
sesampai di parkiran kantor marcell keluar dan mengitari mobil untuk membuka pintu gadis itu. dia langsung menarik tangan gadis itu
gadis itu dengan penampilan yang sedikit acak-acakkan tapi masih terlihat cantik, marcell dengan cepat masuk ke dalam
di sana banyak karyawan bertanya-tanya siapa gadis itu? tumben sekali tuan muda menbawa gadis ke kantor
banyak pertayaan dari mulut karyawan itu tapi tidak bisa di ucapkan karna mereka takut akan dampak amukan marcell
marcell memasuki lift khusus ke presidenan, ruangannya beradi di lantai 40an, maklum saja perusahaan marcell sekarang sudah berkembang pesat, gedung ini salah satu gedung pencakar langit
sekitar 5 menit mereka sampai ke ruangannya, di atas hanya ada beberapa ruangan khusus saja, dia melewati ruangan asistennya
asistennya bernama adi dan mira mereka terkejut kedatangan presdir mereka dengan seorang gadis tapi dengan cepat mereka menundukkan kepalanya menandakan hormat mereka
marcell memasuki ruangannya, dan melepaskan tangan gadis itu, dia duduk di kursi kebesarannya.
sedangkan gadis itu duduk si sofa yang di depan marcell.
aku sudah muak dengan kebodohan yang kau buat dari tadi, aku kehilangan banyak waktu, sekarang katakan ada yang bisa kau jelaskan? siapa namamu? ucapnya to the point
karna dia takut, gadis itu pun menangis
aihhhh, merepotkan sekali kau gadis sialaan, kenapa kau malah menangis, ucap marcell geram
tiba-tiba ars masuk, dia sudah mengetuk pintu tapi karna perdebatan mereka di dalam tidak ada yang mendengar hingga ars pun masuk
dia terkejut kehadiran gadis itu, ars mengucek matanya, dan melihat ke arah gadis itu, tapi gadis itu masih disana, dengan cepat dia menghampiri marcell
siapa gadis itu?apa kau menculik anak orang? bagaimana bisa gadis itu sampai ke ruangan ini? ucapnya karna tidak pernah sekalipun marcell dekat dengan bernama wanita
ars aku pun tidak tau siapa gadis ini, dia tadi tiba-tiba sudah ada di dalam mobilku, ini aku masih bertanya siapa dia malah kau dluan yang masuk, ucap marcell
__ADS_1
hah? kau tidak tau siapa ? tapi kau bawa ke kantor ini? jangan-jangan dia penipu lagi? kata ars dengan melihat gadis itu dan marcell bergantian
hei gadis, siapa kau? nama kau siapa? hah? ucapnya sedikit meninggikan suaranya
gadis itu malah menangis lebih keras
marcell dan ars terkejut, dan keleng-keleng kepala.
hey, kau kenapa menangis, aissshh..... buat pusing orang aja.
udah jangan menangis lagi buat jantung copot aja, kata ars dengan sedikit menurunkan nadanya.
gadis itu pun berhenti menangis, tapi dia belum mau menjawab pertanyaan ars, hingga membuatnya semakin pusing.
sedangkan marcell juga pusing dibuatnya meredamkan emosinya dan bertanya lebih halus lagi, dia berjalan ke arah sofa itu dan duduk di depannya
hay... siapa nama kamu? kenapa kau tadi masuk ke mobilku? tanya dia dengan halus bukanlah tipe dia tapi harus dilakukannya
hay juga, nama ku zihan najza maharani, ucapnya dengan menjulurkan tangannya kepada marcell, suaranya lembut dan pelan sekali
sampai-sampai marcell terhipnotis dengan suaranya dan tidak menerima uluran tangannya.
hingga zihan menarik lagi tangannya dan merasa takutan lagi
marcell yang sadar dengan ketakutan zihan langsung menormalkan keadaan
maaf... maaf... tadi siapa nama mu, aku kurang mendengarnya.
zihan yang merasa takut tidak menjawab tapi dia menulis di kertas.
namaku zihan najza maharani.
__ADS_1
marcell dan ars saling melirik merasa ada yang aneh
''kenapa dia tidak mengeluarkan suaranya lagi, malah menulis di kertas, dasar gadis aneh'' dumel ars
ars diamlah, bisa kau tinggalkan kami sebentar nanti rapatnya panggil aku, kata marcell
ars pun keluar meninggalkan mereka, dan terjadilah kecanggungan di antara mereka.
aku ulanginya perkenalannya, ucapnya dengan halus
''hay perkenalkan nama saya, marcell mahendra''
nama kamu siapa? taya marcel
''nama saya zihan najza maharani'' ucapnya dengan suara lembut dan mengulurkan tangannya diikuti senyumnya yang bisa melelehkan hati
''kenapa kamu tadi berlari seperti di kejar setan? '' taya lagi
saya tadi melarikan diri dari rumah, karna ibu tiri saya ingin menjualku kepada orang yang sudah berumur, dengan cara menikahkan paksa.'' ucapnya dengan sendu
marcell pun ikut geram kepada ibu tiri zihan mendengar ceritanya.
apakah kamu tidak kerja? taya lagi
'' saya masih kuliah, umurku masih 20 tahun, tapi aku sepulang kuliah pergi ke butik ku. ucapnya lagi
marcell pun sudah mengerti dengan keadaan zihan, dia melirik jam yang melekat di tangannya.
maaf zihan aku tinggal sebentarnya, aku masih ada rapat, kamu bisa menunggu di ruangan ini, jika kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil sekretarisku yang di depan itu
aku hanya 2jam aja, ucapnya lagi dan segera saja dia beranjak dari duduknya dan pergi ke ruangan meeting
__ADS_1
π*π hay kaka jangan lupa like dan vote novelku ini, komentar untuk mendukung novel i**ni* tanpa kalian novel ini tidak ada apa-apanyaππ