
Sudah sebulan papa dirumah setiap harinya membantu di kantin sambil nunggu penempatan,,,,,
seneng rasanya jualan ditemenin papa dari pagi sampai malam,,,,,
klo sore kita pulang nengok rumah berdua ,,,
sejak saat itu kami mulai jarang ribut atau selisih pendapat
malah bisa dikatakan tidak pernah
dan sejak papa pulang akupun jarang mengunjungi mama ,,,,,
ini bukan tampa sebab pertama aku rada kecewa sejak aku ditinggal suamiku pendidikan selama sebulan tak ada saudara ku yang datang mengunjungi ku atau kekedar menanyakan kesehatan ku ,,,,,,
apalagi nemenin aku di kantin
cuma anak anaku saja yang selalu bersamaku ,,,,,,
kami berempat pontang panting di kantin ,,,,,
kadang tutup kantin jam 1mlm kita berempat pulang kerumah,,,,,,
seolah tidak ada yang peduli dengan keadaan ku dan anak anakku tidak saudara ku ,,,,,,saudara papa atau pun anak buah papa yang dulu,,,,,,
jujur aku meragukan kebaikan mereka semua ,,,,,ada rasa kecewa khususnya dengan keluarga ku,,,,,
aku seperti ini bukan tanpa sebab ,,,,,,,,
di bandingkan saudara suamiku
saudaraku paling sering meminta bantuan suamiku baik tenaga ,atau pun makanan dan uang ,,,,
wajar jika saudara suamiku tidak peduli ,,,,,,,,,
mereka tidak pernah sekalipun merepotkan aku dan suamiku ,,,,,
makanya aku jadi enggan buat datang mengunjungi mama.,,,,,,
apalagi membawa oleh oleh berupa makanan atau pun uang ,,,,
seminggu ke sana bisa 3 atau 4,kali itu pun bawaan kita selalu banyak ,,,,,,,
perasaan klo agak lama tidak kesana kangen luar biasa ,,,,,
biarpun aku sudah di jahatin seperti apa dengan mama dan saudaraku,,,,,,
sulit banget buat jauh dari mereka ,,,,,,
kalau ngasih ke mama dan saudara ku gila gilaan ,,,,,,
kalau sekarang wajar dan biasa aja malah kalau suami melarang ngasih aku nurut ,,,,,
bahkan ngasih uang pun begitu aku tanya dulu ke suami mau kasih berapa
berbeda jauh dengan sebelum aku dibawa ke pesantren itu ,,,,
aku klo ngasih uang ngasih dulu baru ngomong ,,,,ngasih daging,ayam,beras,atau kebutuhan apapun ngasih dulu baru ngomong ,,,
yang masih belum bisa terpecahkan setiap pulang dari mama aku dan suami pasti bertengkar ,,,,,
kadang hanya masalah sepele,,,,kita bisa ribut besar dan sepanjang jalan enggak saling tegur sapa ,,,,,, ,,
dan itu sering terjadi setiap pulang dari rumah mama ,,,,,
pernah suatu hari pak haji melarang ku makan kalau ketempat mama,,,,
jadi kalau disuruh makan tak usah dimakan ,,,,,
aku mencoba saran beliau ,,,,,
dan benar saja begitu pulang dari rumah mama biasa aja ,,,,,
bahkan kadang kita merasakan kalau mama itu tidak benar benar tulus dengan ku
itu sering terjadi ,,,,,,,,
bahkan tidak jarang aku melihat mama mencubit tangan kakakku atau adikku saat kita sedang ngobrol ,,,,,,,
aku sendiri pernah tersinggung dan kadang marah ,,,,,,
berujung lama aku tidak datang kerumah nya ,,,,,
tetapi suatu hari pernah aku melanggar aku makan makanan mama begitu kita pulang sepanjang jalan kita berantem ,,,,
sudah di rumah juga masih berlanjut ,,,,benar benar kita sekeluarga itu seperti musuh,,,,
semakin kesini semakin aku perhatikan ,,,,,,,,
keluarga kecil ku lebih harmonis kalau aku tidak terlalu sering berkunjung kerumah mama .,,,,,aneh kan ,,,,
lebih aneh lagi kalau kita habis punya acara bersama contoh nya sedekah atau acara makan makan makan di rumah nya mama,,,,,,,,,,
pasti tidak lama kemudian yah paling lama berselang dua hari atau pada waktu itu juga kita bakal ribut besar dengan saudara entah kakak atau adik dan itu udah berkali kali aku buktikan ,,,,,,
untuk itu aku jadi berfikir mungkin yang dikatakan Ajengan itu banyak makna tergantung didalam nya ,,,,,
ya benar cuma melarang makan tetapi dari makanan itu bisa jadi
alat buat mengaduk aduk emosi kita menjadi amarah ,,,,,,
ya Allah begitu besar pengaruh mama dalam hidup ku.,,,,,
tetapi mengapa tidak dengan yang lain ,,,,,
semua saudaraku makan disana bahkan sering menginap tetapi hidup mereka biasa biasa saja ,,,,,
dengan saudara mereka rukun justru cuma aku yang sering mereka ajak ribut ,,,,,,
itu yang kadang membuatku memutuskan buat menjauh dari kehidupan mama dan inipun di iyakan oleh Ajengan itu ,,,,,
sampai pada suatu hari aku berniat memasukkan anak sulung ku ke pesantren,,,,,
sembari menunggu pendaftaran STSN dibuka ,,,,
kasian juga kalau harus di kantin membantu ku saja ,,,,,,
sekalian ingin menanamkan disiplin dan beribadah yang baik
semoga dengan lingkungan orang orang beragama yang baik,,,,, bisa menjadi kan anakku ikut baik juga ,,,,,,
aku berharap anakku bisa jadi lebih dewasa dan ibadah nya lebih baik dari sebelumnya,,,,, ,,,,
aku pilih pesantren yang terbaik menurut ku ,,,,,,
kami berangkat dari Bogor ke Cianjur
pagi pagi sepanjang perjalanan aku menasehati anakku agar belajar yang baik dan tekun ,,,,,,
Alhamdulillah
sesampainya disana aku disambut Bu haji ,,,,,,
aku ngobrol sebentar dan mengutarakan maksud kedatangan ku ke sini,,,,,,
Bu haji menyambut niatku dengan senang hati ,,,,,,,,
akhirnya aku titipkan anakku ke Bu haji ,,,,
yang kelihatan nya baik sekali,,,
mulanya begitu kami hendak pulang anakku mau ikut pulang
"lho kakak kan kakak mau belajar di sini kok ikut pulang ,,,,????
jangan begitu kakak itu Bu haji dan teman teman kakak nungguin ,,,,???",
mulanya kakak merajuk tidak mau di tinggal,,,,,
berujung dia menangis,,,,,,
aku membujuk nya dan memberi pengertian agar dia bisa mengerti,,,,,
"tapi mama janji seminggu sekali Dateng ya ,,,,, nengok kakak ,,,"
"iya mana janji sayang Kakak yang baik ya jangan nakal kasian mama kalau kakak nakal,,,"
kakak memelukku lama sekali ,,,,,
dan akhirnya mencium ku dan lari keatas menuju kamar nya ,,,,,,
jujur berat banget melepas anak yang amat kita sayang ,,,,,,
ada rasa kehilangan yang dalam
tetapi demi masa depan nya aku juga harus sanggup,,,,,,,
Alhamdulillah anakku bisa di lepas dan kami bisa pulang dengan tenang ,,,,,,,
disepanjang jalan pulang aku memohon semoga anak ku bisa
beradaptasi dan betah disana,,,,
semoga kelak menjadi pribadi yang lebih baik
Alhamdulillah
sisulung betah disana.
tak terasa sudah 6bukan berlalu ,,,,waktu pendaftaran dibuka bulan depan ,,,,,
anakku telepon minta di jemput pulang ,,,,,
__ADS_1
dia minta ijin untuk pulang ,,,
dan Bu haji memperbolehkan,,,,,
sore itu anakku pulang ke Bogor aku melihat banyak perubahan yang terjadi ,,,,
dari cara berpakaian dan kebiasaan setiap habis sholat langsung mengaji ,,,,,,dan dalam berbusana pun dia memilih pakaian yang berupa rok panjang ,,,,,
semua celana panjang tidak dia pakai lagi,,,,,
setiap keluar rumah selalu berhijab,,,
Alhamdulillah anaku sekarang amat Alim
sejak anakku pulang ke rumah kehidupan kami normal kembali ,,,,,
seperti siang ini
kebetulan aku sendirian kakak langsung datang membantu dikantin sambil belajar buat mempersiapkan pendaftaran ,
aku baru di telepon papa katanya bagus nanti malam mengajak makan di KFC karena bagus ulang tahun ,,,,
papa selalu begitu tak pernah menolak jika aku atau anak anak meminta ,,,,,
apalagi papa mulai di tempat kan Alhamdulillah ,,,, perekonomian kamu pun jadi semakin stabil ,,,,
tetapi sejak papa pulang pendidikan dan kakak pulang dari pesantren pun aku belum pernah berkunjung ke mama ,,,,
itu membuat saudaraku marah dan tidak suka ,,,,
mereka bilang aku sombong mentang mentang sekarang jadi istri pejabat ,,,,,,,
aku tau itu dari mantan iparku yang kebetulan main ke rumah mama kemaren sore ,,,,,
kebetulan mantan ipar ku mampir kekantin tadi malam,,,,,
"mbak Dewi jarang kerumah mama ya sekarang ,,,,, soalnya mama sama mbak Tuty bilang mbak gak mau kenal mereka lagi karena udah jadi istri pejabat ,,,,",
aku tertawa ,,,,dan kita tidak membahas nya ,,,,
kita malah cerita pekerjaan kita masing masing,,,,,
dan obrolan kita semalam masih mengganggu pikiran ku memaksa aku buat merenung ,,,,,,
mereka itu terlalu gak peduli atau aku yang terlalu tertutup atau pintar menutupinya,,,,,
mereka tidak tahu kalau sebenarnya hidup kita itu jauh dari dugaan mereka ,,,,,
asal mereka tahu pasti mereka akan kaget dan heran,,,,,,,,,
aku tidak lah jauh dari kata kaya kita juga sering kebingungan masalah keuangan apalagi hutangku juga banyak ,,,,,,,
tetapi kita selalu bersyukur makanya tidak Tampak dari luar ,,,,,,
memang sejak aku menikah dengan Suamiku sebenarnya hidup kami pas pas an aja ,,,,,,, tidak berlebihan atau kekurangan Alhamdulillah cukup ,,,,
kami juga tidak punya tabungan ,,,,,,
juga tidak pernah hidup serba kekurangan ,,,,,,,
semua selalu cukup ,,,,,,
mungkin karena papa itu ikhlas membuat bahagia istri dan anak anak nya ,,,,
jadi Rezeki pun selalu menyertai kemana papa melangkah,,,,
dibilang hidup prihatin juga tidak jauh dari kata susah malah ,,,,,
karena aku juga selalu bisa membeli baju dengan harga mahal ,,,,,tas ,,,,,,sepatu pesta ,,,,,,tas pesta ,,,,,
dengan harga yang fantastis dan kadang jumlah yang di beli pun lebih dari satu ,,,,,,,tetapi bisa di bayar ,,,,,
belum lagi setiap kita butuh uang selalu saja ada ,,,,,
entah dari mana asal uang itu ,,,,,
apalagi suamiku pun tidak pernah marah ,,,,
jika aku berbelanja ,,,,,
bahkan dia sendiri tak jarang tiba tiba membelikan tas atau sendal pesta dengan harga yang lumayan mahal ,,,
dalam makanan pun papa selalu membelikan kue yang aku suka,,,,,,,
masalah harga no dua yang penting rasanya aku suka ,,,,
biasanya papa suka beli kue kue kesukaan ku di ,,,,
Harvest dan Royal ,,,,,,
kue kue itu biasa papa beli setiap hari ulang tahun ku ,,,
waktu merenovasi rumah pun terserah apa yang ku mau dia hanya memilih warna saja itupun sesuai dengan warna favorit ku ,,,,,,,,
semua desain rumah dari kamar Mandi,,,,,, ,
kamar tidur ,,,,,,,,
dapur , ,,,,,,,,
lantai rumah,,,,,,,, semua mengikuti apa yang aku ingin kan ,,,,,,,
jadi biar aku capek berjualan berangkat pagi pulang tengah malam pun ,,,,,
aku senang karena aku bebas menggunakan uang ku
bahkan kalau kurang papa mau nambahin ,,,,,,
berbeda jauh ,,,,
tidak seperti waktu aku dengan Asiung
walaupun hidup bergelimang harta tapi tidak bebas menikmati nya ,,,
jangan kan buat senang senang ,,,,
belanja kepasar buat masak saja di awasi ,,,,,,
kenapa beli ini ,,,,,,
jangan boros boros ,,,,,,
jangan beli udang mahal ,,,,,
kalo beli baju buat aku atau anakku saja pasti selalu bilang gak usah yang mahal mahal ,,,,
malah pernah iparku sampai tanya dengan yang jualan pakaian yang kebetulan dia kenal ,,,,,,,,
aku juga kaget waktu sang penjual cerita ,,,,,
kebetulan anaknya satu sekolah dengan anakku ,,,,,,
"uni iparku beli baju disini atau enggak ,,,,,
beli baju berapa potong "
ya Allah sampai segitunya
pernah juga masalah aku masak makanan buat keluarga kecil ku ,,,,,,,
kalau tidak salah waktu aku buat baso sapi buat dimakan sendiri ,,,,,
tiba tiba saat aku lagi fokus masak ada suara orang datang,,,,,,
ternyata pas aku suruh lihat pembantu ku kakak iparku yang datang langsung naik keatas loteng menuju tempat ku memasak ,,,,,
seperti biasa pasti langsung periksa dapur ,,,,,
pura pura tanya aku masak apa ,,,,,
berujung buka tudung saji ,,,,,,
untung pembantu ku cekatan langsung semua masakan di masukan kedalam lemari bawah meja kompor,,,,,biar tidak terlihat ,,,,,
aku selamat dari pembahasan nanti malam ,,,,,
kebetulan nanti malam ada acara keluarga besar nya ,,,,,,
dan para ipar kumpul semua ,,,,,,
dan biasanya di saat itulah mereka mulai membicarakan kekurangan istri istri adik dan kakak nya ,,,,,
kandang sampai panas telinga mendengar nya ,,,,,,
jauh perbedaan antara Suroto dan Asiung ,,,,,,
suroto memang dia tidak kaya tidak banyak uang tetapi hidup ku lebih puas ,,,,,
aku puas menikmati hasil jerih payahnya kita mencari uang ,,,,,,
asalkan kita masih bisa menahan diri saja ,,,,,,
aku pernah bertanya kenapa tidak pernah marah jika aku berbelanja,,,,,
"lho kenapa harus marah selama mama masih bisa kontrol diri gak masalah buat papah ,,,
yang penting inget jika kita mendadak butuh uang harus siap jangan sampai cari pinjaman sana sini itu intinya,,,,,,,"
dan aku selalu ingat nasehat suamiku ,,,,,
dalam hati selalu bersyukur punya suami yang ikhas dan sayang dengan istri dan keluarga,,,,,,
__ADS_1
jika kita sudah bisa bersyukur insha Allah kenikmatan hidup juga di tambah,,,,,,
Alhamdulillah hidup kita bisa dibilang lumayan mapan ,,,,,,,
mobil kita punya ,,,,,,,
motor ada 3 ,,,,,,,,,,,
rumah lumayan bagus dan bertingkat
di jantung kota pula ,,,,,,,,,
pakaian dan barang barang yang kita kenakan juga bermerek dengan harga lumayan,,,,,,,
bahkan jika aku beresin lemari anak anak dan lemari ku ,,,,
jika aku temukan baju yang sudah sempit atau tidak terpakai lagi tetapi kondisi nya masih bagus begitu juga tas serta sendal atau sepatu aku kumpulkan dan biasanya aku kasih buat saudara ku ,,,,
nanti aku telepon mereka buat datang ke mama untuk ambil ,,,,
biasanya mereka rebutan,,,
bahkan selalu menunggu barang barang dari hasil aku bersih bersih lemari dan gudang ,,,,
karena mereka tau barang barang nya msh bagus dan pasti mahal ,,,,,,,
kalau dipikir kami berdua royal tapi tidak membuat kami menjadi miskin atau bangkrut,,,,
malah setiap kami butuh uang selalu ada aja rezeki nya entah dari mana ,,,,,,
semakin kami jarang berselisih paham semakin mudah kami menyelesaikan permasalahan,,,,
makanya aku bersyukur
dan tidak pernah ingin mengingat masa lalu yang sebenarnya tidak begitu indah untuk dikenang,,,,,,
",lagi mikir apa mah ,,,,dari tadi bengong aja ",
tiba tiba si sulung mengagetkan ku ,
"oh enggak sayang mama lagi membandingkan waktu mama masih di Lampung sama kehidupan mama disini
kaya bumi sama langit ",
",lho kok bisa ???",
aku menceritakan semua dengan sisulung
dan dia serius mendengarkan nya ,,,,,,
sesekali dia mengerutkan keningnya nya ,,,,
sampai akhirnya
",hmmm parah ya mah orang kaya rasa orang miskin,,,,, tapi org sederhana rasa orang kaya raya ,,,,
berati papa ini hebat dan beneran sayang sama mama karena dia merasa tidak sehebat papa Asiung
tetapi dia berusaha ingin membuat mama bahagia ,,,,
luar biasa berati pilihan mama tepat untuk mencari pengganti papa Asiung ",
aku mengangguk dan memeluk anakku
"iya tetapi tetap mama minta maaf sama kamu gara gara mama pergi dari papa mu kamu jadi menderita ',
"enggak ma papa disini juga baik walaupun galak tapi sebenarnya papa sayang sama aku," ",
Alhamdulillah aku bahagia denger anaku bicara begitu ,
kami berdua masuk ke kantin dan menyiapkan makanan buat papa ,,,,,
tak lama papa datang dari kantor aku menyambut nya dan aku berdua makan bersama ,,,,
terasa indah dan penuh kebersamaan ,,,,,
setiap rumah tangga ada sisi baik dan buruk nya seperti yang aku alami ,,,,,
hari berlalu bulan pun berganti tak terasa pendaftaran itu hampir tiba,,,,,,
aku dan papa memberikan surport buat sisulung belajar dan belajar terus ,,,,,
sampai akhirnya waktu tiba anaku siap siap daftar,,,,
aku sudah punya plening untuk kali ini kakak panggilan anakku yang sulung gak bisa daftar satu harus banyak cadangan karena mengingat batas umur kakak tinggal setahun lagi karena kakak sudah kehilangan 2 tahun waktu nya ,,,
berati tahun terakhir ,,,
tetapi tahun ini anak lelaki papah juga lulus sekolah
dia ngotot mau daftar Bintara juga buat tahun ini ,,,
aku bingung ,,,,,,
aku maunya satu satu ,,,,
ini awal kami berselisih paham dengan papa lagi aku jadi berfikir
papa gak serius ngurus kakak karena kakak anak tiri
tiap hari aku kesel sama papa bahkan tidur pun aku duluan gak mau nunggu lagi
aku kesel karena menurut ku.papa gak adil
",kak kenapa ya papa juga nurutin adek kamu buat daftar tahun ini juga padahal kan dia tau kemaren kamu sendiri aja enggak fokus urus kamu kenapa ini malah adek juga daftar "
aku panggil anak lelaki ku
"nak ,,,kmu mau daftar kenapa mesti sekarang bareng bareng si ???tahun ini buat kakak dulu yang daftar nanti tahun berikutnya kamu ,,,,
klo bareng bareng mama gak ada uang ,,,,
lagi pula klo kebandung itu kan butuh biaya juga ,buat nginep ,makan ,??klo sekarang uang mama cuma cukup buat biaya kakak aja ",.
dia diem tapi tetep aja berangkat urus berkas pendaftaran nya,,,
aku gak bisa di omongin lagi
ada rasa kesel dan putus asa
klo gini nasib kakak bakal terbengkalai lagi aku harus ambil keputusan
akhir nya aku suruh kakak daftar WH
(Wijaya Husada ),,,,,,
disana diterima tapi bayar uang 3jt aku bayar ,,,,,,,,.
tapinya aku gak puas klo harus masuk perawat tapi yang swasta pasti mahal
dan gak bergengsi aku suruh kakak coba Poltekkes juga ,,,
akhir nya dia nurut daftar juga seminggu lagi tes ,,,,,,,
aku gak peduli mau papa dukung atau enggak aku udah membulat kan tekat
tidak sengaja sore itu kakak cerita
",ma , sebenernya adek itu gak pengen daftar sekarang ma tapi papa yang maksa dia daftar sebenernya adek itu baik ma mau ngalah ,,,,
papanya aja yang ambisius"
aku kaget banget dengernya aku jadi tambah kesel sama papa begitu selesai makan malem aku ajak papa ngobrol
"maaf pah aku mau tanya papa itu maksa bagus daftar kenapa ,,,,,itu anak gak pengen daftar dulu maunya satu satu tapi karena papa paksa makanya dia mau daftar "
papa kaget langsung dia panggil anak lelakinya
"maksud kamu apa ???ngomong begitu
klo gitu cara kamu mending papa mundur gak mau ikut campur lagi,,,
terserah mau daftar atau enggak papa udah gak mau tau ,,,",
anak lelakiku diam saja ,,,seolah dia nyalahin aku kenapa ngomong papa ,,,,,,
"lho kok kamu marah sama mama kan kamu yang bilang sama kakak tadi ",
aku menceritakan kembali omongan nya didepan papa dan dirinya ,,,,,,
dia tidak bisa ngomong lagi ,,,,papa. terlanjur marah ,,,,,,,,dan anak lelakiku ngomel ngomel gak terima tapi papa terlajur marah makanya papa cuek aja seolah gak peduli ,,,,,,aku tau papa merasa di bohongi ,,,,,,,,
sejak peristiwa itu kami berjalan Tampa mempersoalkan nya lg,,,,,,,
aku sudah berbaikan lagi ,,,, memang seperti itu
setiap kita berselisih paham paling hanya sebentar begitu kita konfirmasi,,,,jadi langsung selesai pada waktu itu juga ,,,,,
kita normal kembali,,,,,,,
hidup dalam rumah tangga itu tak selamanya mulus pasti banyak kendala hanya bagaimana kita mengatasi nya ,,,,,,
Alhamdulillah keluarga ini mampu mengatasi masalah kami dan setiap masalah tidak pernah berlanjut sampai melebar dan besar ,,,,
benturan boleh asal jangan berlebihan,,,,,,,,,
itulah kehidupan kadang manis kadang pahit ,,,,,,,,,,
ini bisa terwujud karena kita berdua selalu belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu ,,,,,,
Alhamdulillah sekarang tinggal menjaga saja ,,,,,,
__ADS_1