
Ellena langsung saja turun ketika melihat anak itu yang tidak ada menolong nya dan mendarat dengan sempurna di tengah tengah kerumunan, Ellena merasa geram ketika melihat semua warga yang berkerumun hanya menyaksikan tanpa berniat membantu. bukan tanpa alasan mereka tak membantu tapi karena orang yang mereka hadapi memiliki kedudukan bangsawan yang lumayan tinggi jadi mereka tak berniat mencari masalah.
setelah mendarat dengan mulus, ia melihat jika anak itu hendak di pukul oleh salah satu pengawal nona muda itu. segera saja ia menahan tangan itu dan itu membuat semua orang terkejut karena aksi nya yang tiba tiba.
Ellena mencengkram tangan itu kuat hingga terdengar suara 'krakk' dari pengawal itu.
setelah itu ia menghempaskan pengawal itu hingga ia tersungkur ke belakang. dan itu membuat Livia Monela geram.
"apa yang kau lakukan ha!!" ucap Livia dengan teriak.
"aku hanya membantu anak ini" balas nya sambil membantu anak itu berdiri.
"ayo, jangan nangis lagi yaa. ada kakak disini" ujar nya memenangkan anak itu agar berhenti menagis.
Livia yang merasa terabaikan segera saja menyuruh pengawal nya untuk menyerang Ellena. Ellena yang menyadari itu hanya diam saja, dan para warga segera saja bergosip ria.
"apa yang dilakukan nya" ujar warga A
"entahlah apa yang akan terjadi padanya jika melawan nona Livia" ujar warga B
"semoga saja ia selamat" tambah warga C
ya begitulah ocehan para warga yang melihat aksi Ellena yang berani melawan nona Livia. dan Ellena yang mendengar itu hanya tersenyum smirk saja.
saat para pengawal itu tinggal sedikit lagi menyentuh Ellena segera saja Ellena membalikan badan nya dan menendang perut pengawal itu dan pengawal itu langsung terjungkal ke belakang. pengawal lain yang melihat teman nya seperti itu langsung saja menyerang kembali Ellena secara bersamaan.
tak sampai 5 menit ia sudah menumbangkan semua pengawal berbadan besar itu dengan gerakan yang cepat. warga yang melihat itu terkagum kagum dengan beladiri Ellena, berbeda dengan Livia yang kesal karena semua pengawal nya berhasul ditumbangkan. padahal itu adalah pengawal terkuat di kediaman nya.
karena merasa di permalukan ia segera pergi diikuti pelayan nya dan pengawal yang sudah sadar.
semua orang memuji Ellena yang berhasil mempermalukan nona Livia.
"wahh hebat sekali orang itu bisa menumbangkan pengawal nona Livia"
"benar kuat sekali yaa"
__ADS_1
"benar benar hebat"
setelah itu Ellena pergi ke anak tadi yang ia tolong, disana ia melihat anak itu telah berhenti menangis.
"hey apakah kau baik baik saja?" hanya nya pada anak itu.
"aku baik baik saja, Terima kasih kakak sudah menolong ku" ujar nya dengan suara yang imut.
"dimana rumah mu?"
"aku kabur dari penculik dan tak sengaja menarik nona tadi" jawab nya.
"apakah kau mau ikut kakak" ajak Ellena
"mau" jawab nya dengan mata berbinar.
"siapa nama mu?"
"namaku Cleo"
para warga yang melihat itu terharu melihat sikap Ellena terhadap anak kecil itu. mereka tak menyangka melihat sikap Ellena yang lembut pada anak kecil itu.
setelah itu para warga melanjutkan aktivitas nya kembali setelah melihat Ellena yang telah masuk ke kedai.
"heh rubah tua, enak banget yaa dari tadi makan" ejek nya.
"sudah kukatakan berapa kali aku tidak tua" kesalnya karena di ejek tua.
"sudah lah, rexie aku akan mengangkat anak ini sebagai adik ku" ujar Ellena membuat rexie terkejut.
"apa kau serius" ujar rexie dengan serius menatap Ellena.
"aku serius, ia sudah tak memiliki keluarga" jawab nya tak kalah serius.
"baiklah aku sihh tak masalah"
__ADS_1
"baiklah cloe kenalkan ini kak rexie" ujar Ellena memperkenalkan rexie.
"aku cloe" ujar nya dengan suara yang menggemaskan sambil mengulurkan tangan nya.
rexie yang melihat itu juga memperkenalkan dirinya dan membalas jabatan tangan nya.
setelah itu mereka melanjutkan makan nya yang sempat tertunda di tambah dengan Cloe. selesai makan ia mengajak rexie ke toko baju untuk membeli pakaian Cloe.
selesai membeli pakaian, rencananya ia akan mencari penginapan di sekitar sini. saat sedangencari penginapan ia tak sengaja mendengar pembicaraan para warga tentang acara festival lampion.
"apakah kau tahu nanti malam di selenggarakan festival lampion di taman ibu kota" ujar pemuda 1
"iya aku tahu katanya acara ini di adakan karena kelahiran seorang putri jadi kerajaan melaksanakan festival lampion" tambah pemuda 2
"apakah kalian akan pergi" tanya pemuda 3
"aku akan melihat nya karena acara ini jarang diadakan" jawab pemuda 2
"iya aku juga akan melihat nya" tambah pemuda 1
mendengar pembicaraan itu ia sangat penasaran dengan festival lampion itu. dan rencananya ia akan mengajak Cloe dan rexie untuk melihat festival lampion itu.
ia tak sengaja mendengar itu ketika mencari penginapan yang ternyata sudah banyak yang penuh dan ketika mendengar ucapan para pemuda itu ia jadi tahu mengapa semua penginapan penuh.
dan akhirnya ia berharap di penginapan terkahir ini masih ada tempat walupun hanya 1 kamar saja. untuk masalah itu ia menyuruh rexie agar tidur di ruang dimensi saja.
setelah sampai di kamar penginapan ia dan Cloe segera membersihkan badan nya dan untuk rexie ia sudah berada di ruang dimensi. langsung saja ketika sudah membersihkan badan nya ia dan Cloe mengistirahatkan badan nya sampai acara festival lampion itu akan dimulai.
\ini visual nya Cloe yaa, menurutku ini yang pas. kalo kurang puas kalian bisa berimajinasi sendiri
▼・ᴥ・▼
TBC
__ADS_1