
Tepat sehari sebelum umurku 17 tahun. Kami pindah rumah, tepatnya aku dan mamahku. Kami tinggal berdua di bantu dengan Mba ijah dan juga Pak Abas.
Setiap kali ada masalah aku selalu melukai diriku dengan menyilet tanganku. Aku tau itu tidak boleh dilakukan, tetapi ntah kenapa aku merasa lebih baik setelah melakukannya.
Saat aku tidak bisa tidur pun, aku terpaksa minum obat agar aku bisa tertidur. Kenapa tidak ke sikiater saja? Aku takut. Aku belum pernah dan tidak mempunyai keberanian untuk itu.
Mamahku sibuk dengan pekerjaannya dan tidak pernah lagi memperhatikanku, justru mamahku jauh lebih sensitiv dan sering kali memarahiku, membentakku.
Kebahagiaanku hanya pas di luar rumah. Itu healing menurutku.
“Dorrrr. Hayo ngapainnn daritadi anteng ajaa nih diliat liat, lagi nuliss apaasih” Ucap al mengangetiku.
“Duh apaansi lo Al, freak tau ga!”
“Jadi gini Queenza, gue sebagai ketua kelas yang baik mau nanya tentang keikutsertaan lo buat acara pensi nanti. Acara pensi ini wajib di ikuti seluruh kelas 12. Acaranya itu hari Sabtu besok. Semua anak kelas udah gue data, tinggal lo doang yang belom nih.” Ucap Al menjelaskan
“Ohh harus bgt ya? Wajib bgt?” Tanyaku malas.
“Ya wajib dong karena nnti di absen, acaranya dari jam 3 sampe jam 7 doang ko. Ikut lah yaa pokoknya ok?”
“Ok deh makasi Al.”
“Jangan cantik-cantik nnti banyak yg naksir, gua cemburu soalnya.” Ucap Al menggodaku.
__ADS_1
“Boca freak lo.”
“Hehe bercanda kaliii.”
Kaisar yang duduk di tempatnya ternyata daritadi memperhatikan mereka berdua. Kaisar merasa bahwa Alvaro menyukai Queenza. Terlihat dari gerak gerik nya bahwa ia diam diam menyukai Queenza.
“Oiyaaa zaaa dresscode nya kemeja kotak-kotak yaaa.” Ucap Alvaro menambahkan.
“Duh ribet bgtsi.” Gumamku.
“Eve nnti pulang sekolah temenin gue bisa ga? Mau nyari kemeja kotak-kotak. Gue gapunyaa.”tanyaku.
“Yah zaaa sorry yaa gabisaa hari ini gue les biola.” Ucap eve.
Setelah pulang sekolah aku memutuskan untuk ke mall mencari kemeja kotak-kotak untuk besok. Aku masuk ke salah satu store dan menemukan model yang aku inginkan.
“Ehh Queenza kayaknya kita emang takdir deh, ketemu terus loh.” Ucap Kaisar yang sangat menyebalkan.
“Pfttt. Lo ngikutin gue?”
“Dihh apasihh, gue lagi nyari outfit buat besok. Lo ngapain??” Tanya nya.
“Ya gue nyari baju lah buat besok juga.”
__ADS_1
“Oh kalo gtu gimana kalo bareng nyari nya?” Ucapnya menawarkan.
“Ga dulu deh.” Ucapku melengos pergi.
“Eh eh jangan pergi dong, gue butuh bantuan lo nih buat bantuin pilihin, mending ini atau ini?.” Tanya nya.
“Hmm iya deh. Mending yg kanan itu.” Kataku.
“Wah pilihan lo sama kek pilihan gue, sehati banget si parah.” Ucapnya menggoda.
“Apansi boca freak.”
“Ehh zaaaa ini bagusss za cocok buat lo ni oversized lucu pasti kalo lo yang pake.” Ucapnya sambil menyodorkan ke wajahku.
“Aduh biasa aja dong gausa nutupin muka gue segala.”
“Hehe yauda yok bayar gue bayarinn sanssss zaa gue cowo yang bertanggung jawab ko.” Ucap Kaisar pede.
“Dih apaansi gausa sini gue aja.”
“Gapapa zaaa itung-itung biar lo ga jutek lagi ke gue.”
“Tapi lain kali gue yg bayarin ya. Gamau punya utang budi gue ke org lain.”
__ADS_1
“Iyaa Queenza tenang ajaaa sih gampang itumah.” Ucapnya sambil mengelus rambutku.