SCREEAMM

SCREEAMM
pacaran


__ADS_3

pernah nggak kalian pacaran lalu digangguin setan Yap itulah yang ku alami dulu saat pacaran, saya akan menceritakannya kekalian.


waktu itu saya masih SMP dan saya menyukai KK' kelasku sebut saja namanya 'dewi', saya menyukainya karena orangnya baik dan imut, karena malu untuk menembaknya saya hanya bisa pendang saja karena tman2ku sering melihatku melirik Dewi saat dilantik atau didepan kelas, mereka pun tau kalo saya menyukai dewi, teman2ku pun menyuruhku untuk menembaknya, tapi saya menolaknya karena alasan dia kk' kelas, akhirnya temanku yang namanya Rudi membuat permainan jika saya kalah saya harus menembak Dewi dan sayapun kalah, teman2ku pun menarikku ke kelasnya Dewi dan menyuruhku menembak Dewi, saya pun masuk ke kelasnya dewi karena dulu saya nakal dan cepat bergaul sama banyak orang disekolah jadi kk'kelas yang lain nggak merasa aneh saya yang Ade kelas masuk kekelas mereka, saya yang melihat Dewi sedang baca buku, saya langsung jalan kearahnya dan mulai berbincang

__ADS_1


saya: hmm Dewi kamu lagi sibuk nggak??


Dewi: nggak, mangnya ada apa?

__ADS_1


Dewi pun menyetujuinya dan kami berdua ke belakang lab dimana hanya ada kebun saja dibelakang lab dan pas gak ada siapapun, saya pun menembak Dewi, Dewi pun hanya diam, saya yang saat itu takut sambil malu karena nanti ditolak bakal jadi bahan tertawaan teman2ku, ternyata Dewi mau dan kami pun kembali kelasnya Dewi sambil bergandengan tangan teman2 ku yang melihat kami bergandengan tangan langsung kasih jempol, saat sampe dikelasnya Dewi saya pun pamit kelasku saat sampe dikelasku teman2ku pun mulai membicarakanku.


hari2 pun berlalu tanpa sadar saya dan Dewi sudah pacaran 2 bulanan, teman2 ku pun tanya kesaya apa saya dan Dewi sudah pernah wik2 saya bilang belum ke teman2ku sambil menoki kepala mereka, temanku Rudi pun bicara "Cemen loe masa gak perna lah saya sudah 4 kali sama pacarku", teman2ku pun yang lain bilang kalo mereka sudah pernah, saya pun kekantin sambil berpikir memangnya harus ya pacaran itu harus wik2, saat tiba di kantin saya pun memesan minuman dingin tidak lama kemudian Dewi muncul dan marah manja ke saya karena tidak mengajaknya kekantin, Dewi langsung duduk di sebelahku dan memesan makanan saat Dewi makan saya Dewi dari ujung kaki sampe ujung rambut, saya pun memikirkan yang mesum karena melihat tubuhnya Dewi begitu hobay tanpa sadar Ade jhonyku (mr.P) bangun, Dewi pun melihatku Dewi pun malu melihatku sedang memandanginya makan dia yang mau mencubitku dipaha saya langsung menghindar dan mengenai (Mr.P)ku Dewi pun menarik tangannya sambil bicara "kamu ngaceng yha yank?", saya yang sambil malu hanya bisa mengangguk, Dewi pun selesai makan dan mengajakku kebelakang lab saat sampe dibelakang lab saya pun membakar rokok, tidak lama lonceng masuk berbunyi, saya pun berdiri mau kekelas tapi ditahan dewi, Dewi yang menahan tanganku sambil berkata "gak tahan" saya langsung menciumnya karena sepi kami kekebun dibelakang lab untuk wik2 saat selesai Dewi pun pergi duluan, saya yang masih dikebun karena ingin merokok tiba2 ada suara dan pohon pisang yang agak jauh dari saya bergoyang, saya yang khawatir kalo ada orang yang mengintip ku tadi Langsung berjalan kearah pohon yang bergoyang tadi, saya pun memanggil tapi tidak ada nyautan, saat saya berjalan lebih dekat mulai tercium bau aneh saat sampe dipohon itu ternyata ada orang sedang boker, orang yang sedang boker itu langsung memarahiku, saya langsung memarahinya balik dan menanyakan kapan dia boker dia bilang barusan, saya pun kembali kekelas, setelah sekolah pulang teman2ku mengajakku untuk keluar malmingan sambil mengajak Dewi saya pun menyetujuinya, saat sampe dirumah saya langsung menelpon Dewi dan mengajaknya malmingan, Dewi pun setuju dia bilang dia mau kerumahmu sambil menunggu keluar malming karena katanya suntuk dirumah saya pun mengijinkannya, tidak lama kemudian Dewi pun muncul karena rumah sedang sepi kami pun wik2 lagi, saat sudah sore orang tuaku pulang dan saya minta ijin untuk malming, kami berdua pun menuju kecafe tempat teman2ku sudah kumpul, kami pun sampe dicafe itu kami cerita2, kami pun pergi lagi ke pantai, dalam perjalanan kepantai temanku membeli minuman keras saat sampe dipantai kami pun mencari tempat yang agak gelap untuk minum2, tanpa sadar minuman keras sudah habis teman2ku satu persatu meminta ijin kesaya mau nyari udara segar dengan pacar mereka tapi saya tau maksud mereka, karena lihat jam sudah jam 10 saya mengajak Dewi untuk pulang tapi Dewi bilang "kamu gak mau wik2 kyak mereka yank", saya langsung bergairah karena mendapatkan kode dari dewi, saya pun mengajak Dewi pergi meninggalkan teman2ku, saya yang bingun mencari tempat Dewi pun kasih tau kalo ada rumah kosong yang gak tau dari komplexnya, kami pun menuju kesana karena takut ketahuan, saya parkir motorku didepan toko depan lorong rumah kosong itu, kami pun berjalan sambil memantau ada orang atau tidak ternyata tidak ada kami pun berhasil masuk dirumah kosong itu, saya langsung merinding dan merasa aneh saat berjalan dilorong kenapa sepi tapi karena nafsu sudah menguasaiku, saya langsung melupakannya saat kami wik2 tiba2 terdengar suara pintu terbuka, kamipun berhenti dan memakai pakaian kami kembali, saya langsung mengintip kearah pintu yang berbunyi tapi pintunya gak terbuka saya pun kembali kedewi dan memberitaukannya, saat kami ingin wik2 lagi tiba2 terdengar suara bantingan jendelan dan ada angin yang bikin bulu kudukku berdiri, Dewi pun menunjuk kearah pintu dan saya melihat ternyata ada pocong, kamipun lari saat saya mau lari kakiku macam ada yang tahan saya langsung menengok kebawah ternyata ada tangan yang menahan kakiku saat saya melihat lebih kebawah ternyata ada setan semacam kuntilanak, Dewi yang sedang menungguku didekat jendela yang tempat kami masuk rumah kosong hanya bisa menangis melihatku ditahan sama mahkluk halus, saya yang bingung harus apa langsung menyuruh Dewi pergi duluan karena yang penting Dewi selamat, Dewi pun sudah pergi saya yang masih dirumah kosong itu sambil ditahan mahkluk halus, saya pikir saya akan mati hari itu tapi untung saya ingat kalo saya hafal doa2 pendek saya pun berdoa sambil pejamkan mataku karena saya merasa sudah aman dan gak ada yang memegang kakiku lagi saya membuka mataku sayapun keluar dari rumah kosong itu, saya pun lari kearah motorku saat sampe dimotori ternta Dewi masih menungguku sambil gemetaran ketakutan, sayapun memegang tangannya Dewi dan mau mengantarnya pulang tapi Dewi menolak dia bilang kalo dia meminta ijin ke orang tuanya kalo dia mau bermalam dirumah temannya jadi dia gak bisa pulang, saya yang sedang bingung tiba2 ditelepon ma2ku untuk pulang tapi saya meminta ijin bermalam dirumah temanku dan ma2ku mengijinkannya, sayapun mencoba menelpon Rudi dan menanyakannya, ternyata Rudi dan teman2ku yang lain belum pulang dan ada di warung makan yang buka sampe tengah malam, saya dan Dewi pun kewarung itu dan bertemu dengan teman2ku dan pacar mereka, saya bertanya ke mereka apa mereka mau pulang atau tinggal di luar, mereka bilang kalo mereka ada tempat yang biasanya mereka disana sampe pagi, kami semua yang selesai makan langsung ke tempat yang teman2ku bilang, ternyata tempatnya agak jauh dan lewat kebunnya orang yang hampir seperti hutan, akhirnya sampe di semacam rumah kami pun berhenti saat motor kami semua dimatikan langsung gelap gulita hanya ada terang bulan dan bintang saja, kami pun masuk dan memang ada bekas botol minuman keras jadi saya pikir mereka sering kesini, kami pun duduk dan Rudi menjelaskan kesaya kalo tempat ini sudah kosong lama, dan ternyata kebun ini omnya Rudi yang beli, saya merasa lega karena tidak menerobos orang punya kebun malam2, tapi Rudi menjelaskan lagi katanya tempat ini angker katanya sering ada suara tangisan dan ada semacam orang berjalan lalulalang, saya bertanya kemereka apa mereka tidak takut, mereka bilang takut tapi mereka bilang mahkluk halus itu gak bakal gangguin, ternyata mereka salah tidak lama mereka bilang tidak bakal gangguin, ada sesosok mahkluk halus yang mengintip kami dari cela2 papan rumah dan seng dan mulai terdengar suara yang sedang memukul dinding rumah itu yang kami semua ketakutan, saya hanya bisa berdoa tapi tetap saja masih digangguin mungkin karena saya telah berzina dan meminum minuman haram jadi tidak berguna doa yang saya bacakan, saya yang mulai ketakutan menyuruh Rudi dan temanku yang lainnya untuk keluar dan mengeceknya, kami pun mengeceknya dan melihat sekitar gak ada apa2 tiba2 para cewek yang didalam rumah kosong itu teriak kami para cowok langsung lari kedalam rumah kosong itu saat saya tiba didalam Dewi langsung memelukku dan dia bilang ada setan yang tiba2 muncul didekat pintu dan melototin mereka dan matanya mengeluarkan darah, saya dan teman2 ku tidak meninggalkan rumah kosong itu lagi karena takut para cewek kenapa2 kami pun berencana pergi, saat sampe di motor kami stater2 motor kami tidak hidup2 tiba2 terdengar suara langkah kaki dan tangisan kamipun kembali kedalam rumah kosong itu, dan semakin parah rumah kosong itu macam rumah bagi parah mahkluk halus dari suara tangisan, ketawa bahkan bau2 anyir darah dan bahkan kadang muncul penampakan, saya yang mulai ketakutan, gelisah, dan mulai kehilangan akal, dan saya ingat betul saat itu saya tiba2 merasa marah sekali macam ada sesuatu yang aneh diperasaanku begitu dan saya mulai mengamuk seperti orang gila mulai memukul dinding, teman2 yang kira saya kerasukan berusaha memahami tapi seakan akan saat mereka menahanku tidak terasa berat justru ringan dan langsung saya mendorong mereka, mereka langsung lari keluar rumah Dewi yang berusaha menenangkan ku ditarik sama teman2ku keluar rumah, saya yang saat itu macam orang gila langsung menghancurkan rumah itu dari dinding sampe tiang2 sambil teriak2 menantang mahkluk halus itu, saat rumah itu rubuh, teman2ku lari kearah dan bertanya "one kamu gpp tho", saya hanya bisa mengangguk tanpa mengeluarkan kata2 sedikitpun karena saya saat itu bingung kenapa saya bisa emosi sampai seperti itu dan saat rumah itu roboh danmengenaiku gak ada rasa sakit dan tidak ada bekas luka sama sekali, kami pun mencoba menghidupkan motor kami lagi dan ternyata menyala, kami pun bergegas pergi dari tempat itu, kamipun pergi tempat lokalisasi dan mencari yang menyewakan kamar 1 malam dan akhirnya kami ketemu, kamipun masuk ke kamar itu, kami hanya bisa langsung telentang saja karena kecapean, Dewi yang sudah capek langsung ketiduran dibahuku saya langsung membangunkannya dan menyuruhnya tidur dipangkuanku, saat sudah pagi kami semua langsung pulang.

__ADS_1


__ADS_2