Sekeping Hati Yang Retak

Sekeping Hati Yang Retak
capter 23 (tamat )


__ADS_3

melihat pemandangan ini aku menjadi tak tega ada goresan di hati ,,,,,


aku memang benci Koko aku memang tidak ingin berhubungan lagi tetapi begitu melihat kejadian barusan hatiku begitu tergores ,,,,,,


aku tak tega melihat anaknya memperlakukan Koko seperti itu ,,,,, akhirnya air mata ku menetes juga ,,,,,,,


aku tak tega ,,,,,tak sadar aku terisak ,,,,suamiku terkejut dan menoleh padaku ,,,,di peluknya aku dan dibawanya aku ke samping Koko ,,,,,


perlahan Koko membuka matanya ,,,,,,


terlihat butiran air mata membasahi pipinya yg kurus dan pucat ,,,,,,


tangan nya yang amat lemah ingin menggapai ku buru buru Niko mengambil tisu dan alkohol lalu dengan kasar mengelap telapak tangan nya,,,,aku terkejut dan amat marah


"Niko,,,,,!!! jangan kelewatan kamu,,,,, biar saja adikku memegang ku tak perlu kau bersihkan tangan nya ,,,,


kamu pikir adek ku pembawa penyakit menular apa ,,,,,!!!!


kalau kamu merasa jijik jangan urus papa kamu biar bude aja ,,,,,


kamu pikir pantas kelakuan mu dengan orang yang telah membuat ada di dunia ini ,,,!!!???"


semua yang ada disana terdiam dan terkejut ,,,,,


termasuk Niko ,,,,dengan muka tidak suka Niko menjawab


"bude dikira Niko mau di lahirkan di dunia kalau harus mengalami hidup seperti ini.,,,,!!!???Niko malu tidak pernah ada yang peduli dengan Niko termasuk papa dan mama ,,,,,Niko menyesal di lahirkan kalau hanya menerima kepedihan ini bude ,,,,??? sekarang Niko harus kemana ,,,,,semua orang memandang rendah Niko semua karena ulah kedua orang tua Niko ,,,,,,",


selesai berkata Niko menangis dan bersimpuh kelihatan sekali kalau anak ini amat terpukul ,,,,,


aku hampiri Niko aku peluk dia ,,,,,Niko memeluk ku menangis dan menangis ,,,aku dan suamiku berusaha menenangkan keponakan Ku


"ingat Niko kamu tidak salah kamu juga tidak benar kamu kesal dan kecewa tetapi cara kamu memperlakukan papamu salah,,,,ingat tidak ada yang tau jika telah lahir ke dunia ini ,,,, akan hidup seperti apa ,,,,jadi apa ,,,,,lahir dimana ,,,jadi anak siapa ,,,,,


kita tidak akan tau ,,,,,kalau kamu tidak percaya silahkan tanya bude bude yang lain ,teman , adik,dan orang orang sekitar kamu ,,,,,


tak ada yang tau awal dari perjalanan kita sampai akhir ,,,,,


sama seperti papa kamu kalau boleh dia mengatakan diapun menyesal sudah dilahirkan tetapi itulah rahasia hidup ,,,,",


semua terdiam dan tertegun tak ada yang berani mengeluarkan kata-kata sedikitpun selain aku ,,,,,


terlihat Niko melepas kan pelukan nya pada ku dan berkata


"terimakasih bude cuma buda yang bisa dan mau menasehati Niko cuma bude yang bisa mengerti keadaan Niko terimakasih bude ,,,",


"sekarang minta maaf sama papa ya ,,,,,jangan perlakukan papa kamu seperti mahluk hina , Karena dia tetap adik bude ,,,,"


terlihat Niko berjalan mendekati Koko dan mencium tangan dan memeluk nya seraya meminta maaf ,,,,terlihat Koko pun ingin bicara Isak tangis pecah kami semua menangis terharu ,,,,,


tak lama Niko melepaskan pelukannya dan meminta maaf ke semua orang yang ada disitu ,,,


aku menghampiri Koko dan mengelus dahinya ,,,,


terlihat Koko ingin mengucapkan sesuatu tetapi begitu sulit aku mengambilkan air minum dan menyodorkan sedotan agar dia bisa meminum air nya ,,,


setelah dia minum air terlihat suaranya mulai terdengar ,,,


walau amat perlahan ,,,,,


"mbak maafkan aku ,,,,,


maafkan semua kelakuan yang telah aku lakukan dengan mbak Dewi sekeluarga ,,,,


aku pantas menerima semua ini ,,,


seandainya waktu ku tiba ,,,,


aku telah siap jika harus pergi mbak ,,,"


aku mengangguk dan berkata


"jangan mendahului takdir semua ada yang menentukan jangan pernah mendahului kehendak nya ,,,,"


terlihat Koko menangis ,,,, aku tak tega sepertinya terlalu banyak yang ingin dia ungkapkan tetapi tidak bisa ,,,,yang keluar hanya tangisan ,,,,,


aku paham ,,,,


begitu banyak hantaman demi hantaman yang dia hadapi,,,,


jujur kasihan sekali aku melihat nya ,,,,,,,


bagaimana pun kita dari kecil hidup bersama ,,,,,


"sudah sudah jangan bersedih lagi mbak sudah datang ,,,tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan seberat apapun itu,,,,kamu yang sabar fokus sama kesehatan ,,,,


oh iya kamu udah makan ,,,,


sini mbak suapin ya ,,,",


aku bertanya karena yang aku dengar Koko sudah seminggu tidak mau makan ,,,,


terlihat dia menggeleng ,,,,dan meminta aku buat memberi nya makan dengan cepat mbak Asih mengambil bubur yang masih hangat karena baru di bawakan duwi ,,,,,


perlahan aku menyuapi nya ,,,,


perlahan lahan sambil bercerita tak disangka bubur di mangkok itu habis ,,,,


selesai makan aku mengambil air panas buat mengelap wajah nya dan mengambil air minum ,,,,,


selesai minum suster memberikan obat buat di minum ,,,,


Alhamdulillah hari ini Koko mau makan lagi ,,,,,


kita mulai bercerita tentang kenangan kecil dulu dan membuat kita semua tertawa terlihat Koko ikut tersenyum ,,,,


kebahagiaan terpancar di semburat wajahnya yang pucat ,,,,


sampai akhirnya dokter datang untuk memeriksa keadaan Koko ,,,,,,


"Alhamdulillah tekanan darah dan jantung nya bagus ,,,,tidak seperti kemaren ,,,,oh iya sepertinya ada wajah baru ,,,,ibu ini siapanya pak Koko ,,,,"


aku dan suamiku tersenyum ,,,,,,


"saya kakak perempuan nya dok ,,,, kami sudah 5th tidak pernah bertemu ,,,"


terlihat dokter mengangguk dan tersenyum


"pantas sepertinya ini yang ditunggu pak Koko selama ini semoga kehadiran ibu bisa membuat kondisi nya semakin membaik ,,,,"


"insha Allah dok besok adik saya sudah bisa pulang jalan sendiri tak perlu pakai kursi roda lagi ,,,,,iya kan ko,,,,",


kita semua berkata Amminnn


dan terlihat Koko ingin memeluk ku aku menghampiri dirinya dan memeluk nya ,,,,,,


ada perasaan tidak biasanya ,,,cuma aku tidak bisa mengatakan nya,,,,


buat ku asal kan yang terbaik aku rela ,,,,,,


tak lama kemudian mama datang ,,,,dengan wajah sedih terlihat matanya berkaca kaca ,,,,


"Dewi mana ,,,,,???"


dia berjalan meraba raba ,,,,,


aku menghampiri nya ,,,,,dan memeluk nya ,,,,


"aku Dewi ma,,,,gimana kabar mama sehat kan ,,,",


"aku ya seperti ini keadaan nya ,,,,kamu udah ketemu Koko ,,,????gimana keadaan nya ,,,,,kasian Koko dia sudah lama sakit ,,,,"


aku duduk di samping mama dan bicara ,,,,sejak aku datang dan sampai barusan


"Alhamdulillah syukurlah ,,,, benerkan kuncinya Dewi coba dari kemaren Dewi suruh Dateng pasti Koko gak lama lama disini ,,,,",


semua terdiam tak ada yang berani bersuara ,,,,,


"iya semoga aku belum terlambat ,,,,Koko juga udah bisa ketawa semoga tidak lama bisa pulang. dan sehat lagi ,,,"


di ikuti dengan kata kata ammin dari yang ada di ruangan ,,,,


aku terpaksa tidak langsung pulang dulu menunggu sampai keadaan kondusif ,,,


terutama mama yang selalu peletak peletuk kalau ngomong kadang memancing orang lain buat kesal ,,,,


aku menyuruh Neno buat mengeluarkan kue dan roty serta buah buahan yang aku bawa ,,,,


"nen buka mangga nya manis banget siapa tau Koko mau ,,,???"


Neno langsung mengeluarkan bungkusan yang aku bawa tadi di.piring yang udah disiapkan,,,,,


sementara saudaraku yang lain ikut membantu ,,,,


begitu melihat panen buah ku neno ,duwi ,dan yang belum ke tempat ku menjerit kecil ,,,,


"ya ampun mam,,,, itu buah meni cuantikkkk banget ,,,,pasti rasanya manis banget itu ,,,"


dia mengangkat jambu dan memamerkan nya ke yang lain ,,,


"mana du,,,,wah sayang aku udah gak bisa liat lagi ,,,,kaya apa warna nya du,,,,,


coba sini aku cium nya ,,,"

__ADS_1


kita semua melihat mama dengan perasaan iba ,,,,


"ini mam mangga nya aja ya biar kecium harum nya kalau jambu nya gak ada bau nya ,,"


duwi memberikan mangga ke mama


"siapa bilang jambu nya gak wangi justru wangi banget ,,, udah wangi manis seger ,,,tapi terserah mama mau yang mana dulu ,,,"


kata mbak asih ,,,


" coba mana jambu nya liat ,,,"


duwi memberikan jambu nya begitu memegang jambu nya mama kaget ,,,


"lho kok besar ini jambu apa kristal ,,,???"


" bukan itu jambu keraton namanya ,,,,,,jambu air juga coba gigit manissss banget mam ",


mama mencoba menggigit nya


begitu di kunyah terlihat mama menikmati nya ,,,,,


" ya ampun seger banget ya ,,,,


jambu kok cumles banget ,,,


seger banget ,,,,Koko udah di suruh coba belum ,,,,,",


"itu Dewi lagi nyuapin Koko mangga nya ,,,udah mau habis lagi ,,,,"


"ayo jangan cuma ngeliatin mama makan semua juga boleh makan banyak kok cukup cukup ,,,ayo mbak di mulai ,,,,


kok pada bengong ,,,"


akhirnya mereka mulai memakan buah dan roty yang aku bawa tadi ,,,,


semua terlihat bahagia ,,,,


Koko pun minta jambu nya ,,tak terasa hari mulai malam aku pamit pulang dulu besok aku datang lagi ,,,,,


kakak kakaku sudah duluan pamit ada yang dari sore sudah pulang ,,,,cuma aku yang paling belakang ,,,,


mama menyuruh aku datang besok ,,,,Koko juga terlihat amat berat saat aku memeluk nya sambil berpamitan ,,,,


tetapi karena aku berjanji besok mau Dateng lagi ,,, dia memperbolehkan aku pulang ,,,,,


sepanjang perjalanan aku dan papa membicarakan kondisi Koko ,,,,,


sampai akhirnya aku mengatakan perasaan ku yang tidak biasanya ,,,,


dan aku ijin papa agar boleh menemani Koko disaat saat terakhir. nya ,,,,,


Alhamdulillah papa setuju ,,,,dan mau mengantar ku kesana ,,,,


sekarang setiap hari aku menjenguk Koko dan menemani nya sampai malam ,,,,


sudah ada seminggu lebih aku bolak balik kerumah sakit ,,,,


kondisi Koko mulai membaik ,,,


dokter optimis Koko bisa pulang besok ,,,,


sore itu kita sekeluarga berkumpul bercanda dan berbincang-bincang semua terlihat bahagia ,,,,


kita membicarakan setelah Koko pulang nanti ,,,,


mama terlihat amat bahagia sekali ,,,,,,


Koko mulai banyak bercerita dan bercanda ,,,,dia bahkan ingin diajak kerumah baru ku ,,,,


"mbak aku ntar mau kerumah mbak ya ,,,,aku mau mancing ikan nya kakak enjel yang besar ,,,,mau aku bakar ,,,"


kakak terlihat cemberut dan berkata ,,,,


" om Koko kenapa harus ikan kakak si ,,,, yang Laen kan banyak ,,,ambil yang lain aja om ,,,,kasian bintil udah tua ,,,"


"lho justru tua itu di ambil kasian terlalu lama menanggung derita hidup,,,,"


mendengar seloroh Koko semua tertawa ,,,, mama juga ,,,sore itu kita benar benar bahagia ,,,


sampai dokter tiba dan memeriksa kondisi Koko ,,,


tiba tiba dokter memanggil ku


" Bu ini ada yang ganjil melihat kodisi pisikis dan kondisi jantung berbeda ,,,,dari pisikis pak Koko itu jauh membaik tapi kalau kondisi jantung kenapa melemah ,,,,ada apa dengan pak Koko ya ,,,,"


"masa dok dari tadi juga bercanda terus dok gak tidur justru hari ini benar benar terlihat vit dok ,,,,malah besok kita berharap bisa bawa pulang ,,,"


kataku bingung ,,,dokter nya lebih bingung lagi dia masuk kedalam dan mengecek ulang ,,,,


sambil pergi dokter membisikkan


" yang sabar ya Bu ,,,,pasien ini luar biasa semangat nya tetapi kondisi badan nya memang benar benar lemah ,,,,"


" dok apakah ,,,,???"


dokter menepuk pundak ku dan pamit ,,,,aku kaget dan teramat sedih suamiku pun demikian aku melihat ke dalam Koko tersenyum melihat Ku,,


aku bergegas masuk dan seolah tidak terjadi apa-apa,,,,


aku paham yang dilakukan adik ku dia tak ingin mama marah padaku dan akhirnya menghujat ku ,,,dia ingin pergi dengan kedamaian dalam keluarga nya ,,,,


aku selalu menyuapi buah dan roty kesukaan nya ,,,


mama bercerita waktu Koko kecil lalu semua mulai bercerita ,,,


Koko pun ikut bercerita ,,,


semua terlihat tenang ,,,,


tiba tiba Koko bicara di luar dugaan


" seneng banget kalau bisa terus seperti ini ,,,,mama tersenyum semua kakak , ponakan ku tersenyum ,,,,kita bercerita dan bercanda seolah tak ingin berpisah ,,,,,,mbak ,mas ,mama ,sendi sama Neno,,,,,,


juga keponakan om ,,,,om minta maaf ya kalau om punya salah ,,,,sini salaman terus cium om Koko ya ,,,,itu tandanya kalian benar benar memang sudah memaafkan om Koko ,,,,"


semua terkejut ,,,,,,,tetapi tidak mengerti ,,,,,,,


mereka pikir itu permintaan maaf karena bahagia saja ,,,,


padahal kalau aku dan suamiku aku sudah paham maksudnya,,,,,,,,


mereka bersalaman dan memeluk erat ,,,


sampai akhirnya aku yang terakhir,,,,,,,


sengaja biar Koko bertahan karena aku belum memeluk nya ,,,,


aku memberi ucapan tanda sayang dan tulus memaafkan dia ,,,,aku peluk dan cium pipinya ,,,,


Koko membalas ucapan ku dan memohon untuk menitipkan Niko pada aku ,,,,,


semua mendengar,,,,


aku juga bilang jangan kan Niko kamu,mama juga boleh ikut aku


Koko memelukku dan menangis ,,,aku juga menangis


suamiku juga ,,,,


Kita sekeluarga juga menangis ,,,,


tak lama kemudian dia minta bobo ,,,,dan minta diselimuti ,,,,


aku menuruti nya ,,,,


tak lama kemudian ,,,,,,,


tak ada nafas nya ,,,,,,,,


Koko tidur buat selamanya,,,,


kami menjerit dan menangis ,,,


mama langsung pingsan lagi ,,,,


suasana yang tadinya bahagia tiba tiba penuh dengan tangisan ,,,,,


ya Allah ,,,,


begitu manis dan anggun caramu memanggil hamba mu ,,


semoga engkau pun akan mengampuni dosa nya ,,,,


dan menempatkan dia disisi terbaik mu ,,,,


menjauhkan dia dari siksa kubur dan siksa api neraka ,,,,,,


ya Allah ,,,,,


semoga kami yang ditinggal kan di berikan ketabahan dan kedamaian ,,,


sebulan setelah Koko pergi ,,,

__ADS_1


mama mulai terlihat tidak sehat ,,,,,


sering mengeluh sakit ,,,,


setiap mau dibawa kedokter selalu menolak dengan alasan sudah waktunya ,,,,,


kami jadi cemas ,,,,,


sudah seminggu ini mama tidak makan sama seperti Koko kemaren ,,,,


aku mulai was was ,,,,jangan jangan ini pertanda,,,,,


tetapi kita tidak berani memprediksi ,,,,


kita jalani saja ,,,setiap hari kami bergilir mengunjungi mama ,,,


setiap hari pula kita bergilir menginap di rumah mama ,,,


malam ini giliran ku dengan suamiku ,,,


setelah sholat isya aku dan suami seperti biasa berzikir dan itu sudah jadi kebiasaan kami ,,,,


selesai aku dan suami berzikir mama menjerit jerit seperti orang ketakutan ,,,,


Neno dan sendi mengetuk pintu kamar ku ,,,


kami berdua keluar kamar ,,,,


betapa kaget nya aku melihat mata mama melotot ,,,


seperti orang marah ,,,,,


aku mulai membaca baca ayat kursi begitu juga suamiku ,,,,


aku takut terjadi apa-apa dengan mamaku ,,,


sampai akhirnya mama pun tertidur pulas dan kita terus berjaga di kamarnya sampai subuh tiba ,,,,,


terdengar adzan subuh aku dan suami bersiap siap sholat di kamar mama ku ,,,


semula terlihat biasa biasa saja sampai akhirnya disaat kita membaca surat alam nasroh dan potongan surat pendek pada Al-Baqarah ,,,,tiba tiba mama menjerit lagi kali ini lebih keras dan mengerikan ,,,


Neno dan sendi jadi ketakutan dan menghampiri mama ,,,,


aku tidak terpengaruh dan masih menyelesaikan bacaan itu ,,,,


di kalimat bacaan terakhir mama Langsung ngomong


"ampun ampun sudah sudah aku gak kuat panas panas ,,,,aku mohon hentikan,,,"


kami tidak menggubris nya aku pikir ini perbuatan setan. saja ,,,


kami terus menyelesaikan nya ,,,,


begitu selesai aku melihat ,,,


mama menangis ,,,,


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa kembali ,,,,tapi waktuku tidak lama ,,,karena terlalu lama aku pergi ,,,,


pikiran dan tubuhku sudah terlalu lama di kuasai mereka ,,,"


kita berempat kaget dan bingung ,,,,


tiba tiba mama menggenggam tangan ku ,,dan berkata


" terimakasih banyak udah menolong mama ,,,, maafkan mama udah terlalu banyak menyakitimu ,,,,


maafkan mama udah terlalu lama jahat sama kamu ,,,


mama menyesal terlalu mengikuti kemauan hawa nafsu yang tidak masuk akal ,,,,mama terlalu serakah dan syirik dengan ke lebihan yang kamu miliki ,,,,itu karena mama tidak suka ,,,,jika ternyata kamu lebih sayang dengan papa kamu ,,,,,


kamu lebih mencintai papa kamu dari pada mama ,,,,


begitu papa meninggal mama ingin terus menyakiti kamu mempermainkan perasaan mu ,,,,


padahal mama tau kamu anak yang berbakti sayang dengan semua keluarga mu ,,,,,


semua kamu perlakukan sama,,,


mama yang egois mama yang menaruh kebencian padamu ,,,,,


sampai kamu di buang dan di kucilkan ,,,,


mama yang selalu mempermainkan hati kamu perasaan kamu sampai ingin menghancurkan hati mu se hancur hancur nya ,,,,


maaf kan aku sayang maafkan,,,,


mama mohon jangan benci mama ,,,,,"


setelah berkata begitu mama pergi dan tidak pernah kembali ,,,,,


air mata ku benar benar mengalir deras ,,,,,


aku peluk papa ,,,,


papa pun menangis,,,


aku lihat sendi dan Neno berpelukan sambil menangis ,,,


kita tak bisa membuat nya tetap tinggal ,,,,,


ini adalah perjanjian yang telah ia buat ,,,,,


hanya menyesalkan dan menyayangkan mengapa mama melakukan ini ,,,,,,


apa sebenarnya yang di cari ,,,,,


apa sebenarnya yang dia dapatkan,,,,


hanya perpecahan di dalam keluarga ,,,,,,,yang seharusnya kita saling berdampingan dan saling berbagi ternyata harus berpisah dan saling membenci ,,,,


ya Allah ,,,,,


ampunilah ibu hamba ,,,,


maafkan lah kesalahan nya ,,,,,


seandainya ini takdir biar kan dia merasakan kedamaian disana ,,, hamba mohon bukakanlah pintu maaf untuk nya ,,,,


aku terduduk tak mampu berkata kata ,,,


sampai semua keluarga ku datang ,,,,


banyak tanya yang tidak bisa aku jawab ,,,,,


aku sendiri tak tau harus menjawab apa ,,,,,,


mungkin ini kehendak mama atau takdir dari Allah dengan apa yang telah dilakukan,,,,,


semua menyisa kan misteri dan pertanyaan ,,,,,


namun biarlah hanya Allah yang tau apa yang telah terjadi dengan ibuku ,,,,,,


akhirnya aku hanya bisa menangis pasrah ,,,,,,,,,,


sendi juga masih menangis ,,,,,,


Neno juga duduk dan masih menangis,,,,,,,,,,


hanya suamiku yang terlihat tegar ,,,,,,


tegar mengurus semua nya ,,,,,,


dia tegar dalam menjawab setiap pertanyaan,,,,,


tegar dalam menghadapi semua cobaan ,,,,,


menghadapi masalah ku satu persatu ,,,,,,


dia selalu siap dan tegar ,,,,,


semua janji sewaktu akan menikah dulu dia jalankan semuanya ,,,,,,


dia selalu ada untuk ku ,,,,,


selalu menghadapi persoalan-persoalan yang datang padaku ,,,


Sampai detik ini ,,,,,,,,


dia masih berdiri menghadapi nya ,,,,,,,


ya Allah ,,,,,


terimakasih telah memberikan pendamping hidup seperti dia ,,,,,


aku mohon lindungi dia ,,,,,,,hatinya ,,,,,pikiran nya,,,,,, ,dan iman nya ,,,,,


di setiap langkah nya ,,,,


terimakasih tuhan terimakasih


tak ada kebahagiaan selain selalu bersama dengan suamiku ,,,,,,

__ADS_1


terimakasih banyak atas karunia yang telah Allah berikan ,,,,,


__ADS_2