Sementara

Sementara
Sunset


__ADS_3

("wah...wah sangat menjanjikan,udah lama juga aku tidak meregangkan otot-ototku,mereka sudah mulai kaku")batin ku meremehkan


"Lihat mereka....!".ucapku pelan pada nita sambil menunjuk mereka yang berbadan besar dan berwajah sangar.


" Wah......,tidak aku sangka baru datang aja kita sudah di sambut dengan rombongan gangster, yang bahkan kita gx tau mereka suruhan siapa......? ".ucap nita berbisik,akupun hanya mengangguk mengiyakan apa yang terjadi sekarang.


" Apa kita ladeni mereka sekarang,bagai mana dengan paketnya...?".ucapku pada nita meminta ke setujuan.


"kita tanya dulu apa mau mereka..!".jawab nita sembari menghampiri salah satu dari mereka.


" Hey... yo..,ngapain juga sih kalian menghalangi kita para wanita imut ini...?".ucap nita bangga.


"kami mendapat perintah untuk mengantar paket A pada tuan mark di jalan 35..! ".ucap yang memiliki badan paling besar yang memiliki luka di antara alis paling kiri.


" kami Terima kalau begitu kami duluan".ucapku sembari kembali menaiki motor dan memakai helm fullface.Begitupun nita mengikuti di belakang.


"Buang-Buang waktuku saja kirain ada apa,hampir aja gua boom itu kerumunan orang".batinku jengkel.


Tak lama kamipun tiba di tempat tujuan,tidakku sangka kami harus melewati hutan belantara yang di samping kanan-kirinya jurang.di ujung jalan ini terlihat bangunan yang terbilang mewah yang bisa di perkirakan dari jaman perang Dunia ke dua.


Mereka memarkirkan motor di ikuti para gangster di belakang kendaraan mereka. Dia membuka helm dan beranjak turun, lalu menghampiri rombongan gangster yang memakai rubicon hitam bercampur putih.Mereka menghampiri si tuan rumah yang sudah menunggu di undakan tangga ke dua.


"Aku kira tidak ada sambutan yang menyambut kami......?.Ucapku kecewa.

__ADS_1


''Aku berencana ingin membuat jebakan yang bahkan seekor hewan pun tidak bisa melewatinya, tetapi sepertinya aku salah menilai kalian yang hanya berdua bahkan cewek''.Selaras berkata meremehkan.


''seandainya itu terjadipun aku bisa menahan serangan yang tak terlihat sekalipun''.Ucapku sembari menyerahkan tas yang kami bawa untuk memindai sidik jari sang empunya baru,dan menyerahkannya kepada sang pemilik baru.


''Oh.....,my baby sweet.Kalian tau ini apa yang aku pegang.....?.Ucapnya sembari memamerkan sebuah tabubg berwarna biru muda yang isinya sedikit bercahaya.


''Bisa jadi itu semacam narkoba jenis terbaru,yang bisa melumpuhkan korbannya''.ucapku mengeluarkan kata-kata yang terlintas di dalam benakku.


''Menurut gue juga bisa jadi ucapan lo bener juga''.sambung Nita membenarkan.


''Kalian benar,tetapi kurang tepat.Ini adalah narkoba yang bisa membuat sang penggunanya meningkatkan kerja otak menjadi 15% lebih optimal''.ucapnya lebih menekan.


"Ah... karena kalian sudah terlalu jauh tau apa isi itu barang,pengawal tahan mereka di ruang bawah tanah..!. ucapnya meremehkan.


Kami digiring memasuki ruangan gelap yang pengap dan lembab,di kanan-kiri ku berjejer se-sel penjara kosong,mereka menempatkan kami di sel paling pojok.nita masih saja menggerutu tidak berhenti,aku hanya melirik sekilas dan berfikir semoga mereka tidak menggeledah kendaraan yang kami bawa,sembari merogoh sesuatu dari balik baju atasan depanku.


''(ah..,untung saja gue membawanya untuk berjaga-jaga.Kalau tidak kemungkinan gue bakal kayak si Nita menggerutu gx jelas)''.Batinku


''NITA......NIT....,elo kan bisa memindai ruang penjara dengan jepit rambut elu kan....?''.dengan sedikit bentaka keras gue ucapkan ke dia.


''Gue lupa SAM...,sorry ya gue lelet he...he..he''.jawab dia yang sedikit bego menurut gue,kalau keadaannya lagi begini.


'' Yaudah,gue mau ngotak-atik kunci dulu soalnya aga sedikit modern ini kunci penjara''.jawabku sambil bekerja cepat.

__ADS_1


Tidak berapa lama kami akhirnya bisa keluar dari penjara itu dengan sedikit mengendap-endap,dan tinggal mencari kendaraan kami ereka simpan di mana.nita memimpin jalan ke arah luar bangunan,menurut dia motor kami di jaga bergiliran oleh gangster,dengan melewati tembok setinggi 200 meter dan melewati kebun pinus yang lumayan letih dengan menghindari para penjaga akhirnya kami sampai di tempat tujuan.


''gimana ini mereka berjaga udah kaya ngerumuni gula''.ucap nita sedikit panik.


''kalo gue sih gx apa-apa,karena si jordan sudah otomatis''.jawabku pelan.


para gangster mulai menyadari gue dan Nita, sudah bebas dari penjara dan mereka bersiaga menyerang kita dengan membawa pemukul bisbol,dan balok kayu.


''serang mereka jangan sampai lolos!''.perintah orang yang bertato paling banyak .


''Elo siap nit.....?.ucap gue dan di angguki oleh nita.


pertempuran pun tidak terelakan lagi dengan sudah banyak sekali para gangster yang tumbang dan babak belur tidak terkecuali gue dengan sudut bibir yang sudah berdrah,nita yang sudah hampir menyerah.gue pun mengeluarkan senapan mini dari balik celana kanan gue dengan menembak ke tititk fatal mereka,akhirnya kami bisa lolos dengan selamat.


''come on.........,Nit pegang tangan gue'',ucap ku sembarai mengendarai motor dengan sbelah tangan dan menarik nita agar menaiki mototr yang sama.


Kamipun melaju cepat menembus melewati hutan belantara yang pertama kami lewati tadi.Dan tujuan kami selanjutnya adalah sebuah pantai yang berpasir putih,akupun memarkirkan kendaraan dan turun di ikuti nita di belakangku.


''Gua gx menyangka kita bisa selamat dari kepungan mereka tadi''.ucap nita di sela keheningan yang cukup lama di antara kami.


''Ya, gue juga sama,tapi sebaiknya kita cepat ke markas sebelum di semprot atasan and thanks udah mau menjalani misi ini dngan gue''.ucapku sembari menikmati matahari yang tenggelam dengan tenang.


...''gue juga trimakasih,udah elu tolong kalo gx gue pulang tinggal nama''. Jawab nita sembari merangkul pundak gue dan tertawa melepaskan beban yang menumpuk dan menyambut misi yang akan datang....

__ADS_1


... ''(Dimanapun gue di tempatin misi itu akan selalu finis)''...


__ADS_2