
aku bangun pagi dengan lebih bersemangat dari biasanya karena kau pun tau aku akan bertemu dengan varro lagi hari ini setelah dipikir pikir aku sudah lama sekali tak merasakan rasa seperti ini rasa bersemangat menunggu sesuatu apakah ini yang dibilang orang orang bahwa perasaan ini adalah perasaan jatuh cinta ahh aku malu sendiri jika memikirkan itu ini terlalu cepat jika dibilang jatuh cinta. Aku berangkat ke sekolah merasa seperti burung burung ikut bernyanyi mengiringi langkahku aghhh aku sangat senang.
Di kelas juga terasa menyenangkan bagiku sampai sampai Ira teman sebangku merasa aneh dengan Tingkah laku ku hari ini dia tak Banyak bertanya hanya ikut ikutan aku senang juga karena katanya melihat ku seperti ini membuatnya ikut senang dan bersemangat juga walaupun ia tak tau karena Apa.
bel pulang sekolah berbunyi nyaring memenuhi lorong lorong sekolah aku bergegas keluar kelas saat menuju gerbang aku sedikit bersenandung yang biasanya tak kulakukan.
saat menunggu angkutan umum di depan gerbang sekolah ku mobil hitam mengkilap berhenti tepat di hadapanku, pemuda berparas indah yang membuat diriku sedikit hidup hari ini menurunkan kaca mobil lalu tersenyum kearah ku
"bagaimana kau tau sekolah ku?" tanyaku sambil tersenyum
"semua tentang mu aku tau" ucapnya santai yang berhasil membuat pipiku memanas dan membuatku malu
"apa kau akan berdiri disitu selamanya" ucapnya menggoda ku karena ia tau pipiku memerah.
Aku langsung buru buru masuk mobilnya dengan perasaan salah tingkah.
Di dalam mobil aku hanya diam varro fokus menyetir keadaan terasa canggung sekarang tapi entah mengapa jantungku justru berdegup kencang tambah alasan sepertinya ia pun merasa begitu sesekali ia melihat kearah ku seperti ingin berbicara tapi tak jadi dan aku pun bingung mau memulai percakapan apa.
tak lama dari itu mobil berhenti di sebuah taman sedikit tak terurus, yaa itu taman tempat pertama kali kami bertemu dan kami sering bermain di sana.
bertemu Dengan varro ketika aku kelas 4 SD taman ini tidak terlalu jauh dari rumah ku, di taman ini ada danau yang tak terlalu besar dan pinggir danau itu kami bertemu untuk pertama kalinya saat itu saat aku sedang menangis karena ibuku memarahiku bertanya tentang ayahku, saat aku sedih aku selalu pergi ke pinggir danau itu sambil menangis saat aku menangis biasanya aku akan menghitung domba seperti satu domba, dua domba, tiga domba, 4 domba sampai seterusnya sampai aku merasa lebih baik dan berhenti menangis. Saat itu tepat saat aku menghitung domba yang ke 86 domba seorang anak laki laki masih berpakaian rapi berdiri di atas perahu di pinggir danau tidak jauh dari tempat aku menangis.
"Apakah itu cara yang ampuh untuk berhenti menangis". Ucap anak laki laki itu tiba tiba sudah berdiri didepan ku yang sedang berjongkok sambil menundukkan kepala.
Aku mendongak kearahnya dengan mata yang masih mengeluarkan air mata lalu ia ikut jongok di hadapanku.
"mengapa kau menangis di tempat seperti ini, biasanya aku jika ingin menangis aku akan diam di kamar ku dan menguncinya"
"apakah kau juga sering menangis" ucapku polos
__ADS_1
"tidak juga tidak ada alasan juga untuk apa aku menangis, dan kau mengapa kau menangis?". Tanyanya sambil menatap mataku wajahnya yang putih bersih itu ternyata ada tahi lalat rapat di dagunya.
"hari ini ulang tahun ku dan ibuku bertanya aku menginginkan apa, aku hanya menjawab aku sangat ingin tau ayah ku dan ingin melihatnya, tapi ibu saat aku mengatakan itu raut wajahnya langsung berubah, aku sebenarnya tau ibu sangat tidak suka jika aku bertanya Tentang ayahku.Ibuku langsung pergi ke kamarnya dan menangis dan itu membuat ku merasa sedih juga dan ingin menangis" jawabku sambil menunduk
"lalu mengapa kau harus menangis di sini?" tanyanya lagi
" karena aku takut jika ibu tau aku jg menangis ibu juga akan sedih, aku tak ingin ibu bersedih"
"selamat ulang tahun ini untukmu" ia menyodorkan permen lolipop untukku
"terima kasih" jawab ku polos dan mengambil lolipop yang diberinya, ia hanya tersenyum.
"siapa namamu, aku Navarro ouranos panggil saja varro kalau kamu?" ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
"Aku jingga panggil aja jingga" jawabku sambil membalas jabatan tangannya
"ouranos" ucapku pelan aku sedikit tertarik dengan nama yang indah itu
Dan dari sanalah kami sering bertemu dan bermain bersama ia adalah satu satunya teman baikku.
lalu saat ulang tahunku yang ke 11 tahun, ia memberikan ku kado boneka bebek kuning kesukaanku saat itu aku sangat senang.
Kami duduk di bawah pohon dekat danau sambil meminum susu kotak rasa vanila kesukaan kami.
Kami menghabiskan hari kami di danau itu kadang kami naik perahu yang berada di danau ia akan mendayung dan aku hanya duduk diam sambil menikmati pemandangan. Sangat menyenangkan bukan.
"jingga" panggil varro pelan
Aku hanya menoleh ke arahnya menunggu kata selanjutnya yang akan ia ucapkan
__ADS_1
"sepertinya kita akan berpisah berapa waktu ini".
Aku yang mendengar itu langsung kaget raut wajahku mengatakan 'mengapa kita harus berpisah'
"aku akan pindah ke luar negeri tapi itu hanya sebentar saat ini kan kau kelas 6 SD kita akan bertemu lagi saat kau kls 8" ucapnya
"mengapa kau harus pindah tak bisa kan kau tetap tinggal disini"
"tak bisa aku akan melanjutkan sekolah di sana ayah dan ibu ku juga pindah, ayah ku harus mengurus pekerjaannya di luar negri jadi kami sebagai keluarganya pun haru ikut" ia menjelaskan kepadaku.
"kau janji hanya 2 tahun disana"
"iyaa aku berjanji".
Tapi setalah dua tahun setelah aku menunggu nya disana hampir setiap hari aku menunggunya disana tapi ia tak kunjung kembali aku tak bisa menghubunginya karena waktu kami berpisah aku tak punya handphone dan saat itu pun aku tidak kepikiran untuk meminta nomornya jadi kami tidak bisa saling berhubungan.
Aku selalu menunggunya hingga akhirnya aku lulus dari sekolah menengah pertama ia masih saja tak kembali akhir aku memutuskan berhenti menunggunya kembali.
"apa yang kau pikirkan jingga" ucap varro menghentikan lamunanku tentang masa lalu kami
"tak ada hanya saja aku teringat kita dahulu, teringat berapa bodohnya aku menunggu mu" ucapku sedikit kesal
"maafkan aku waktu itu juga aku mau menghubungimu tapi aku tak tau caranya aku tidak mempunyai nomormu dan aku juga tidak bisa kembali setelah 2 tahun itu, pekerjaan ayahku belum selesai dan aku pun melanjutkan kuliah disana dan sekarang aku sudah lulus dan bisa kembali lagi dan mengurus perusahaan ayahku yang disini" ucapnya menjelaskan
aku hanya mengangguk aku tak tau harus merespon apa.
"kau tumbuh dengan baik jingga aku sampai tidak mengenali mu saat bertemu kemarin karena kau sangat cantik ".
Aku yang mendengar itu langsung tersipu malu
__ADS_1
"maafkan aku juga kemarin aku tidak langsung mengenali mu kau benar benar berubah " ucapku sambil melihat kearah lain karena aku masih malu Dengan ucapannya sebelumnya.