
"Aku tidak pernah mau di posisi ini,dalam benakku selalu ingin terbang kemanapun angin membawaku,aku selalu merasa hampa akan ke ketidak pastian".
Huuh....
aku menghembuskan nafas lelah...
"Saaam.....? ", Nita memanggil keras.
aku menoleh,mengangkat alis bertanya.
" Apa Nit,gx usah keraslah manggilnya suaramu itu kaya terompet tahun baru".sambil menutup telinga.
" ya gimana gx keras, orang bisa"nya lo ditinggal sama tu kecoak, pas lagi pulang dari makam lai.Kan gx elit.....? ".Aku menutup mata, sambil memijit pelipis karena pusing yang tak kunjung reda dari tadi.
" trus lo kesini bawa si jordan gx,awas aja kalo gx bawa gua gibeng juga lo...!".sambil gua rangkul pundak besti misi gua.
" iya,gua bawa tadi nanti nyusul sama si alex.Noh tuh dia nongol juga bocah satu".(gua kangen lo jordan jagoan gue)Batin gue.
" yok cabut,mau tidur gue habis begadang semalaman ngintip yang latihan silat di belakang rumah, heheheh".Balas Alex dengan cengiran khasnya.
"ngapain juga ngintip,sama-sama pernah silat juga".kata Nita menyela Alex.
"yaudah cepetan,end ini kuncinya gua boncengan sama Nita ya.Gua duluan ya Sam,hati-hati lo mau bawa bocil kan...? ".tanya Alek menyelidik,akupun mengangguk faham.
" Siap bossy...!".Kataku mantap.
"Gua duluan ya sam.. ".Kata Nita menambahkan,
__ADS_1
gue mengacungkan jempol,sambil melihat mereka berlalu pergi.
"ayok jordan kita juga pergi".Sambil menepuk body motor ninja hitam lekat yang akan gue kendarai.
sepanjang jalan gue berfikir alibi apa yang akan
di berikan,agar bisa membawa bocil gue aman tanpa kendala.
lima belas menit telah berlalu, akhirnya gua sampai juga di rumah bibinya anak gue.
Tanpa ragu aku melangkah memasuki pekarangan yang tidak terlalu kecil itu, tetapi menurutku itu sangat asri untuk ukuran kakek dan nenek-nenek.
dari luar sudah terdengar gelak-tawa suara anak- anak dan orang dewasa bersenda gurau,ku ketuk pintu sedikit rapuh itu pelan.
"permisi... "?.kataku pelan.
" ya sebentar...!".sahut orang dari dalam.
(anggap ya suara pintu di buka dari dalam)
"mama udah pulang,ko bawa motor tadi kan di jemput mobil...?".tanya anakku satu-satunya.
Akupun tersenyum memaklumi,akupun menunduk menyamaratakan tinggi kami.
" gx papa sayang,mama udah lama aja gx bawa motor biar gx lupa aja ko".sambil tersenyum dan mengecup jidat lembutnya pelan.
neneknya bertanya lewat raut wajahnya.
__ADS_1
" ayok masuk,ngobrolnya di dalam gx baik di depan pintu".kata kakek sambil mengambil Rafa dan meng gendongnya,dan ya nama anakku adalah Rafa Abizar al-Jidan.
"(Flasback) ".
Anak semata wayang yang di tinggal selamanya oleh ayahnya dari umur satu tahun.Di situ aku mulai cari kerja sampingan yang gaji di atas rata-rata pegawai kantor, sampai akhirnya aku bertemu Nita yang hampir di tewas di tabrak truk, dari situ aku dikenalkan dengan rekan dan bosnya di bidang pekerjaannya.
"kenapa buru-buru pulang sih ndok,gx nginep dulu walaupun semalam simbah kangen sama tole loh...?".Kata mbah wedok.
Aku berpaling menahan air mata agar tidak jatuh.
" aku gx bisa tidur mbah kalo disini,suasananya selalu membuat sesak mbah aku tidak menutup kemungkinan rindu dia".aku terisak pelan, buru-buru aku mengusp air mata yang hampir jatuh.
"kalo kamu gx mau menginap mbah gx papa lo ndok,yang penting hati-hati di jalan apa lagi bawa anak kecil,kalo cape istirahat dulu,jangan di paksain...!".kata mbak lanang.
" Iya mbah pasti".kataku mantap,aku pun menoleh ke samping melihat anak itu sedang
bermain anteng.
"Adek mainnya udah dulu ya, keburu sore.Pamit dulu sama kakek nenek".kataku pelan, dia beranjak meng hampiri mbah nya.
" Mbah adek pulang dulu ya,sehat-sehat mbah...".
sambil menyalimi tangan kakek dan neneknya khidmat.
" mbah kami pulang dulu ya,nanti kalo waktu senggang kami mampir lagi".kataku sambil memeluk tubuh renta mereka.
"rumah ini selalu terbuka untuk kalian berdua".Aku mengangguk mengiyakan perkataan mereka.
__ADS_1
Akupun menaiki motor bersama Raff,melajukan motor itu pelan meninggalkan pekarangan rumah.
^^^(aku pamit lagi ya,jika ada waktu aku mampir kesini mengunjungi rumah terakhirmu dan maaf untuk semuanya).^^^