
Beberapa Hari Kemudian, Hanna menatap jendela, seharian hujan turun. Hanna menoleh kemana mana, tak satupun terlihat Ryan. Padahal Hanna ingin mengajaknya ke suatu tempat. Hingga kala itu, Hanna langsung mencari keberadaan Ryan, ingin sekali Hanna bicara jika ia dan dulu pernah bersama. Dan benar saja, Ryan nampak datang, membuat Hanna menghampiri dan memintanya ikut.
Sesuai janjinya, Hanna pun mengajak Ryan pergi. membawa Ryan jalan-jalan ke taman hiburan, mereka memainkan setiap wahana permainan, sehingga membuat keduanya sangat merasa bahagia.
Hanna sama sekali tidak memperdulikan tatapan orang yang mungkin melihat Hanna, seperti orang gila berbicara sendiri, baginya sekarang Ryan adalah manusia, sehingga membuat orang merasa aneh saat melihatnya bicara dan tertawa sendiri. Bagi Hanna, Ryan adalah sosok pria yang akan selalu bersamanya sampai Hanna dijemput dan pergi bersama, ke alam lain.
Belum pernah Hanna merasa bahagia seperti ini, ia seperti kembali menjadi anak kecil, ditambah saat melihat Ryan tertawa, membuat ia sangat merasa puas.
Tidak hanya itu, Hanna juga mengajak Ryan menikmati semua kuliner makanan, mulai dari makanan yang belum pernah Ryan coba, sampai membuat keduanya ingin muntah karena kekenyangan.
"Apa, Kamu bahagia?" tanya Hanna, sambil menatap Ryan dengan dalam.
"Iya, aku sangat bahagia, belum pernah aku merasa bahagia seperti ini, terimakasih, Hanna, aku sangat beruntung bisa kenal dengan kamu," jawab Ryan penuh haru.
Hanna pun tersenyum, ia ingin mengelus wajah Ryan, namun ia pendam.
__ADS_1
"Aku juga beruntung, terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku lagi," jawab Hanna dengan tulus, dan Ryan menoleh ke wajah Hanna yang menyuap makanan.
Tidak terasa mereka sudah menghabiskan satu hari penuh. langit sudah mulai gelap dan sepertinya akan hujan, belum sempat mereka memasuki mobil, hujan pun langsung datang mengguyur.
Hanna dan Ryan pun langsung berlari menuju mobil, sebenarnya Ryan bisa saja langsung menghilang, namun Ryan tidak ingin Hanna basah sendiri. Walaupun Hanna tidak bisa menyentuh Ryan, Hanna berlari sambil menggenggam tangan Ryan. Ryan yang melihat itupun tersenyum, serta berlari sambil memandang Hanna dari samping.
"Apa, Kamu, basah?" tanya Hanna, sambil mengacak-acak rambutnya.
"Tidak, kok," jawab Ryan penuh senyuman.
"Syukurlah," ucap Hanna lagi. Setelah itu, Hanna pun langsung melajukan mobil.
Setibanya di apartemen, Hanna langsung memutuskan untuk mandi. Sedangkan Ryan fokus menonton saluran televisi yang ia suka.
Setelah selesai mandi, Hanna langsung menghampiri Ryan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
__ADS_1
"Apa yang, Kakak, lakukan?" tanya Hanna.
"Nonton, aku sangat menyukai kartun ini," jawab Ryan tanpa menoleh.
Dengan leluasa Hanna bisa melihat wajah Ryan dari samping, semakin kesini, perasaan Hanna terhadap Ryan, juga semakin besar, cuaca yang dingin membuat gairah Hanna bergejolak hingga ia ingin rasanya untuk mencium Ryan, tapi apakah bisa mereka bersatu beda alam.
"Kak, Ryan," panggil Hanna dengan lembut.
Ryan pun langsung memalingkan wajahnya, tak menatap wajah Hanna.
Posisi mereka kini sudah saling menatap, Hanna mengagumi ketampanan dia, apakah saat bekerja seluruh Karyawan mengagumi kecantikan Hanna.
Mereka pun saling memandang, hingga membuat keduanya hanyut. Hanna pun mulai mendekatkan wajahnya dan ingin mendaratkan ciumannya ke bibir Ryan.
Ryan yang mengetahui itu hanya bisa diam, dan spontan memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Keinginan Hanna pun gagal, tiba-tiba bel apartemennya berbunyi, ia lupa sebelum mandi ia sudah memesan ayam goreng untuk makan malam.
TBC.