
Devano sedang bersama teman" nya di lapangan saat hp ny berdering.
Ia sangat malas melihat nama adiknya yang muncul di daftar panggilan .kalau ini bukan panggilan ke tiga belas ,jangan mengharap Vano akan mengangkat telepon dari adikny tersebut.
Bukannya ia sangat membenci adik ny itu,tetapi ia sangat lah malas dengan tingkah laku adik nya yang selalu sangat heboh dan sangat cerewet sampai-sampai bs memicu sakit kepala .ia tidak suka mendengar ocehan dari Agnes.
"Ada apa?." Tanya ny kepada adik nya dengan singkat dan ketus.dan dengan hp yg di tempel di telinga.
"Kak ayo ke belakang sekolah sekarang,aku butuh bantuan kakak.ini penting banget kak aku mohon banget sama kakak untuk segera ke belakang sekolah kak.
Belum sempat Vano membalas, teleponnya sudah di matikan oleh Agnes.
Sial... Ujar devano
Kalau dia bukan adik ku, udah ku buang dia jauh-jauh dari bumi.mau tak mau ia bergegas berdiri dari tempatnya dengn kesal dan bergegas jalan untuk pergi.
"Mau ke mana Lo?" Tanya salah satu temannya ketika melihat Vano yg sedang berdiri untuk pergi.pria dengan paras wajah yang sangat tampan yang bisa membuat banyak perempuan terpikat dengan nya,namnya adalah Brayen.dia adalah salah satu teman dari devano juga.
__ADS_1
"Ke tempat Adek gue?" Sahut Vano dengan raut muka yang sangat memelas dan sangat jengkel.
"Adek Lo emang nya kenapa?."kali ini bukan Brayen yang berbicara tetapi Felix .Felix juga adalah salah satu teman devano.
Sesampainya devano di belakang sekolah,Vano mengalihkan pandangannya di semua tempat mencari-cari keberadaan adiknya(Agnes).
Kemana sih si Agnes, katanya tadi suruh ke belakang sekolah tapi Samapi sekarang batang hidungnya tidak kelihatan sama sekali,devano sudah mulai sangat kesal tetapi dia tetap mencari di mana keberadaan agnes.awas aj Lo ya nes kalau Lo kerjain gue akan gue habisin Lo.ucap Vano.
"Kak--kakak aku ada di sini."ujar Agnes.
Matanya Vano melihat ke Agnes dengan tatapan yang aneh serta curiga.
Kenapa tu anak kaya sembunyi" gitu ya? Lagian ini kan juga di belakang sekolah dan enggak ad orang di sini cuman ad aku sama Agnes aja.ujar Vano.
Apa si yang dilakukan tu anak sendirian di tempat sepi kaya gini.uhar Vano
Isi pikirannya bercampur aduk atau jangan-jangan tu anak bikin ulah lagi ,lihat aja kalau benar dia buat ulah,ia dengan cepat menghampiri Agnes.
__ADS_1
"Lo ngapain di sini?" Tanyanya dengan ketus dan ekspresi yang sangat curiga.
Agnes menampilkan raut muka yang jengkel.kakakny itu selalu menyebalkan dan tidak pernah sedikitpun bersikap baik dan lembut padanya.selaku saja curiga bawaan nya ke aku.ujar Agnes.
"Aku tuh tadi sama temen ku tadinya telat terus aku sama temen ku lewat sini."jelasnya Tak kalah ketus.
" Terus ngapain manggil gue?" Bikin repot saja tanya nya lagi dengan ketus.mata nya mencari-cari keberadaan teman Agnes yg di bilang namun ia tak melihat siapa-siapa di situ , bagaimana devano tidak curiga dengan Agnes.
Agnes merasa sangat sebal dengan sikap kakaknya yang sangat cuek dan dingin,tapi ia tetap memerlukan bantuan kakaknya itu untuk nolongin viena yang sedang nyangkut di atas tembok yang tinggi di sana.
"Aku butuh bantuan kakak buat bantuin aku buat turunin dia.dia gk bisa turun kak.ya kak aku mohon kali ini aj plishhh.ucap Agnes tangan ny menunjuk ke atas pada viena.viena tengah menatap mereka dengan mata yang berair,dan sembab,dia sudah tak bs menahan rasa sakit yang di rasakan oleh nya karena tangan dan perut nya sudah menahan terlalu lama,ia menyalakan dirinya sendri
Yg begitu bodoh mau saja ikut-ikutan manjat tembok yang tinggi.padahal sudah tau tidak bisa manjat, bodohnya diriku sambil menangis, ucap viena.
Saat melihat keatas Vano melihat viena yang berada di atas tembok.oh,jadi ini teman yang di maksud sama Agnes tadi ada di atas sana.
Ia mengamatinya dengan lumayan lama.mata viena sudah terlihat sangat bengkak.meraka saling bertatapan,ia bisa melihat tatapan viena penuh harapan di mata viena yang sedang menatapnya itu, jelas sekali terlihat Viena sedang meminta tolong dari ekspresi nya ,dasar cengeng.ujar Vano
__ADS_1