Seorang Abang Yang Menjaga Adiknya Secara Tulus

Seorang Abang Yang Menjaga Adiknya Secara Tulus
#eps 2


__ADS_3

Galen menghentikan kegiatan belajar ny dan menatap arven dan viena dengan bergantian .viena gadis yg cantik itu ketiduran di dalam pelukan arven.


"Darimana?" Ian balik bertanya .(Wisnu).


"Makan"sahut arve dengn singkatnya.ia sibuk menidurkan viena dan menaruh ny secara perlahan di sofa dekat Wisnu.


Wisnu menatap viena yang sudah tidur dengan nyenyak.wisnu sudah menganggap viena itu sudah seperti adik kandungnya.


Selama ini ia selalu membantu arven untuk menjaga viena dan melihat viena bertumbuh menjadi gadis yang sangat cantik seperti sekarang ini.


Tanya arven kepada Wisnu:"Lo udah daftarin viena ke sekolah barunya?".Wisnu pun mengangguk.


"Si gadis kecil ini yang manja sudah besar aj ya"tambah Wisnu sambil mengelus wajah viena itu dengan penuh kasih sayang.


"Lo GK pulang plng nu?"kali ini dia melirik wisnu yang sudah mulai mengantuk dan menguap sangat lebar.


"Gue nginap di sini aj la." Katanya sambil menyenderkan punggungnya di sofa dan menutup kedua matanya.


Arven menatap jengah pria itu, bagaimana tidak,hampir setiap hari Wisnu menginap di tempat nya ,bukannya arven tidak suka , tetapi hampir setiap hari ibu nya menelpon arven untuk menanyakan keadaan putra ny bahkan kadang arven kena marah juga dengan ibu ny Wisnu.karena ibu Wisnu pikir arven la alasan Wisnu untuk tidak mau pulang ke rumah nya .


Dan arven kembali mengurus adik nya kembali dan menggendong viena yang sudah tertidur pulas untuk memindahkan viena ke kamar nya.dan tidak lupa arven menyelimuti dan mencium viena dan arven keluar dari kamar viena.


"Good morning viena." Sapa wisnu ketika viena berdiri di hadapan mereka.


.Di pagi hari nya kemudian..

__ADS_1


Gadis itu memandang kedua orang yang sangat amat tampan itu dengan cara bergantian mereka semua duduk di meja makan dengan pakaian yang sudah rapi.penampilan viena tidak kalah tapi dari arven dan wisnu.viena sudah berpakaian lengkap dengan seragam barunya.


Hari ini pertama x ia masuk SMA ,dan ia tidak mau untuk terlambat masuk ke sekolah karena dia tidak mau di hari pertama ia sekolah sudah di hukum.


"Duduk"perintah arven sambil mengambil sarapan untuk viena.dan viena memakan nya dengan cepat-cepat biar makanan nya cepat habis,agar dia bisa cepat ke sekolah.


" Pelan-pelan makan nya sayang"ujar Wisnu.


Viena tidak menghiraukan ucapan nya sama sekali .yang ada di pikirannya hanyalah agar cepat untuk ke sekolah.wisnu dan arven hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan viena.


"Yang antar aku ke sekolah siapa nanti?". Tanya viena dengan mengunyah makanan habis.pandangan nya berpindah pindah ke Wisnu dan arven.


"Habisin minuman nya dulu"ujar arven.


"T-tapi kak".ujar viena


Mau tak mau viena menghabiskan segelas minuman nya.


"Kak udah habis, yuk berangkat!" Ujar viena setelah susunya habis.


Galen tertawa melihat viena yang tak sabaran untuk pergi ke sekolah barunya.lama lama ia kasian melihat viena yang tak sabar untuk kesekolah.


"Ya, sudah ayo".katanya lalu berdiri dan mengambil kunci mobil di meja sofa yang tak jauh dari situ.


"Kak Wisnu yang antar aku?" Tanya viena ikut berdiri . Galen mengiyakan nya.

__ADS_1


"Kakak kamu sedang sibuk Harini sayang." Balasnya.


Viena berbalik melirik arven yang masih duduk ia melangkah cepat ke arah arven itu lalu mencium kedua pipinya dan kening secara bergantian.


"Dah kakak."kemudian berlari keluar pintu.


"Viena tidak usah lari."


Arven berseru tegas .ia tidak mau melihat adik kesayangan nya jatuh luka luka karena kecerobohan ny sendiri.haduh Daraa anak itu.


Hampir sekitar beberapa menit ,Wisnu dan viena sampai di sekolah barunya viena.vina menatap takjub dengan sekolah barunya yang sangat bagus itu.


Sekolah yang di daftarkan oleh kakaknya itu sangat amat lah bagus , menurutnya.di perhatikan dari luar bangunan itu, pasti semua fasilitas sekolah ini sangat lengkap,ia tersenyum dengan senang sambil mengamati sekolah tersebut.


"Kapan kamu mau turun sayang?."


Suara Wisnu menyadarkan viena.ia menepuk jidatnya


"Aduh,kok aku jadi pikun begini sih." Gumannya kepada diri dia sendiri.


"Kamu ngelamun terus sih." Kata Wisnu .


"Cepetan turun dan masuk sebelum gerbang di tutup." Ucap Wisnu.


Viena mengangguk dan mencium pipi Wisnu dan pamit dulu sebelum keluar dari mobil.tak lupa ia melambaikan tangan ke Wisnu di balas dengan senyuman manis dari Wisnu.

__ADS_1


Wisnu baru meninggalkan sekolah itu setelah memastikan viena mencapai gerbang sekolah. Sebenarnya ia ingin menunggu viena untuk benar-benar masuk ke dalam sekolah nya itu.tetapi ia tidak bisa.karena ia harus cepat-cepat pergi karena ada urusan penting.


__ADS_2