secreet love

secreet love
18


__ADS_3

setlah beberapa saat bayu di dalam ruangan dokter terbengong dan merasakan sesak di dada nya.


sedih. kecewa. sakit yang dia rasakan saat ini. ingin dia marah tapi entah dia akan marah pada siapa.


dengan langkah gontai dia keluar dari ruangan dokter setelah mengucapkan terimakasih.


berjalan perlahan menyusuri lorong rumah sakit itu menuju ruangan yang putri tempati.


perlahan dia membuka pintu. dan mendekati putri yang berbaring lemah di atas pembaringan.


perlahan putri membuka matanya. menatap bayu yanh duduk menunduk di kursi samping putri.


" kak.."


bayu yang merasa di panghil mendongak dan menatap putri tanpa ekspresi.


" kak.."


putri yang merasa bayu berubah dan diem saja berusaha memanggil nya lagi.


putri berusah mengenggam tangan bayu.


" kak.. aku udah baikan ayok kita jalan lagi."


putri berusaha bangkit dari pembaringan.


bayu yang melihat itu bangkit dari duduk nya dan menahan putri untuk tetap di pembaringan.


" kita pulang aja."


ucap bayu tegas dengan wajah datar.


putri mengangguk dan berusaha turun dari pembaringan. bayu membantu putri turun dan memapah putri keluar dari ruangan itu.


setelah bayu menyelesaikan semua nya bayu memapah putri berjalan keluar dari rumah sakit menuju keparkiran mobil.


sesampai nya di mobil putri langsung duduk dan menyandar kan punggung nya sambil memejamkan mata. merasakan pusing di kepala nya yang belum juga hilang.


bayu menyajalan kan mobil nya keluar dari rumah sakit.


sepanjang perjalanan menuju rumah putri bayu hanya diem dan fokus ke jalan dia yang sedang merasa kacau dan sakit hati bingung harus melakukan apa.


dan sepanjang jalan itu putri habiskan dengan terpejam.


kurang lebih tiga puluh menit mobil bayu sampai di depan rumah putri.


bayu turun dari mobil lebih dulu dan membantu turun dari mobil juga.


bayu memapah putri masuk ke dalam rumah. seperti biasa rumah nya sepi. ibu nya pergi entah ke mana. bapak nya kerja.


bayu memapah putri sampai masuk ke dalam kamar. sesampai nya di kamar bayu mendudukan putri di atas ranjang.


bayu duduk di hadapan putri.


hening..!!


lama mereka berdua sama sama diem dan tak ada percakapan.

__ADS_1


bayu mulai memulai percakapan.


menarik nafas dalam dan menghembuskan kasar.


" dek.. aku mau ngomong serius. kamu harus jawab jujur semua pertanyaaan aku."


" kaka mau ngomong apa."


" kamu hamil dek.. itu anak siapa?? jawab jujur.."


ucap bayu sambil menatap putri tajam.


putri diam terpaku. kaget. bingung. gak percaya dengan apa yang di ucapkan laki laki di depan nya itu.


detik berikut nya, bukan nya menjawab putri menutup muka nya dengan telapak tangan dan menangis sesugakan.


lama putri menangis. sepi tidak ada yang memulai percakapan. tidak ada percakapan di antara mereka berdua hanya ada suara tangis putri di kamar itu.


bayu yang merasa kan sakit karna mendengar suara tangis putri yang pilu langsung memeluk putri. merengkuh tubuh mungil itu memeluk nya erat.


bayu mengekus rambut panjang putri turun ke punggung nya..


bayu mengusap halus menenangkan putri yang masih sesegukan dalam dekapan nya.


setelah merasa lebih tenang putri mulai pembicaraan antara mereka.


" maafin aku kak.. maafin aku.. aku salah kak. aku gak pantes buat kaka. tinggalin aku kak. marahin aku. benci aku. aku rela kak.."


ucap putri sambil menangis.


seapapun yang mendengar tangisan menyayat hati itu pasti akan iba dan merasakan betapa sakit nya betapa dia merasa bersalah dan kecewa dalam tangisan itu.


sakit. itu yang di rasakan kedua nya.


sakit tak berdarah. sakit tak terluka. sakit yang tak kasat mata.


bayu ikut meneteskan aris mata nya. bukan karna dia cengeng. tapi karna dia juga merasakan semua yang di rasakan oleh putri.


lama mereka berpelukan..


ahir nya bayu membuka mulut nya


" bilang yang jujur dek.. itu anak siapa.."


" anak adit ka.. maafin putri kak.."


putri menjawab masih sambil menangis pilu.


" adit itu siapa dek?? rumah nya di mana?? kaka harus cepet ketemu dia dek.."


putri menggeleng dalam pelukan bayu.


sadar bahwa itu percuma putri belum bisa menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan nya.


percuma bayu memaksa dalam keadaan seperti ini.


ahir nya bayu milih diam dan menenangkan putri.

__ADS_1


setelah putri terlihat lebih tenang. bayu mengajak putri berbaring di atas kasur.


" kamu istirahat yah dek.. kamu jangan banyak pikiran kasian dia.. tar kita omingin masalah ini lagi. kalo kamu udah siap cerita sama aku."


ucap bayu panjang lebar.


setelah menidurkan putri bayu menarik selimut untuk menutupi tubuh putri. bayu beranjak dan mulai berjalan menuju pintu kamar putri.


sebelum dia memegang handel pintu. putri memanggil nya.


"kak.. jangan tinggalin aku. aku gak mau sendiri di sini kak."


bayu yang mendengar itu berbakik dan mendekati putri.


putri duduk di atas kasur bayu mendekat dan memeluk nya erat. menangkan putri yang entah kenapa meneteskan air matanya lagi.


lama.. semakin lama..


putri mulai membuka mulut nya dan berucap pelan.


" kak.. maafin aku yah.. maaf ka. maaf."


ucap putri menyesal.


bayu hanya diem berusaha tegar. untuk menyimak samua perkataan putri.


" aku beberapa bulan ini dekat sama adit. adit itu temen sekelas aku. dia murid baru di sekolah aku. dia mulai mendekati aku beberapa bulan ini ka.. aku mulai mejalin hubungan dengan dia."


" kaka ingat aku berlibur ke villa libur tahun barun kemarin. aku pergi sama dia ka..


itu awal semua nya. di sana kita memulai nya."


" aku terlena atas kasih sayang yang dia berikan. mungkin karna aku jarang ketemu dan bertukar kabar dengan kaka jadi aku merasa nyaman dengan ke hadiran nya di sisi aku."


" maaf ka.. maaf.. sekarang aku harus gimana kak. harus bilang apa sama orang tua aku. aku gak sanggup ngelewatin ini semua kak.."


bayu masih diam dan tidak menjawab dia hanya memeluk putri erat.


" ayo kita ketemu dia dek.. minta dia tanggung jawab atas apa yang udah dia lakuin ke kamau dek.."


"tunjukin rumah nya di mana dek.."


putri menggeleng dalam pelukan bayu..


" gak bisa kak. hik.. hik.. hikk..


gak bisa ka.. gak bisa. dia udah gak ada di sini.. dia gak ada di sini ka.."


" maksud kamu apa dek.. biasa yang bener dek.."


" dia gak ada di sini ka.. aku takut ka.. aku takut.."


" maksud kamu dia udah meninggal dek.."


" dia pergi ka.. dia pergi keluar negeri kemarin ka.. hik.. hik.. hik.."


tangis putri semakin nyaring.

__ADS_1


bayu yang mendengar nya tertegun. bengong. tubuh nya menegang.



__ADS_2