
kami menghabiskan waktu bersama sambil mengiat ingat kembali sewaktu kami kecil
rasanya sangat menyenangkan menghabiskan waktu dengan seseorang yang spesial, spesial ahh kata itu membuatku malu sendiri enatalah pasti kalian juga tau diri ku sangat mudah ditebak seperti aku menyukai varro sangat sangat menyukainya tapi aku tak mungkin memberikan tahunya walaupun sepertinya dia juga sudah tauh jika aku menyukainya.
kami bahkan meminum susu kesukaan kami dan menaik perahu yaa walaupun perahunya sudah sangat jelek dan aku sempat takut untuk naiknya bagaimana jika tiba tiba saat kami di tengah danau perahunya bocor dan kami akan masuk kedalam danau dan aku juga takut aku tidak terlalu pandai berenang dan bagaimana mana jika hewan buas didalam sana yang bisa saja menyerang kami, ahhh sepertinya aku terlalu overtaking tapi akhirnya aku naik juga yang diyakininya bahwa akan baik baik saja dan memang benar tidak terjadi apa apa itu hanya pikiranku yang berlebihan.
"apakah hari harimu menyenangkan jingga".
ucap varro sambil menatap kearah danau sekarang kami lagi duduk di bangku depan danau sambil minum susu kesukaan kami angin sore hari meniupkan rambut hitamnya, membuatnya bertambah tampan aku menatap kearah wajahnya yang putih bersih itu.
"entahlah kurasa semuanya Sama saja sama sama membosankan, kau bagaimana hari hari mu sewaktu disana?"
ia langsung menatap kearah ku merasa tertarik dengan percakapan ini ia sedikit diam dan mengulum bibirnya sedikit, sedikit berpikir
"aku disana belajar banyak hal dan itu sedikit mengobati kebosananku tapi tetap saja disini lebih nyaman dan menyenangkan bagiku".
__ADS_1
"apakah pernah kau merindukanku" ucapku pelan mungkin hanya aku yang dapat mendengarnya sambil menunduk melihat kakiku yang menendang nendang tanah pelan
"hmmm tentu saja aku merindukanmu sangat merindukanmu"
ucapnya yang berhasil membuatku melihat kearahnya terkejut ternyata ia mendengar ucapan pelanku tadi, aku sedikit malu tapi sangat merasa senang.
"sebenarnya sewaktu kau ulang tahun sebelum kita berpisah aku ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi".
ucapnya berhenti dan itu membuatku penasaran
"waktu sebenarnya aku menyukaimu dan ingin mengucapkannya tapi tidak jadi karena ibu ku memberi tahu bahwa kami akan pindah keluar negeri dan itu membuatku berpikir lagi bagaimana jika kau tak menyukaiku dan aku akan sakit hati dan saat aku kembali aku pasti tak bisa lagi sedekat ini lagi dengan mu".
aku yang mendengar itu langsung Jantungku berdegup kencang sedikit tak percaya apa yang barusan aku dengar.
"lalu bagaimana dengan sekarang?".
__ADS_1
ucapku pelan sedikit hati hati walaupun aku begitu penasaran dan sedikit takut juga.
ia menatap kearah ku dan aku merasa jantung ku akan meledak dan juga merasa sedikit takut.
"waktu itu aku sangat pengecut dan aku menyesalinya mengapa aku tak mengatakan yang sebenarnya kepadamu aku sangat merasa seperti pengecut tapi aku mengatakan pada diriku sendiri ahh waktu itu aku pun masih labil dan belum bisa mengambil keputusan dengan matang yaa walaupun sebenarnya aku sangat menyesal"
lalu aku yang penasaran dengan kelanjutannya masih menahan diri untuk menunggu dan tidak langsung menyela, jadi apa sebenarnya kau masih suka atau tidak dalam batinku bergejolak merasa sangat kereget dengan jawabannya.
"aku masih menyukaimu sangat sangat menyukaimu aku bahkan aku selalu merindukanmu".
ia melanjutkan kalimat yang sempat tertunda tadi
aku yang mendengarnya merasa seperti akan terbang dan jantungku sepertinya akan benar-benar meledak aku bahkan tidak bisa mengucap satu katapun kurasakan sangat banyak kupu kupu terbang berada di perutku sampai tenggorokanku kurasakan.
"kau apakan kau menyukaiku"
__ADS_1