Sekeping Hati Yang Retak

Sekeping Hati Yang Retak
chepter 1


__ADS_3

sejak papa pensiun orang tuaku pindah ke desa ,,,,,, ,,, Karena papa merasa tidak mungkin bisa membiayai kebutuhan kami di kota besar


seperti Jakarta ,,,,,,,


untuk itu papa memutuskan untuk pindah ke desa dengan pertimbangan biaya hidup yang lebih murah ,,,,,,


karena perpindahan itu membuat ekonomi keluarga kami belum stabil ,,,,,,,,,,,


karena kami harus menyesuaikan diri dan keseharian di tempat yang baru ,,,,,,,


hidup kami pun serba kekurangan ini berlangsung sampai aku lulus SMA ,,,,,


setelah lulus sekolah aku mencoba untuk bekerja,,,,,, agar bisa membantu ekonomi keluarga ,,,,,,,


kasian mama yg terlihat sudah lelah hidup susah selama kepindahan kita di tempat ini ,,,,,,


aku dan kakakku mengadu nasib ke pulau Jawa dan berakhir di Jawa barat ,,,,,,,tepat nya di puncak ,,,,,,, mereka diterima bekerja di taman safari Indonesia,,,,,,


semua saudaraku betah tinggal di puncak sedang aku masih saja


merantau dari kota satu kekota yang lain,,,,,,,


namun takdir membawaku kembali ke kampung ini lagi ,,,,,,


jujur aku sendiri kurang sreg tinggal di kampung ku karena orang orang nya yg lumayan nyinyir dengan hidup orang lain ,,,,,,,


apalagi jika melihat orang yang pulang dari kota dan hidup susah ada saja yang jadi bahan pergunjingan ,,,,,,,


begitu pula dengan pandangan mereka terhadap keluarga kami ,,,,,,,


dan itu yang membuat ku,,,,,, ingin merubah keadaan ekonomi keluarga ku ,,,,,,


,agar mereka tidak memandang keluarga ku dengan sebelah mata ,,,,,,,,


kasian mama dan papa selalu jadi bahan percontohan yang tidak enak di dengar,,,


akhirnya aku putuskan buat mengakhiri nya ,,,,,


apapun akan ku lakukan ,,,,,,asal orang tua ku tidak di ejek lagi ,,,,


dan inilah awal dari penderitaan ku di mulai ,,,,,,,,,


waktu SMA dulu aku pernah menjalin kasih dengan seorang pemuda keturunan Tionghoa bernama Asiung pemuda yang gagah tidak terlalu putih dan senyum nya yang menawan membuat ku begitu takut ke hilangan dia,,,,


,kami pacaran putus dan yambung kembali ,,,,


namun begitu aku lulus sekolah aku mutuskan merantau bersama saudara ku ke Jakarta ,,,,,,


sejak saat itu kita putus komunikasi dan tidak saling mengabari satu sama lain ,,,,,,


dia dengan dunianya dan aku dengan duniaku juga ,,,,,


selama 3th kami tidak saling berbagi kabar ,,,,,,


sampai akhirnya di tahun 94 ,,,,,


aku memutuskan untuk pulang ke desaku lagi ,,,,,,,


dan Tampa sengaja kami bertemu kembali ,,,,,,,


sejak pertemuan itu kami jadi sering berkomunikasi dan Asiung pun sering mengunjungi ku ,,,,


akhirnya kami mencoba membangun kembali rasa cinta yang sempat terputus,,,,,,


akhirnya kami menjalani hubungan ini ,,,,,,


aku jadi sering pergi berdua ,,,,,


membuat gadis gadis di desaku


mulai terlihat sirik dan tak suka


bagaimana pun aku bukan dari kalangan orang kaya ,,,,,,,


mereka selalu mengatakan jika aku terlalu terobsesi ingin menjadi istrinya ,,,,,


dan aku yang mengejar ngejar Asiung ,,,,,,


aku dan Asiung tidak pernah memperdulikan itu ,,,,,,


Walaupun sesungguhnya aku sadar benar yang tetanggaku bilang itu tidak semua salah ,,,,,


terlalu tebal Diding perbedaan ini dan akan begitu sulit jika kita


tembus karena perbedaan yang begitu mencolok diantara kita berdua ,,,,,,


dari agama,,,,,kasta,,,,,,dan kebiasaan hidup ,,,,,,


tetapi apa boleh buat aku juga udah cape hidup dalam kekurangan


dan menjadi cemoohan orang-orang di kampung ku ,,,,,,,


mungkin dengan merubah ekonomi orang tuaku menjadi lebih baik ,,,,,,,


mereka akan berhenti dan mulai bisa menghargai kami ,,,,,,


itu lah mengapa aku masih mempertahankan hubungan ini walau Tampa kepastian,,,,,,,,


aku mencoba agar Asiung merasa tenang dan nyaman bersamaku dulu,,,,,,


setelah itu baru aku pikirkan langkah ku selanjut nya ,,,,,,


1th berlalu sampai akhirnya 2th sudah kami menjalani hubungan ini ,,,,,,


semua berjalan biasa biasa saja keluargapun tidak


begitu mempermasalahkan


tetapi begitu tahun ke 3 berati usia pacaran kita sudah hampir 6th lumayan lama ,,,,,,


akhirnya kakakku mulai bertanya pada ku mau dibawa kemana hubungan ini ,,,,,,


biasanya aku menjawab dengan senyum dan pergi meninggalkan nya ,,,,,,,


aku berbuat seperti itu karena aku sendiri bingung mau menjawab apa ,,,,,


sampai suatu hari tepat nya hari raya idul Fitri ,,,,,


seperti biasa aku pergi dengan Asiung buat jalan jalan ,,,,,,


awal nya niat kami cuma ingin jalan - jalan saja ,,,,,,,,biasanya sore hari juga kami pulang ,,,,,,,


kebetulan pada waktu itu aku libur kerja Asiung juga ,,,,,,


kami berangkat pagi pagi mengendarai motor besar kesayangan nya ,,,,,,,,


kami berkeliling Keling sampai lupa waktu kalau sudah malam dan kami harus pulang,,,,,,,


karena perjalanan yang kami tempuh cukup jauh jelas tidak memungkinkan kami untuk kembali pulang ,,,,,,


akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah teman


dan itu membuat keluargaku marah dan memaksa Asiung buat bertunangan dengan ku,,,,,


menurut keluarga ku itu adalah aib ,,,,,,,


dan pasti bakal jadi omongan para tetangga,,,,,,


akhirnya aku bertunangan ,,,,,,


walaupun ada rasa keberatan dari Asiung tetapi dia gak bisa nolak karena dia juga merasa bersalah kami resmi bertunangan,,,,,,


aku dan Asiung pikir setelah bertunangan masalah nya sudah beres ,,,,,,


sejak bertunangan Asiung jadi bebas kerumah ku ,,,,,,,


dan aku mulai dilarang punya teman lelaki,,,,,,,


dengan alasan menjaga omongan tetangga


omongan tetangga lagi sampai kapan orang tua ku tidak mendengar omongan tetangga,,,,,,,


biar sudah tunangan Asiung datang kerumah ku juga gak tentu harinya,,,,,


sesuka hatinya dari dulu semasih pacaran juga seperti itu ,,,,,,,,


itu terjadi sampai setahun lamanya,,,,,,


pada suatu hari kalau tidak salah usia pertunangan kami sudah berjalan setahun lamanya ,,,,,,,,,,,,,,


dan kakak perempuan ku mulai menanyakan kapan akan menikah ,,,,,,,,


jujur aku sendiri bingung buat menjawab nya karena aku sadar betul buat wujudkan ini pasti amat sangat sulit ,,,,,,,,


tidak semudah yang mereka bayangkan ,,,,,,,, apa mereka lupa ,,,??????


Asiung dari keluarga kaya raya , Cina pula dengan agama yg jelas tidak sama dengan keluarga kita bagaimana bisa harapan ini jadi kenyataan,,,,,,,


",Wie gimana urusan tunangan nya ,,,,,kapan kalian akan menikah ,,,,,????",


"aku sepertinya,,,,,kok gak percaya ya mbak ,,,,,,melihat kenyataan antara aku sama Asiung bisa pacaran dan dia mau bertunangan dengan aku aja aku masih setengah gak percaya ,,,",


kataku jujur ,,,,,


dan jawaban itu justru yang membuat mbak Tuty bertanya


"trus apa gunanya tunangan sedang kamu gak yakin dengan status kalian ????"


tanya mbak Tuty bingung ,


aku jadi serba salah ,,,,,,


percuma menghindar jika mereka sudah mau tahu ,,,,,


terpaksa aku harus menjawab ,,,,,


" gimana ya kan yang maksa kita tunangan kalian,,,,????? Asiung dan aku itu aslinya belum berani kearah situ ????? Asiung sendiri juga bingung mau jawab apa klo suatu saat keluarga nya tanya ????",


jawab ku sambil tertunduk,,,,,,, ,


tiba tiba kakak tertua ku berjalan menghampiri ku dan berkata ,,,,,


",oh iya tadi aku ketemu mas Wono ,,,,,waktu aku pulang dari belanja ,,,,,,,


katanya kemaren ada yang datang kerumah nya ,,,,


engko engko gitu


dia nanya nanya tentang Asiung dan terakhir dia nanya siapa perempuan yang udah di ajak tunangan sama Asiung ,,,,,,,",


kami sekeluarga sempat kaget kulihat mereka saling berpandangan. ,,,,,,,


lalu mbak Tuty bertanya yang ditujukan pada ku ,,,,,


"berati klo begitu keluarga Asiung udh tau dong klo kamu tunangan nya Asiung Wie,,,,,,,?!??",


gantian semua mata memandang ku ,aku jadi gelagapan juga ,,,,,


aku sendiri juga belum siap seandainya keluarga Asiung sampai tau ,,,,,,


dengan setengah terbata bata


aku menjawab nya ,,,,


"oh aku mlh kurang paham mbak ,,,,,,,Asiung belum cerita apa apa kok,,,,,,,


ntar klo dia datang aku coba tanya Ama dia ya ,,,,,,,dan aku mohon kalian sabar ,,,,,mama juga yang sabar ya ma ",


jawabku sambil menatap mama,,,,,


ya Allah semoga keluarga Asiung tidak ada yang datang mencari ku ,,,,,,,


aku belum siap ,,,,


dan semoga kedua kakakku tidak mendesak ku terus ,,,,,


aku jadi serba salah aku tatap


wajah kakak kakakku seolah memohon agar mereka mengerti ,,,,,,,


walaupun aku tau kedua kakakku pasti mama yang menyuruh nya ,,,,,,,,


dengan perasaan cemas ,,,,,,


aku pamit masuk kamar sesampainya dikamar aku rebahan sambil berfikir,,,,,


gimana cara nya ngomong sama Asiung biar kita gak usah berdebat lagi karena aku paling malas klo ngebahas masalah ini


pasti Asiung marah danberujung ribut


dan aku gak ingin sering ribut dengan Asiung gara gara masalah ini ,,,,,,,,,


aku jadi teringat saat aku meminta Asiung buat bertunangan ,,,,,,,


dengan nada marah Asiung langsung menolak ,,,,,,


karena Asiung merasa tidak


melakukan kesalahan yang fatal sampai harus dipaksa bertunangan ,,,,,,,


yang aku ingat apa yang dia katakan pada waktu itu


"kita hanya tidak pulang,,,,,,, itupun bukan di sengaja' dan kita menginap di rumahnya teman kamu yang kedua orang tuanya sudah kenal orang tua mu ,,,,,,lagi pula kita juga beda kamar ,,,,,


elu tidur dimana gua dimana ,,,,,


kecuali klo kita tidur satu kamar mungkin ,,,,,,"


kata Asiung ,,,, dengan wajah tidak bersalah ,,,,


pada waktu itu aku hanya bisa tertunduk dan membenarkan kata kata nya ,,,,,,


yang dikatakan Asiung benar ,,,,,


pada waktu itu memang kita beda kamar ,,,,, banyak saksi nya ,,,,,,


disana ada Kumala dan bibinya ,,,


karena kebetulan juga ini hari raya jadi keluarga besar mereka sedang kumpul ,,,,,


tetapi setelah aku jelaskan alasannya ,,,,,,


dengan panjang lebar baru dia mau mengerti,,,,,,


walaupun terlihat dengan berat hati dan ragu ragu akhirnya


dia berkata dengan suara setengah terpaksa dan sedikit marah ,,,,


"oke,,,,, klo cuma sekedar tunangan aku mau,,,,,,, tapi klo menikah aku gak janji ya ,,,,,,


karena kamu tau kan posisi kita berdua ?????


aku gak mungkin meminta restu mami,,,,,,


pasti mami nolak belum lagi kakak ku yang lain??????


kamu pasti ngerti kesulitan ku ,?????


kecuali klo aku udh punya usaha sendiri mungkin aku berani ngomong,,,,,,,


aku sendiri masih numpang dan kerja Ama Anyuk kakak ku ,,,, seharusnya kamu bilang dengan keluarga mu aku ini cuma kuli ,,,,,,,???!!!",


nadanya agak tinggi sambil menghembuskan asap rokok nya keatas


aku terdiam dan hampir menangis, paling benci klo udah di bentak dan dikasari walau cuma lewat kata ,,,,,,


ada rasa sesal yang begitu dalam di hatiku ,,,,


mengapa aku harus ikuti kemauan hatiku buat merubah nasib keluarga ini ,,,,,


sampai aku tidak memikirkan perasaan ku nantinya ,,,,,


ya Allah,,,,,,


mengapa harus aku sandarkan hati ini ,,,,,,


cinta ini,,,,,,,


dan harapan ini,,,,,,,,


serta masa depan ini ,,,,,,,,


pada Asiung ,,,,,,,


sedang aku sekarang sepenuhnya sadar ada rasa tidak mungkin yang lebih besar dari pada kenyataannya ,,,,,,,,


ya Allah aku harus bagaimana ,,,,,,,,,,?????


ini baru aku meminta untuk bertunangan,,,,,,


bagaimana jika suatu saat keluarga ku menuntut pernikahan ????? ,,,,


apa yang bakal aku alami ,,,,,,


mungkin perlakuan Asiung akan lebih marah dan kasar padaku,,,,


perasaan sedih dan bingung ,,,,,,,,


bercampur jadi satu akhirnya ,,,,


aku jadi ragu ingin aku teruskan atau tidak hubungan ini ,,,,,,,


jika aku berbalik dan pergi meninggalkan Asiung ,,,

__ADS_1


aku kepikiran keluarga ku betapa malu dan kecewanya mereka ,,,,,,,,,


lagi pula aku mau pergi kemana ,,????


sedang yang aku tahu saudaraku udah tidak mau aku ikutin lagi ,,,,,


mereka pernah bilang udah kapok di ikutin aku ,,,,,


kalau tidak ikut mereka di rantau aku tidak akan berani berangkat dan tinggal sendirian ,,,


trus aku mau kerja dimana lagi ,,,,,???


kembali ketempat kerja yang dulu ,,,,,,


yakin aku bisa ,,,????


masalah nya yang mau nganterin aku kesana siapa ,,????


yakin saudaraku mau ngantar ????


mama bilang :


sewaktu aku pamit mau pulang ke Lampung kemaren,,,,,


katanya mereka ngomong dan wanti wanti ke mama


"ma,,,,,,,mending Dewi di suruh cari kerja di Lampung aja ,,,,,


gak usah ke Bogor lg bikin repot aja ,,,,,,,aku gak sanggup kalau ditempatin Dewi "


begitu katanya


waktu itu aku kebetulan nanya


bagaimana seandainya aku kembali kerja ke Bogor lagi ,,,,,


tiba tiba mama ngomong begitu


aku cuma bisa terdiam dan berfikir ,,,,,,


ya Allah segitu ngerepotin aku di mata saudaraku ,,,,,,


akhirnya aku memutuskan,,,,,,, dari pada dianggap orang yang cuma bisa merepotkan saudara aja ,,,,,,,


lebih baik aku mengadaikan harapan ku dengan Asiung ,,,,,,


toh aku pikir sama sama tidak mengenakan ,,,,,,


ya sudahlah lebih baik aku gantungkan harapan ku dengan Asiung saja ,,,,,


tiba tiba aku jadi kepikiran ,,,,


hmmm jangan jangan pertunangan ini adalah kemauan saudara ku agar aku tidak merepotkan mereka lg dan supaya tidak pergi ke Bogor lagi ,,,,,,,


dan rencana mereka terwujud ,,,,,


aku menarik nafas panjang tetapi aku bisa apa ,,,,,,


ya sudahlah,,,,,,


aku juga sudah ambil keputusan ini ,,,,


walaupun aku yakin ini bukan keputusan yang tepat ,,,,,,


tetapi biarlah ,,,,,,


masalah nanti gimana nanti ajalah ,,,,,,,


aku menatap jauh ke depan seperti ingin menembus batas waktu aku benar benar merasa di perlakukan tidak adil ,,,,,,,,,


belum lagi sakit yg aku rasakan berakhir ,,,,,,,


aku harus menghadapi kenyataan pahit lg,,,,,,


apa yang di katakan Asiung dan yang aku takutkan pada waktu itu terjadi ,,,,,,,,


mereka mulai menanyakan dan membahas kapan aku akan menikah,,,,,,,,,


aku sendiri Sampai sekarang belum berani berfikir buat menikah ,,,,,,,,


karena terlalu banyak yang harus aku pertimbangkan,,,


yang pasti aku belum siap ,,,,,,,


benar benar belum siap untuk menghadapi keluarga besar Asiung ,,,,,,


yang konon katanya selalu memandang orang dengan sebelah mata ,


apalagi klo mereka tau aku cuma dari keluarga miskin,,,,,,,,, ,


mungkin aku cuma dianggap pembantu di mata keluarganya,,,,,,,,


itu sebabnya aku tidak pernah menanyakan kelangsungan hubungan ini ,,,,,,,


aku tidak berani


sampai pada suatu hari Asiung datang kerumah sore sore dia cerita kalau dia mulai bangun ruko buat usaha sendiri,,,,,,,,,,,


aku seneng dengernya dan sekaligus sedih ,,,,,,


karena di hati kecil ku bertanya Ruko itu nanti buat siapa????


siapa wanita beruntung yang bakal menempati nya ,,,,, ??????


apakah Aku atau wanita lain ,,,????


ada rasa yang berdesir di hatiku sewaktu aku memikirkan hal itu ,,,,,,,


seperti rasa sedih dan ketidak percayaan ku muncul aku sepenuh nya sadar aku ini siapa,,,,,,,?????


hari ini begitu pulang kerja


aku berniat buat melihat ruko yang dikatakan Asiung ,,,,,,,,


kebetulan aku kerja di PLN dan tiap pulang aku lewat kali umban tempat dimana dia membangun ruko itu ,,,,,


hari pertama aku kurang jelas ,,,,,,


hari kedua aku melihat Asiung ada disana ,,,,,


hari ketiga aku sengaja makan di depan bangunan itu dan aku melihat ada Asiung ,,,,,,


sengaja aku gak memanggil dia aku gak mau dia tau ,,,,,,,,


walaupun sebenernya aku udah tau ,,,,,,,


tetapi aku pura pura tidak tahu saja ,,,,,,,,


dengan semangat dan terlihat antusias Asiung mulai bercerita tentang ruko yang baru di bangun nya ,,,,,,,


"itu lho wi,aku buat ruko dikali umban di tanahnya ko Anyuk dia suruh aku buka toko disitu katanya disana belum banyak yang buka toko besi ,,,,,,,,


nanti klo kamu pas pulang kerja kamu lewat sana kan,,,,,,, pasti keliatan ada bangunan ruko baru ,,,,, itu yg berhadapan dengan toko besi Amen ,,


aku tersenyum dan berkata singkat ,,,,


"iya ntar aku liat"


panjang lebar Asiung menceritakan keseharian nya di bangunan itu,,,,,,,


pagi dia bantu kakaknya nanti waktu makan siang dia sempat kan untuk mengontrol tukang sedang mengerjakan rukonya itu ,,,,,,,


kadang sampai magrib baru dia pulang ,,,,,


"soalnya kalau enggak di pantau terus tukang nya bakal gak bener kerjanya ,,,,,


jadi aku bener bener harus ngawasin kerjaan tukang Wie ,,,,,


kadang kalau udah malem berasa capek banget ,,,,,",


ada rasa kasihan klo sudah mendengar ceritanya,,,,,


kebayang juga bagaimana dia harus bisa bagi waktu buat semua ,,,,,


meskipun dia harus ngawasin kerjaan tukang tetapi tetep bantu kakak nya di toko dulu ,,,,


akhirnya aku sekedar mengingatkan dia ,,,,,,


"jangan terlalu capek juga ntar kamu sakit ,,,",


Asiung tersenyum dan mengangguk ,,,,,,


terlihat semakin bersemangat bercerita tentang prinsip hidup dan semangat nya buat bisa lebih mandiri ,,,,,,,


aku hanya mendengarkan dan sesekali tersenyum ,,,,,,


itu yang selalu aku lakukan padanya ,,,,,,


karena niat ku yang penting dia senang,,,,,,,


biarlah cukup aku jadi pendengar saja ,,,,,


siang ini sewaktu aku pulang kerja,,,, aku lihat kakakku sedang ngobrol bersama terdengar sendau gurau dari depan,,,,,


membuat ku keluar dari kamar dan berniat ikut nimbrung,,,,


mereka baru datang kemaren dari Bogor,,,,,,


mereka nengok mbak Tuty yang baru melahirkan ,,,,


awalnya biasa aja,,,,, kami ngobrol kesana sini sambil bercanda canda ,,,,,,


suasana pun terasa sangat kekeluargaan ,,,,


begitu hangat dan bahagia tetapi semua tiba tiba hilang ,,,,,,,


begitu mbak Asih tiba tiba bertanya tentang hubungan ku dengan Asiung,,,,


"wi gua udh kesini lagi lho berati udh 1th kamu tunangan ,,,,, kapan kamu nikahnya ,,,,,, gak mungkin kan kamu mau tunangan terus ???


kok aku jadi curiga ya,,, jangan jangan Asiung cuma mainin kamu aja,


yang penting udah tunangan tapi enggak tau kawinnya Ama siapa ,,,,,,????


dari pada gitu mending kamu cari aja cowok yg Laen wi ,,,,,,???? yang jelas dan serius sama kamu ,,,


cinta mati amat si kamu Ama Asiung ????",,


kata mbak Asih, pada waktu itu


aku sedikit tidak enak hati


tetapi dari pada omongan nya semakin melebar kemana mana


cepet cepat aku jawab dan jelaskan saja ,,,,,,


biar mereka ngerti ,,,,,,,,


"bukan begitu mbak,,,,,, Asiung lagi bikin ruko dulu buat kami berdua setelah menikah nanti ,,,, gak mungkin kan aku di suruh tinggal Ama maminya ,,,??????lagi pula maminya mana mau Ama orang gak sederajat kaya kita,,,,,,,


kita ini cuma keluarga miskin kebetulan aja kita adek beradek kerja dan tinggal di Bogor jadi gak keliatan kalau sebenarnya kita ini hidup susah


di mata tetangga kita mereka juga percaya klo kita di Bogor itu hidup makmur dan sukses ,,,,


makanya mereka juga gak ngomong kejelekan kita kekeluarga Asiung ,,,,,,


coba kalo mereka tau kita orang susah ,,,,,,,,,,


hmmmmm wasalam mbak ,,,,,,


makanya sabar aja,,,,,,


klo udh waktunya juga pasti nikah ,,,,,,,,??????",


selesai bicara aku pamit masuk kamar dengan alasan ada kerjaan dari kantor yang harus aku selesaikan ,,,,,,


aku malas klo udah ngebahas masalah pernikahan ku dengan Asiung,,,,,,.


mereka gak tau dan mengerti apa yg aku pikirkan selama ini apa yang membuatku tidak berani menikah dengan Asiung selama ini ,,,,


mereka gak pernah tau dan gak mau tau akan kesulitan yang aku hadapi


yang mereka tau semuanya baik baik aja ,,,,,,


yang mereka tau aku nya yang sengaja mengulur-ulur waktu buat menikah ,,,,,,


Di dalan kamar aku nangis sejadi jadinya ada perasaan bingung dan kesal aku gak tau harus gimana,,,,,,,


,klo aku nanya Asiung kapan nikah pasti Asiung marah lagi ,,,,,


seperti kemaren aku ribut besar gara gara aku nanya masalah nikah ,,,,,,


masa aku harus jujur klo Asiung ngamuk setiap aku tanya kapan kita nikah ,,,,??????


masa aku harus jujur kalo Asiung itu belum siap buat menikah dan dia gak suka kalau aku sering bertanya kapan menikah ,,,,,,,


gak mungkin lah yang ada rame bisa bisa ribut sama Asiung ,,,,,,,


juga ribut sama keluarga,,,,,


ujung-ujungnya nangis nangis ,,,,,,


Stress banget punya keluarga bawel dan punya tunangan pemarah seperti ini hadeuhhhh,,,,,,,,seperti makan buah simalakama ,,,,,,


masalah ini berlangsung berbulan-bulan lamanya ,,,,,,, badanku tambah kurus dari timbangan 60 kg sampai tinggal 48 kg ,,,,,,,


badan kurus begini bukannya mikirin rencana acara pesta,,,,,,,,


tapi mikir Asiung kapan kasih kepastian,,,,,,,,


mau nikahin aku atau tidak ,???????


aneh kan ???


ada perempuan ngejar ngejar minta dinikahi padahal gak hamil ,,,,,,,


kaya gak ada harga diri banget aku ini ,,,,,,,,


berasa gak laku jadi perempuan ,,,,,,,,


padahal umurku juga baru 25th pada waktu itu ,,,,,,,,


dan aku kerja bukan pengangguran,,,


aku rasa belum terlalu mendesak untuk berumah tangga,,,,,,,,


kecuali klo aku cuma diem dirumah jadi pengangguran mungkin merepotkan orang tua ku ,,,,,,


tapi itulah keluarga ku yang selalu mengatur dan mendikte hidup dan kebebasan ku ,,,,,,


untung nya aku enggak hamil duluan ,,,,,


coba klo aku hamil pasti aku tambah stress atau aku udah gila malah ,,,,,,,


,klo tiap hari selalu di sindir di katakan cewek murah lah ,,,,,,


bagai pungguk merindukan bulan lah ,,,,,,,,


cuma JD kembang gula ,,,,,,,,,


atau yang lebih parah calon gundik cina ,,,,,,,,


hadeuhhhh pedes ya omongan tetangga tapi aku bisa apa ????,,,,,,,


selain diam dan berusaha masa bodoh???,,,,,,


kenyataan nya aku belum bisa bilang aku nikah kapan ,,,,,,?????


atau tepat nya bakal nikah atau tidak ,,,,,,,????


jadi mereka menurut ku gak salah ,,,,,?????


sampai akhirnya tahun berganti ,,,,,,,


dan aku berusaha memberanikan diri untuk bicara masalah ku dengan Asiung dengan cara yang lebih halus ,,,,,,,,


"ini tahun 1997 kita tunangan 1995 kita pacaran udah 6th ya ,,,,, gak disangka tunangan 2th,,,,,,,berati lama juga kita bersama ya ko,,,,,,tapi ngomong ngomong menikah nya kapan ,,,,,,???"


tanyaku hati hati takut dia marah lagi soalnya klo ngomong masalah pernikahan pasti kita ribut besar ,,,,,,


apalagi akhir akhir ini hubungan kita lebih sering ribut dari pada mesra nya,,,,,,,


kadang nyesel juga menjalin hubungan sama Asiung ,,,,,,,,,


padahal banyak yang suka sama aku ,,,,,,


bahkan mantan guru SMA ku pun sempat mengutarakan niat nya buat menjalin hubungan sama aku ,,,,,,,


tetapi karena aku terlanjur mengadaikan harapan ku dengan Asiung aku abaikan saja mantan guruku itu ,,,,,,


belum lagi mas syan mantan ku yang tentara itu berkali kali datang dan meminta maaf karena udah buat aku kecewa


dan dia berjanji kalau aku mau memaafkan kesalahannya ,,,,,,,dia akan langsung melamar ku dan mengajak ku buat berumah tangga,,,,,,,


itupun aku tolak ,,,,,,,,


yahhhhh mungkin kalau mas syan aku tolak karena aku begitu kecewa,,,,,,


dan kelakuan nya begitu merendah kan cinta dan kesetiaan ku ,,,,,


wajarlah ,,,,,,,


ya kalau aku boleh jujur ,,,,,,, sebenarnya mas syan itu tidak bersalah,,,,,, dia tidak selingkuh

__ADS_1


atau telah memutuskan hubungan kita ,,,,bukan ,,,,,


tetapi pada waktu itu terjadi kesalahpahaman,,,,,


yang buat aku kecewa sekali


sampai sampai karena ulah nya aku pindah kerja dari Bogor ke Jakarta,,,,,,,,


walaupun dia meminta maaf ,,,,,,dan mengakui itu bukan ulah nya tetapi ulah kawan nya ,,,,,,,


tetapi itu udah menyinggung harga diri dan kesetiaan ku di pertanyakan ,,,,,,


pada waktu itu berulang kali aku mengajak nya buat serius,,,,,,,,


atau setidaknya kita bertunangan saja kalau memang dia takut aku menghianati nya ,,,,,


dengan jatuh cinta pada pria lain


aku rela kalaupun aku cuma dirumah Lampung jadi pengangguran sambil


nunggu dia sampai selesai ikatan dinas ,,,,,


yang penting ada kejelasan tentang hubungan antara aku dan mas Yan ,,,,,


tetapi sayang pada waktu aku memaksa dia malah menolak ku ,,,,,,,,


dan meminta maaf kalau dia tidak bisa lagi ,,,,,,,,


karena


dia sudah punya sepasang mata indah yang lain,,,,,,,


dan yang lebih membuat ku hancur dia telah dikaruniai seorang anak bernama


"DEYAN BARA PRATAMA"


bagai di sambar petir aku benar benar terkejut ,,,,,,,


hati siapa yang tidak hancur ,,,,,,,,


hati siapa yang tidak sakit,,,,,,


hati siapa yang tak akan kecewa ,,,,,


hati mana yang tak terluka ,,,,,


dengan perasaan hancur aku membalas surat nya


dan aku tetap mengucapkan selamat ,,,,,,,.


walaupun hatiku hancur berkeping keping tetapi aku harus kuat ,,,,,,,


surat yang terakhir dia kirimkan dia bilang itu cuma ngetes aku dan hanya gurauan nya saja


tetapi itu sudah melukai hati ku ,,,,,,dia pikir semudah itu mempermainkan kata kata dan perasaan seorang wanita,,,,,,


walau dengan alasan apapun aku terlanjur kecewa dan sakit hati ,,,,,,


padahal aku tidak pernah meminta lebih aku hanya butuh kepastian ,,,,,,


dengan kepastian aku bisa lebih percaya aku milik siapa ,,,,,,


akhirnya aku pindah kerja lagi dari Bogor ke Mayestik ,,,,,,,dan berati ini sudah 3kali pindah kerja gara gara ulah mas syan ?


tak lama setelah aku pindah kerja di Jakarta ,,,,,,,


tak kusangka aku menerima surat dari Asiung ,,,,,,


dia mencari tahu keberadaan dan keadaan ku ,,,,,,


hampir seminggu dua kali dia mengirim surat cinta pada ku ,,,,,


kita bercerita dan mengenang masa masa kita dulu sewaktu pacaran di Lampung ,,,,,,,


dan akhirnya aku memilih balikan lagi sama Asiung aja ,,,,,,


entahlah hubungan yang ku jalin dengan Asiung apa namanya ,,,????


yang pasti aku sudah bosan berlayar lagi ,,,,,,


dan ,aku ingin bersandar saja , tekat ku sudah bulat buat kembali ke pelukan Asiung ,,,,,


tetapi ternyata pilihan ku salah ,,,, dermaga ini belum siap buat kapalku bersandar ,,,,,,,,


ombak nya masih besar dan tiang penyangga nya belum ada ,,,,,,,,


walaupun aku tau pilihan ku salah ,,,,,,,


tetapi mau gimana lagi,,,,,


seandainya aku ingin kembali berlayar pun kapal ini sudah tak mampu lagi ,,,,,,


ya Allah aku harus bagaimana ,,,,,????


tak lama kemudian terdengar Asiung menjawab ,,,,,,,


"jangan bulan depan soalnya bulan Febuari adek gua juga mau nikah gak mungkin gua nikah dulu biar sek ling nikah duluan paling bulan April lah,,,,,


, tapi kita kawin lari aja ya????? maksudnya kita nikah diem diem gak usah dirayakan begitu selesai ijab kabul pagi pagi kita berangkat ke Bogor ,,,,,,bulan madu disana,,,,, jadi keluarga gua gak tau ,,,,,gimana ???,,,lu setuju kan dari pada kita gak jadi nikah mending gitu aja wi???",


tanya Asiung sambil menatap ku ,,,,,,,


ya Allah,,,,,,,


mendengar perkataan nya seperti itu aku terkejut,,,,,,,


aku gak tau lagi ,,,,,,,


aku harus bersedih atau bahagia ,,,,?????


apakah ada wanita yg pernah mengalami seperti yang aku alami ,,,,,,, bahagiakah dirinya ??????


ya Allah mau nikah aja seperti ini gimana nanti hidup berumah tangga bersamanya,,,,,,, ,,?????


angan angan yang dulu pernah ku rancang dan ku hayal kan hancur berkeping keping,,,,,,,


semua tidak sesuai dengan apa yg harapkan,,,,,,,


selama ini aku begitu kagum akan sosok Asiung ,,,,,


aku berfikir menjadi raja dan ratu sehari,,,,,,,


ingin kutunjukkan pada semua orang kalo pilihan ku adalah pilihan yang tepat ,,,,,,,


aku ingin semua wanita kagum dengan pilihan ku ,,,,,,


namun sayang semua berubah menjadi ketakutan dan keraguan,,,,


serta penyesalan ,,,,,,????


aku ragu apakah Asiung adalah pilihan yang tepat buat dermaga terakhir ku ,,,,,???


karena sejak dekat dekat hari pernikahan kita


aku perhatikan Asiung jadi berubah menjadi kasar dan pemarah apa apa tidak sabaran ,,,,,,


inikah sifat asli nya ,,,,,,


mengapa aku jadi asing melihat calon suamiku ,,,,,


calon ayah dari anak anakku,,,,,


Asiung sekarang berubah ,,,,


jadi sering marah dan ,,,,


sering memaki ku ,,,,,


bahkan gak jarang ngerendahin aku ,,,,,,


juga keluarga ku ,,,,,,


bagaimana jika sudah nikah nanti ,,,,,,???????


semakin aku ragu buat meneruskan langkah ini ,,,,,


disaat aku sibuk dengan hati dan pikiran ku ,,,,,,


aku tidak sadar jika Asiung


memperhatikan diriku dengan perasaan tidak suka ,


dia merasa kesal dan mulai membentak ku ,,,,,,


aku terkejut luar biasa ,,,,,,


"woiiiiii ,,,,,!!!!????!!!! lu itu kebiasaan klo diajak ngomong serius malah bengong sendiri ,,,???!!, ya udah terserah elu aja ,,,,,,!!!?? jadi nikah sukur enggak juga bodo amat ,,,,,,,!!! pusing gua Ama elu sana keluarga elu ,,,, bikin ribet aja !!!"


dia pukul pundak ku dan pergi ke halaman rumah ,,,,,


kebetulan pada waktu itu kedua orang tua ku sedang tidak berada di rumah ,,,,,,


dan adik adiku bermain di belakang rumah ,,,,,,,,


aku benar benar kaget ,,,,,


tetapi buru buru menyusul nya aku takut dia keburu marah dan pergi lagi,,,,,,,,


dengan setengah memohon aku berkata


" iya maaf ,,,,,, terserah kamu aja aku ikut ,,,aku mohon jangan marah ya ,,,,,,,aku ikut kamu aja"


Asiung menoleh dan mengusap kepala ku ,,,,,,


sambil tersenyum ,,,,,,


ya Allah,,,,,,


untung dia gak marah ,,,,,


setelah kejadian itu keluarga ku mulai menentukan tanggal pernikahan nya ,,,,,


aku selalu wanti Wanti jangan terlalu heboh nanti takut keluarga Asiung datang dan merusak acaranya ,,,,,


Akhirnya pernikahan itu terjadi juga lumayan banyak yang datang ,,,,,


kebanyakan yang datang tamu undangan kedua orang tua ku ,,,,,,,


aku tidak didandani kaya pengantin pada umumnya


aku cuma pakai kebaya dan kerudung panjang entah punya siapa ,,,,,,,,


benar'benar mirip orang mau pengajian ,,,,,,


masih modis dan cantik kalo aku mau pergi kondangan dari pada menjadi pengantin ,,,,,,,


tidak ada kesan indah sama sekali,,,,,,,,,


semua terasa hambar ,,,,,


aku tidak tersenyum bahagia sama sekali ,,,,,,,


yang ada cuma ketakutan kalau kalau keluarga Asiung tiba tiba datang dan marah marah ,,,,,,


perasaan ku kacau sekali saat itu ,,,,,,,,


Alhamdulillah selesai sudah acara pernikahan ini,,,,,


aku sudah resmi menikah dengan Asiung,,,,,,,


pagi harinya aku langsung pergi kebogor cerita nya ingin berbulan madu ,,,,


karena disaat acara menikah aku sudah tidak merasakan bahagia sama sekali


aku berharap kebahagiaan ku datang disaat bulan madu nanti bersama suami ku Asiung ,,,,,,,


aku berkemas dengan perasaan bahagia dan sejuta harapan ,,,,,,


mobil sewaan ku udah datang ,,,,,,sudah tidak sabar aku ingin cepat pergi ke Bogor ,,,,,,


sepanjang jalan aku bersenda gurau dengan kakak ku ,,,,,


sesampai di persimpangan kami berpisah aku lanjut ke Cipanas


kakakku pulang ke rumahnya ,,,,,,


disinilah kekecewaan demi kekecewaan aku rasakan ,,,,,,,


harapan tinggal harapan karena setiap hari aku selalu salah di matanya ,,,,,,


yang ku dapatkan hanya marah dan marah,,,,,,,


tidak ada mesra mesranya sama sekali ,,,,,,,


tidak seperti layaknya


pengantin baru ,,,,,,,,,,


Asiung mikirin bangunan terus ,,,,


lama lama aku jadi tidak betah ,,,,,dan aku memutuskan untuk pulang saja ,,,,,


orang nya disini tetapi pikiran nya di Lampung,,,,,,


apa dia lupa kita sedang bulan madu,,,,,????


apakah ini semua tidak berati baginya ,,,,,,???


ternyata bangunan rukonya lebih memenuhi pikiran nya,,,,,,,,


itu yang membuat dia jadi mudah


marah dan marah selama disini ,,,,


lama lama aku juga risih dan kesel ,,,,,,


ini bulan madu atau


piknik sama bos ,,,,,,,


akhirnya aku mengajak pulang lebih cepat dari rencana Awal


aku udah gak mikirin bulan madu bulan maduan,,,,,,,


mending cepet cepet pulang kerumah ,,,,,,


ketahuan klo dirumah dia mau kerja atau mau kerumah ku,,,,,, jelas Deket Ama bangunan nya ,


"ko kita pulang aja yuk yang penting kita udah nikah ini ,,,,,gak bulan madu gak apa kok sama aja ,,,,,kita pulang aja ya ,,,,,",


Asiung menyambut ajakan ku dengan perasaan bahagia ,,,,


Tampa basa basi dan menunda lagi ,,,


dia langsung cepat cepat berkemas untuk pulang kelampung,,,,,


di puncak aku cuma tiga hari saja ,,,,,,,


akhirnya aku plg ke rumah ibuku di Lampung ,,,,,,,,,


begitu sampai di rumah dia istirahat sebentar langsung pamit pulang ke rumah mami nya ,,,,,,,


"Wie aku pulang dulu ya ,,,,,pikiranku gak enak takut mami kena apa apa ,,,,,nanti aja aku kesini lagi nginep ,,,,,,_"


" kamu bilang mama dulu enggak enak enggak tunggu mama pulang ,,,,,,ntar mama nyariin ,,,,,,"


"kamu aja yang bilang mama aku ngomong papa aja ya ,,,,,


beneran ini perasaan ku gak enak,,,,,


aku pulang ya ,,,,,,


mau apalagi sih ????


nikah sudah ,jalan jalan sudah ,,,,,


ya udah ya aku pulang "


mendengar omongan nya seperti itu seolah pernikahan ini bukan hal yang sakral ,,,,,,


dengan berat hati aku memperbolehkan dia pulang ,,,,,,


papa terlihat bingung tetapi mengiyakan juga ,,,,,,


akhirnya Asiung pulang dan aku di tinggal di rumah ibuku dulu ,,,,,


walaupun kebahagiaan ini belum berpihak padaku ,,,,


ya sudahlah yang penting aku bisa membungkam mulut keluarga ku dan mulut tetanggaku itu sudah membuatku bahagia ,, ,,,,


walaupun aku tau dari awal tujuan ku sudah salah ,,,,,,


dan aku tidak pernah memikirkan akibat dari kesalahan itu ,,,,,,


ya itulah hidup kadang yang kita pikir dan hayal kan tidak sesuai dengan kenyataan ,,,,,,


apa yang kita anggap mudah ternyata begitu sulit di wujudkan ,,,,,ini belum seberapa mungkin kedepannya akan semakin sulit dan menguras air mata ,,,,,,


kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ,,,,,,


hanya tuhan yang tahu ,,,,,,,,,


yang pasti kita berdoa semoga kita mampu melewati nya ,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2