
Pukul 06.00
Kringggg
Kringggg
Kringggg
Aku membuka mataku dengan malas dan mematikan alarm dari handphoneku yang berada di nakas sebelah kananku. Setelah mengulat dan mematikan alaram akhirnya aku bergegas untuk bangun dan mandi karena hari ini aku harus berbelanja makanan. Setelah selesai mandi, aku duduk di depan meja rias untuk skincare-an dan makeup tipis. Aku memilih untuk memakai jogger abu abu, crop top putih yang di balut dengan cardigan abu abu. Dan tidak lupa membawa totebag vintage kesayanganku. Aku keluar dari kamarku dengan membawa card holder, kunci mobil, dan juga kacamata hitam serta topi. Iya, aku tidak suka di kenali oleh orang lain.
“Non ini sarapannya dimakan dulu.” ucap Mba ijah yg sudah 17 tahun merawatku sejak kecil.
“Iya mba nanti selesai belanja aku sarapan soalnya aku buru buru nih udah jam segini”ucapku sembari memakai sendal dan berlari ke arah mobilku.
Jarak dari rumahku ke supermarket cukup dekat. Setelah sampai aku langsung mengambil apa saja yang aku butuhkan. Sebenarnya aku buru buru karena aku ingin membeli pembalutku yang sudah habis.
“Aduh smogaa ada nih pembalut yg gue cari, mana ini hari pertama nyeri banget lagi.” ucapku sedikit meringis.
Pas. Sisa 1 pack pembalut yg aku cari tapi…
Brakkk…
“Eh aduhhhh lo punya mata gasih”ucapku.
“Duh sorry sorry gua butuh banget benda ini mana tinggal satu buat gue ya plissss”ucap cowo yg memakai celana cino selutut dengan kaos hitam polos, rambut acak-acakan.
“Ngga, enak aja gue duluan yg ambil nih buktinya udah ditangan gue”ucapku kesal.
“Yah plisss lahhh gue bayar 3x lipat deh ya plis yah gue butuh banget urgent ini disuru bunda gue”ucapnya memelas.
“Ya urusan lo lah kan masih banyak merk lain sana.”ucapku kesal
“Duh gabisa gue beli sesuai pesanan bunda”ucapnya lagi.
“Duh bodoamat deh dasar cowo gajelas”ucapku sambil bergegas pergi.
“Ehhh plisss dongg gue buru buru nihh atau ngga bagi duaa dehhh yaaa plis pliss ayo patungan sama guee”ucapnya sembari memohon dengan puppy eyes.
“Ribet lo yauda cepet nih bawain troli gue sekalian gue masih mau belanja.”
“Iya iya galak banget si jangan lama lama.”
__ADS_1
Setelah sekitar 10 menit selesai berbelanja dan sampai di kasir, aku ingin membayar namun tiba-tiba tanganku di tahan.
“Ni mba”ucapnya mengeluarkan uangnya.
“Eh Apansi lo gausah, ni mba pake uang saya aja”.
“Jangan diterima mba uangnya palsu tuh pake ini aja ya”.
Karena mba kasir nya bingung akhirnya ia menerima uang dari cowo gajelas. Dan aku hanya memutar bolamataku dengan melas.
“Ni pembalutnya buat lo 10, buat gue 10 jadi adil dan gausa di bayar btw nih uang lo tadi gue balikin.” Ucapku ketus.
“Gausa di balikin gue ikhlas itu permintaan maaf gue udah ngerepotin lo”.
“Ok deh thanks.”
“Sama sama.”
10 menit berlalu..
Aku membuka pintu kamarku dengan membawa sekantong makanan dan kebutuhan yang aku beli tadi. Sesuai janjiku dengan mba ijah, aku langsung turun untuk sarapan karena sekarang masih pukul 8 pagii.
Setelah sarapan aku bergegas untuk naik ke kamar ku sembari bersantai sebentar dan melanjutkan dengan movie marathon karena hari ini libur jadi aku punya banyak waktu untuk sekadar bersantai.
2 jam berlalu…
3 jam berlalu…
4 jam berlalu…
“Hah udah jam 4 sore, aduh mati gue bisa bisanya ketiduran padahal ada janji sama key.” Ucapku memaki diri sendiri.
Ya, aku memang sangat sering tertidur dengan durasi yang panjang karena buatku, tidur adalah free therapy. Aku merasa segala nya lebih baik ketika aku tertidur.
Setelah bangun aku bergegas untuk mandi dan bersiap siap untuk pergi ke GOR karena aku ingin bermain badminton dengan temanku, Keyquel disana.
Setelah sampai aku langsung duduk menunggu Key karena ternyata aku datang duluan.
“Zaaa.” Ucapnya dengan melambaikan tangan ke arahku.
“Keyyy haiiii.” Ucapku sembari tersenyum.
__ADS_1
“Ayo langsung aja mulai” ajak Key.
“Disini ajaa yaa soalnya lagi rame banget nih GOR tumben.” Ucapku melihat sekeliling.
“Iyanih tumben lagi padet gini.” Ucapnya.
Bugggg..
“Awww.” Ucapku kesakitan saat pelipisku terpukul oleh raket seseorang yang berada di belakangku saat aku mengambil kok yang jatuh.
“Ehhhhhhh yaampun sorry sorry sorry, lo gapapaaa??.” Tanya nya dengan panik.
“Zaaaa yaampunnn zaa.” Ucap Key yg ikut panik.
Aku membuka mataku dan meringis kesakitan. Ternyata aku pingsan. Pelipis ku memar dengan warna hijau kebiru an. Karena pukulan raket yang sangat keras tadi.
“Ehhh udahh bangunnn, minum dulu yaaa sini gue bantu.” Ucap cowo yang tadi menghantamku dengan raketnya.
“Kok lo lagi sih? Lo gapuas tadi di supermarket udah nabrak gue? Sekarang malah mukul gue pake raket lo. Lo tuh siapa sih bikin hidup gue sial aja tau ga.”
“E-eh gak gitu. Oiya kenalin Kaisar Keenard.” Ucapnya sambil menjulurkan tangan.
Tanpa membalas juluran tangan tersebut. Aku langsung bangkit dan menarik tangan Key untuk keluar dan bergegas untuk pulang.
“Za lo beneran gapapa? Gamau gue anter aja? Lo kuat balik sendiri?.” Ucap Key. Ia teman satu angkatan di sekolah ku, namun kami beda jurusan. Aku IPA sedangkan dia IPS.
“Gapapa ko pusing dikit ajaa lagian ini gue mau pesen taxi nya kok.” Ucapku yang masih sedikit lemas.
“Ehh haii, l-lo mau balik? Ayo gue anter yaaa plisss sebagai permohonan maaf gue.” Ucap Kaisar yang biasa di panggil Ai.
“Gak gausah makasih.” Ucapku cuek.
“Tapi ini udah mau ujan mending gue anter ayo masuk.” Ucapnya menarik tanganku dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil nya.
“Duh apaansih gausa sok baik deh lo.” Ucapku ketus.
Akhirnya aku tetap memutuskan untuk baik taxi online. Tapi si cowo gajelas itu malah mengikutiku sampai rumah.
“Mau lo apasih? Dasar bocah freak.” Ucapku lalu bergegas masuk rumah.
“Guee mintaa maafff, gue bakall lakuinn apapunnn, pasti suatu saat lo maafin guee.” Ucapnya berteriak karena aku sudah pergi masuk rumah.
__ADS_1
Setelah masuk rumah, aku kembali menyendiri di kamarku. Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-17. Tapi justru ini menjadi hari paling sial juga yang pernah aku alami.