
pernahkah kalian bermain jalangkung lalu mengalami keanehan dan melihat penampakan dan kerasukan, saya pernah alami itu semua dan itu terjadi saat saya kelas 6 SD saya ingat betul kejadian mengerikan itu, Langsung saja saya ceritakan kejadiannya.
saat itu saya pergi ke sekolah seperti biasa dan bermain dengan teman2 karena hari itu hari Sabtu jadi tidak belajar hanya senam dan setelah itu hanya main2 sampe jam pulang, saat itu saya dan teman2 ku merasa bosan, dan kemudian teman cewekku sebut saja namanya 'tiwi', Tiwi mengusulkan main jalangkung teman2 ku yang lainnya menyetujuinya tapi saya menolaknya karena saya takut dan saya merasa perasaanku tidak enak apa lagi saya sering mendengar suara2 aneh di WC dan macam ada yang mengawasi ku kalo saya sedang buang air di wc, saya takutnya nanti ada apa2 tapi teman2 ku bilang ke saya kalo saya penakut saya pun ikut saja karena tidak mau dikatai2 lagi, akhirnya kami bikin bonekanya walaupun tidak mirip karena kami hanya memakai lidi dan kertas, kami pun ke belakang sekolah dekat dengan WC kami sengaja main didekat WC karena WC kami angker, nah kami pun mulai bermain dan memainkan lagunya awalnya tidak terjadi apa2 kami pun mengulanginya lagi tetap tidak terjadi apa2 saat percobaan ke 8 kali bolpen yang kami taruh di lantai mulai berputar sendiri saat berhenti bolpennya menunjuk kearah WC kami pun melihat ke arah WC tidak lama kemudian kami melihat darah keluar dari celah bawah pintu WC itu kami pun lari ke kantor untuk kasih tau guru para guru pun ke WC kami pun ikut orang2 yang disekolah yang mendengar teriakan kami pun datang juga ke WC, tapi anehnya tidak ada darah lagi tapi malah terdengar orang merintih kesakitan, pak guru pun mendobrak tapi tidak terbuka para pak guru pun mendobrak secara gantian tapi tidak terbuka padahal pintunya terlihat lapuk seharusnya kalo ditendang saja pasti hancur tapi ini tidak bisa pak guru pun berhenti tiba2 pintunya terbuka dan ada Ade kelas ku yang keluar dari WC guru pun bertanya ke adik kelasku tapi dia bilang tidak terdengar suara siapapun dan tidak ada yang aneh sama sekali, padahal suara dobrakan saja kedengaran keras apa lagi teriakan kami yang keras, tapi Ade kelasku tidak mendengar apapun akhirnya para guru melarang menggunakan WC itu lagi dan kami pun dimarah karena telah main jalangkung, setelah dimarah kamipun ke keklas saat sampe dikelas saya dan teman2ku melihat ada orang yang duduk di dipojokan belakang, kami yang merasa aneh karena orang itu tidak pake seragam sekolah dan rambutnya acak2an saat kami berjalan mendekatinya tiba2 terdengar suara pintu ditutup dengan keras karena kaget kamipun melihat kearah pintu tapi pintunya terbuka saat kami balik lagi orang itu sudah gak ada, kami yang ketakutan pun mengambil tas kami dan berjalan ke kantin saat sampe dikantin saya pun menyalahkan Tiwi karena menyuruh main jalangkung Tiwi yang gak terima karena saya menyalahkannya dia memarahiku sambil berkata "jangan salahin saya sendiri teman2 yang lain kan juga setuju untuk main", langsung Tiwi menangis sehabis memarahiku teman2 berusaha membujukku untuk tidak marah ketiwi, akhirnya saya minta maaf ke Tiwi selain karena teman2ku yang menyuruhku Tiwi juga adalah pacarku jadi aku minta maaf dari pada kami putus hanya gara2 permainan setan itu, Tiwi pun memaafkan ku dan memegang tanganku, teman2ku akhirnya memesan makanan ke mbak yang jaga kantin, karena saya yang gak punya uang jajan karena sudah habis duluan karena pake beli mainan Tamiya, akhirnya saya hanya bisa lihatin mereka makan sambil menelan ludah tapi anehnya temanku yang namanya Rudi dia gak menyentuh mie gorengnya dia langsung memberikannya kesaya karena saya memang lapar saya langsung makan, tidak lama Rudi pun lari keluar kantin dan menuju tempat cuci tangan kami yang rasa aneh langsung menyusul Rudi saat sampe ternyata Rudi dia muntah2, saya langsung tanya ke Rudi "Rudi kamu sakit yah mau saya ijinin keguru supaya kamu pulang duluan", Rudi hanya menggelengkan kepalanya saat selesai muntah dia langsung mencuci mukanya, kami melihat mukanya Rudi begitu pucat dan kayak takut begitu, rudipun cerita kekami kali dia melihat mie dan nasi kuning yang kami makan itu cacing dan belatung, kami yang mendengar itu langsung ikutan muntah dan Rudi pun lanjutkan ceritanya kalo dia melihat orang diluar kantin rambutnya acak2an saat Rudi melihat agak lama orang yang Rudi lihat matanya tergantung dan ada darah dan belatung2 keluar dari mulutnya kami pun tambah muntah mendengarnya, saat selesai muntah lonceng pulang langsung bunyi dan kami pun pulang karena kami tinggal 1 komplex kami pulang bersama, teman2 yang lain sudah sampe dirumah mereka karena Tiwi rumahnya agak jauh jadi saya mengantarnya duluan saat sampe dirumahnya Tiwi ibunya Tiwi menyuruhku tinggal dulu untuk makan rujak tapi saya menolak saat mau pulang Tiwi mencium pipiku ibunya Tiwi yang melihat Tiwi menciumiku hanya bisa ketawa sambil bicara "pulangnya hati2 yha menantuku", saya yang mendengar itu hanya bisa berjalan sambil malu, saat sampe dirumahku, orang tuaku sedang berkemas saya yang melihatnya bingung saya langsung bertanya "pa, ma, kenapa bajuku dimasukan ke ke tas?" orang Tuaka memberitauku kalo hari Minggu omku minta tolong untuk panen buah coklat, jadi orang tuaku berencana bermalam dirumah omku, setelah selesai berkemas kami pun ke rumah omku, saat sudah sampe saya langsung kebelakang rumah omku untuk melihat kebun coklat omku, ternyata buahnya memang sudah matang, omku langsung jalan kearahku sambil berkata "one kamu boleh makan buah coklatnya kalo mau nan langsung ambil saja sekalian kalo bisa sih makan semuanya", orang tuaku dan istri omku yang mendengarnya tertawa sambil berkata "nanti kasihan onenya mulutnya monyong kalo Muniain buah coklatnya semua". yha memang sih nanti bibirku bakal monyong pikirku karena buah coklat hanya bisa dimimis gak dulunya karena bijinya yang diambil untuk dijual nanti, saat itu orang tuaku dan om ku dan istrinya masuk kedalam rumah, saya yang ingin rasa buah coklat saya jalan2 sambil milih2 buah coklas yang paling manis saat saya jalan, saya melihat orang berlari dari Pohon 1 ke pohon lainnya, saya langsung ketakutan karena kejadian waktu disekolah saya pun lari kedalam rumah omku, tanpa sadar hari sudah hampir Maghrib saat itu kami semua duduk dipara2 omku didepan rumahnya, karena melihat omku dan bapakku minum kopi saya berniat mau bikin susu, akhirnya saya menuju kerumah omku saat sampe diruang tamu saya mau kedapur tapi diatas pintu dapur saya melihat kepala tanpa badan dan matanya melihatku saya saat itu langsung teriak dan lari keluar rumah orang tuaku dan omku langsung lari kearah saya , saya pun memberitakan mereka kalo ada kepala manusia diatas pintu dapur omku langsung masuk dan dia keluar lagi omku bilang tidak ada apa2, saat itu saya lihat disela2 antara badan orang tuaku ada orang yang matanya keluar persis seperti yang Rudi katakan saya langsung teriak sambil menunjuk kearah setan itu tanpa sadar mataku mulai kabur dan gelap saat saya buka mata saya macam berada di ruangan uang kosong tapi gelap gulita saya hanya bisa duduk sambil teriak memanggil orang tuaku dan menangis, tiba2 ada cahay, cahayanya terang sekali dan badanku macam tertarik kearah cahaya itu saya hanya bisa pejamkan mataku, tiba2 terdengar suara tangisan mamaku dan tanteku saya langsung membuka mataku dan saya melihat orang tuaku, omku dan tanteku, mamaku langsung memelukku saat saya bilang "mama", saya pun bercerita kepada mereka, omku langsung bilang "tadi kamu keserupan saat kamu pingsan om langsung menggendongmu dan menaruhmu dikasur tidak lama kamu lari teriak2 dan bicara2 aneh saat om tanya katanya kamu yang memanggilnya", sayapun memberitau omku dan orang tuaku kalo disekolah saya dan teman2ku main jalangkung, bapakku langsung menegur dan dia bilang "sekarang tidak apa2 sudah aman om dengan bapak sudah usir", karena sudah malam bapakku menyuruhku tidur sambil ditemani mamaku karena takutnya saya kenapa2, mamaku pun memasang kelambu saya langsung entah kenapa tiba2 terbangun, saya melihat mamaku sedang duduk diluar kelambu tapi aneh mamaku hanya diam saat saya menyuruh mamaku masuk kelambu saat saya mau membuka kelambu untuk menyuruh ma2ku masuk tanganku tersenggol sesuatu saat saya lihat ternyata ma2ku sedang tidur disampingku lalu saya tengok keluar kelambu tidak ada siapa2 saya langsung membangunkan ma2ku dan mamaku langsung bangun dan bertanya "ada apa nak?", karena suaraku yang keras bpkku dan omku langsung datang saya langsung cerita mereka berusaha menenangkan ku tapi saya masih melihat setan itu dibelakang omku dan bapakku saat saya kasih tau mereka mereka tidak melihatnya padahal tepat dibelakang mereka karena omku merasa tidak tega melihatku ketakutan omku langsung pergi memanggil seorang haji yang tinggal didekat rumah omku dan saat saya mendengar suara omku lagi setan itu tiba2 hilang dan saya melihat pak haji, pak haji itu pun bercerita saya gak tau apa yang mereka bicarakan, pak haji itu mendekatiku dan menyuruhku untuk rajin beribadah karena katanya saya gampang diikutin atau digangguin mahklu halus karena saya bisa merasakan mereka berada dimana, pak haji pun memberitauku "sebenarnya mahkluk halus yang berada disekolahmu tidak berniat mengganggumu dan teman2ku, hanya saja karena kalian bermain jalangkung mahkluk2 halus yang ada disekolahmu mengikuti kalian dan mengganggu kalian dan mereka mengikutimu sampai sejauh ini karena mereka tau kamu bisa merasakan mereka". saya pun memberitau ke pak haji kalo bukan hanya saya yang melihat setan itu tapi temanku juga, dan pak haji itu pun bertanya kepadaku, "nak one sekarang bapak mau nanya kenapa awalnya kamu menolak main jalangkung pasti bukan kerena hanya takutkan?", saya pun memberitau pak haji kalo disekolah saya sering merasakan ada yang melihatku dan tiba2 ada suara2 aneh yang hanya saya dengar sendiri jadi saya takut bermain jalangkung, pak haji pun memberitauku "nak one kamu punya Indra ke6 dan orang yang punya Indra ke6 itu berbeda beda ada yang bisa melihat mahkluk halus dan ada juga yang bisa melihat masa depan lewat mimpinya dan ada juga yang hanya bisa merasakan tapi tidak bisa melihat salah satu contohnya seperti kamu dan kalo soal temanmu itu karena dia mengambil bagian dalam bermain jalangkung jadi dia bisa melihat mahkluk halus tapi hanya sekedar digangguin tidak sampai diikutin kemanapun", saya yang mendengar itu hanya bisa minta tolong ke pak haji untuk ngusir mahkluk halus yang mengikutimu, pak haji pun berdoa dan dia menyuruhku minum air tidak lama kemudian saya sudah agak tenang, pak haji pun pamit pulang dan menyuruhku rajin beribadah supaya tidak gampang digangguin sama mahkluk halus, saya pun kembali tidur, keesokan paginya kami semua memanen buah coklat ternyata bukan hanya buah coklat ada salak juga yang dipanen saya pun dengan omku kerumah pak haji yang menolongku untuk memberikannya sebagian hasil dari panen buah salak, saya dan orang tuaku pun pulang, saat hari Senin saya pun kesekolah dan saya tanya keteman2ku apa mereka masih digangguin atau tidak ternyata teman2ku sudah tidak digangguin saat pulang sekolah, saya pun ingat kata2 pak haji kalo sebenarnya hanya saya yang awalnya digangguin, saya pun mulai bercerita tentang kejadianku keteman2ku.