian bahkan seseorang yang selalu mengasihi ku tak akan pernah bisa seperti itu. jadi bagaimana menurutmu?


"Jingga ini susu kotak dan roti untukmu". Itu kata Yang paling ku benci memang benar hanya kata biasa tapi dengan tatapannya Yang menatapku Yang membuatku muak


"hmm terimakasih kau tak perlu melakukan ini terus-menerus". Itu salah satu kata munafik dalam hidupku. Dalam hal ini aku tak pernah makan dan minum. Aku tau niatnya tulus tapi aku tak suka dengan tatapan itu , dia melakukan itu karena ia merasa kasihan denganku.


Lalu untuk pertama kalinya aku aku menolak pemberiannya dari raut wajahnya dia sedikit tersinggung. Tapi ia tak menyerah dia memberi makan dan minum setiap hari dan selalu ku tolak.


"mengapa kau selalu menolak pemberianku".


ucapnya sambil menatap kearah ku


"mengapa kau selalu memberiku makan sialan itu aku tidak membutuhkannya". Ucapku kesal


"si..sialan " ucapnya pelan sedikit t percaya apa yang ia dengar


"iyaaa berhenti memberikan aku makan dan minuman sialan itu" . ucapku entah kenapa aku semakin kesal .


"maafkan aku jingga aku tak tau jika kau merasa tak nyaman ". Ucapnya pelan


aku langsung pergi meninggalkannya dengan perasaan bersalahnya.


Namanya feya sky ia anak yang sangat populer ia anak sangat pintar dan cantik semua para menyukainya tentu saja ia dari orang kaya walaupun begitu ia tidak pernah sombong.


semua gadis di SMA ku ingin menjadi sepertinya


ia bagaikan malaikat tampa kekurangan, kadang aku pun sering merasa iri dengan dirinya.


Semua masih Sama tidak ada yang berubah hari hariku selalu dilalui dengan membosankan tidak ada yang menarik semuanya membosankan dan membuatku jenuh.


sekarang kelas 12 semester akhir aku sibuk menyiapkan ujian ku untuk masuk universitas aku belajar mati-Matian karena aku tau ibu pasti tidak mempunyai uang untuk ku masuk universitas jadi aku belajar dengan giat agar bisa dapat biaya siswa.


Pulang sekolah aku turun dari angkutan umum masuk gang kumuh yang hanya cukup dilewati 1 mobil saja itu juga sangat sempit aku berjalan santai tidak sambil bersenandung dan mendengarkan musik seperti kebanyakan gadis seusiaku.


jika kau bertanya apakah aku muak dengan hidup ini? maka jawabnya tentu saja aku muak dengan semua ini terus mengapa aku tak mengakhiri hidup ini? . Entahlah walaupun hidupku membosankan dan monoton dan tentunya memuakan sempat terpikir untuk ku mengakhiri hidup ini tapi merasa kasihan dengan diriku sendiri harus mati menyedihkan seperti itu, jadi aku mengurungkan niatan itu


bruk...

__ADS_1


aku terjatuh sesuatu menabrak ku pelan aku berusaha berdiri kembali, lututku terasa sakit aku membalikan badanku melihat mobil hitam yang menabrak ku seorang pria keluar dengan wajah cemasnya.


"Apa kau tak apa apa?". Ucapnya cemas ia menghampiriku.


"Aku baik baik saja " jawabku sambil Melihat kearahnya wajahnya seperti tidak familiar.


"Lututmu berdarah tunggu sebentar " ucapnya


aku langsung melihat ke lututku benar, lutut kananku berdarah.


ia masuk ke mobilnya untuk mengambil kotak p3k


dan langsung berjongkok di hadapan ku ,lebih tepatnya di depan luka ku


"ahh aku tak apa apa ". aku mundur selangkah dari nya entah mengapa jantungku berdetak begitu kencang secara tiba tiba


"aku akan merasa sangat bersalah jika membiarkanmu begitu saja". Ia menatap ku sambil tersenyum.


jantungku semakin berdegup kencang saat ia senyum kearah ku. Bahkan aku tak sadar jika ia sudah mengobati lututku


"aku akan mengantarmu pulang"


entah mengapa aku hanya mengangguk saja dan mengikutinya.


"kita sudah sampai" ucapnya pelan


aku tersadar dari pikiran ku yang sibuk mengikat ingat apakah kami pernah bertemu. Dan itu semakin membuatku bingun kami berhenti tepat di depan rumah ku. Bagaimana ia tau rumahku


"sepertinya kau memang sudah melupakanku, jingga "


aku langsung melihat kearahnya melihat wajahnya mengiat ingat kembali siapa sebenarnya orang ini.


"varro!". Aku langsung memeluknya.


"Aku kira kau sudah melupakanku". ucapnya membalas pelukanku


"aku kira kita tidak akan pernah bertemu lagi" ucap ku sedikit terharu "aku kira kau tidak akan kembali, aku selalu menunggu mu kau bilang kita akan bertemu ketika aku masuk SMP tapi kau tidak kembali dan saat itu aku sangat kesal dan bertekad melupakanmu".


"maafkan aku , sesuatu terjadi jadi aku tidak bisa kembali saat itu maka dari itu saat kembali lagi aku langsung menemui mu ". Ucapnya bersalah

__ADS_1


aku melepaskan pelukan kami


"seharusnya aku sangat marah saat ini karena aku selalu berkata kepada diriku sendiri jika aku bertemu dengan mu lagi aku akan sangat marah karena kau mengingkari janjimu tapi aku tak tau sekarang mengapa aku sangat senang saat melihat mu". Aku tersenyum kearahnya


"aku juga sangat senang bisa melihatmu kembali".


Ponsel dalam saku jasnya berdering seseorang menelponnya , raut wajahnya sedikit berubah saat mengangkat telpon.


"maafkan aku jingga seperti aku harus pulang ada urusan mendadak". ucapnya merasa bersalah


"ahh tidak apa apa varro, melihat mu hari ini sudah cukup bagi ku aku sangat senang ". Ucapku tulus.


Aku keluar dari mobilnya dan senyum Kembali kearahnya


"jangan pernah puas untuk melihat ku, mari bertemu lagi besok aku akan menjemputmu besok sore "


mendengar itu pipiku langsung menghangat, aku langsung lari ke rumahku, Dengan perasaan yang tidak bisa ku jelaskan aku hanya tau rasanya perutku sangat penuh dengan kupu kupu, aku sangat menyukai perasaan ini.


"selamat ulang tahun sayang". Ucap ibu ku tiba tiba saat aku baru masuk rumah sambil membawa cup cak berwana biru mudah yang ia beli di jalan saat perja pulang kerumah atau seseorang memberinya


aku mengerucutkan dahiku bingun "hah siapa yang ulang tahun Bu? " tanyaku Bingung


"hehehe ibu hanya bercanda" jawab ibu santai sambil memakan cup cake biru muda tadi.


Aku hanya menghela nafas tidak perduli.


"tadi itu Siapa yang ngantar kamu pake mobil mewah?". Tanya ibu penasaran


"pacar kamu yaaa ,jujur"


"bukan" jawabku singkat


"terus siapa dong temen? ". Tanya ibu sekali lagi sepertinya ia sangat penasaran


"tadi aku ketabrak Sama dia jadi dia ngantar aku pulang". Ucapku apa adanya sambil memperlihatkan luka dilututku


"sayang kamu gak kenapa-kenapa kan apa ada yang sakit lagi gak".ibu panik langsung memegang badan ku mencari cari apakah ada luka lain.


"aku gak kenapa napa kok bu, ohh iya tumben ibu jam segini di rumah" ucapku sambim masuk kamar.Ibu tidak menjawab ucapanku selepas aku masuk kamar ibu juga pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Aku tinggal di rumah yang kecil bersama ibuku, aku tidak terlalu dekat dengan ibuku kami hanya sebatas anak dan ibu . Ibu jarang di rumah mungkin itu alsan kami tidak terlalu akrab.


Ayahku pergi saat aku berumur 2 tahun jadi aku tidak tau seperti apa ayahku dan ibuku juga tidak pernah mau membahasnya, setiap aku bertanya tentang ayah sewaktu aku kecil ibu akan sedih dan menangis jadi aku tak pernah bertanya lagi.


__ADS_2