
Sinar mentari masuk melewati celah-celah gorden yang tertutup,menyinari kedua insan beda usia yang terlelap dengan damai.
Aku terbangun dengan linglung dan segera membuka gorden,menikmati pemandangan asri Sawah-sawah milik tetangga sambil menoleh ke tempat tidur.
" Adek bangun udah siang nak...!".ucapku lembut menepuk punggung kecil yang terusik bangun sambil menguap.
"Udah siang ya mama...?".sembari mengusap mata yang imut itu.
" iya...,ayok bangun,mandi dan sarapan trus kita kerumah Necan".ucapku semangat.
"Oke ma,Raff gx lama-lama ko".segera beranjak bangun dan berlalu ke kamar mandi.
Akupun menyusul mandi di kamar sebelah,ya karena rumah ini memiliki kamar mandi dua.
Tak lama kamipun sarapan dengan cepat karena waktu yang hampir jam delapan pagi.
Ku keluarkan si jordan,dan mengendarainya bersama anakku menuju rumah Necan nya.
tak berapa lama kamipun sampai ke tempat tujuan sekitar lima menit,aku turun dan menggandeng tangan mungilnya menuntun sampai ke depan pintu rumah.
" permisi, Necan....? ".panggilku sedikit keras.
" iya,sebentar".Saut orang dari dalam,tak lama pintupun terbuka.
"Ayo masuk".
" iya nek,aku duduk di bawah aja sambil selonjoran".jawabku
"terserah kamu aja, jika mau makan di dapur ambil aja nene tadi masak pindang ikan patin ".
__ADS_1
Sambil berlalu ke dapur menggendong Raffa sambil tersenyum dan mengangguk mengerti.
aku bangkit dang menyusul ke dapur,dan aku lihat mereka sedang bermain kecil.
" Ne aku mau nitip Raff,kemungkinan aku pulang malam...? ".jelasku ikut memainkan mobil mainan mini.
"Nenek tidak pernah masalah nak,selagi kamu mempunyai pekerjaan ajak aja dia kesini tipa hari juga gx masalah,toh nenek sendiri".sembari menepuk pundakku pelan.
" kalau begitu aku berangkat dulu nek, dan raffa buatlah nenek tenang dengan keberadaanmi ya sayang...? ".sambil kuusap surai hitamnya penuh sayang.
" ok mah,tenang aja".Jawabnya mantap,akupun tersenyum bangga.
Aku melangkah keluar rumah di iringi mereka melepas kepergianku yang mengendarai motor.
---"--*-*--*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*---*-*-*-*--*-*-*
Aku berhenti di persimpangan jalan dan berhenti sebentar memandangi Bangunan yang berpagar besi hitam metalic di dalamnya berdiri kokok rumah berlantai dua dan itu adalah markas kami, bahkan sekitarnyapun tidak akan menyangka bahwa rumah itu berisikan senjata- senjata modern dan modifikasi berbagai kendaraan.
" Non udah lama banget cutinya,Teman-teman Non selalu bercerita kalo Non gx bakal Terima tugas lagi....? ".tanya penjaga rumah.
" heeem......, iya".jawabku singkat
"saya masuk dulu yang mang...? ".jelasku acuh
" iya Non silahkan". jawabnya dengan rat muka bersalah.akupun mengangguk dan berlalu.
aku melangkah ke lantai dua, karena paket sudah menanti untuk di terima sangat tuan.
aku melihat Alex bermain anggar dan nita seperti biasa berkutat dengan komputer kesayangannya yang sudah sedikit usang,bahkan pimpinanpun berniat mengganti yang baru tetapi dia menolaknya dengan tegas karena,dia bercerita bahwa itu peninggalan orang tua satu-satunya.
__ADS_1
" welcome back to the (Flow**ermoon**) Sam".Saut pimpinan dan aku mengangguk tersenyum devil.
" Aku kembali".jawabku dengan suara berat dan bergemuruh bahwa tanda jiwa psikopatku akan keluar.
"jangan terlalu memprovokasi Sam,pinpin (pemimpin) dia baru kembali dari lubang hitam! ".jawab nia sekenanya sambil menaik turunkan alisnya yang lebat.
"tugas pertamamu mengantar senjata khusus ke tuannya yang ada di jalan****...? ".perintah pinpin selalu sepele tetapi sangan menantang batinku bercakap.
" siap bos....! ".jawabku
" oh ya....,dan satu lagi kamu tidak sendiri,Nita akan bersamamu untuk mengawasi kinerjamu".
aku mengangguk dan berlalu pergi dari ruangan kerjanya.
Aku melangkah menuju gudang,disana sudah terdapat rekanku lebih dulu,dia sedang menata persiapan keberangkatan kami.
"Sam......,itu tas lo ya jangan terlalu memaksakan jika terjadi sesuatu tidak sesuai rencana,kita bisa jalankan rencana A...! ".ucapnya sambil melempar tas punggung lumayan cukup besar pada ku.
" lo gax perlu khawatir,gua juga gx mau,tugas ini gagal".jawabku meyakinkan dia
"oke gua pegang kata-kata lo barusan".
" oke, siapa takut".jawabku masam.
hampir waktunya kami berangkat,aku kembali memeriksa paket yang lumayan besar, agar tidak ada kesalahan sedikitpun.
"let's Go suadah waktunya".ucap Nita tegas.
" heeem...... ".jawabku,
__ADS_1
(semoga berjalan lancar dan tidak ada sedikitpun kendala). batinku mengucap.